Kantor Imigrasi Amankan Lima Warga Asing

oleh -43 views
Jadi Penjual Sayuran, Warga Asal Suriah Langgar Izin Tinggal 

KEDAWUNG– Kantor Imigrasi Kelas II Cirebon berhasil mengamankan lima warga negara asing dari berbagai negara, kemarin. Kelima warga negara asing (WNA) tersebut bersal dari Suriah, Jerman, Korea, Jepang dan Tiongkok.

imigrasi cirebon tangkap warga negara asing
Warga negara asing (kiri). Foto: Ahmad Asari/Rakyat Cirebon

Kepala Imigrasi Kelas II Cirebon, Eko Budianto mengungkapkan, dari kelima WNA yang diamankan di daerah Majalengka, Indramayu dan Kabupaten Cirebon, tiga diantaranya dalam pembinaan dan dua lainnya masih diperiksa. “Warga Jerman, Korea dan Jepang dalam pembinaan. Sedangkan WNA asal Suriah dan Tiongkok masih dalam pemeriksaan,” ujarnya kepada Rakyat Cirebon saat gelar perkara di aula kantor setempat, Jumat (23/10).

Dikatakan Eko, untuk warga negara Suriah ditangkap karena telah menyalahi izin tinggal (illegal stay) selama 3 tahun. “Warga Suriah ini menikah dengan warga Kuningan dan bekerja sebagai penjual sayuran,” katanya.

Saat masuk ke Indonesia, lanjut Eko, warga Suriah ini masuk secara resmi dan memiliki paspor.
Untuk warga Tiongkok, katanya, melakukan penyalahgunaan visa. Sedangkan untuk warga Jerman, Korea dan Jepang, sambungnya, tidak dapat menunjukan paspor saat dilakukan razia.“Kita sudah berkoordinasi dengan kedutaan Suriah untuk Indonesia, untuk pendeportasian. Namun karena ada larangan terbang di negara tersebut, akhirnya kami mengeluarkan surat pencekalan,” tandasnya.

Untuk empat orang lainya, jelas Eko, pihaknya tengah menunggu pihak perusahaan yang bertanggung jawab terhadap orang tersebut untuk membawa paspornya.  “Rata-rata mereka enggan membawa paspor karena takut hilang atau dititip di perusahaan tempat mereka berekerja. Akan tetapi karena mereka tidak membawa fotokopi paspor maka kita amankan,” jelasnya.

Saat disinggung adanya dugaan keterlibatan dengan jaringan terorisme, Eko mengungkapkan, dari kelima WNA khususnya warga negara Suriah tidak terlibat jaringan terorisme.  Hanya saja, keberadaanya di Kuningan karena memiliki istri orang setempat. Dijelaskan Eko, jumlah WNA di wilayah III Cirebon ada 366 orang.

“Di Kabupaten Cirebon 113 orang, Indramayu 77 WNA, Kuningan 28 orang, Majalengka 62 orang dan Kota Cirebon 86,” ungkapnya. Dari jumlah tersebut, lanjut Eko, sebagai tenaga kerja asing 193 orang, suami/istri ikut TKA 17 orang, anak ikut orang tua TKA 12 orang, suami/istri ikut WNI 63 orang, anak ikut orang tua WNI 14 orang, dan pelajar/ mahasiswa ada 67 orang.

“Banyaknya WNA adalah tantangan kami karena kami hanya memiliki 9 personel yang tugasnya melakukan pengawasan, pengecekan izin tinggal rutin tiap harinya,” ungkapnya. Ditambahkan Eko, maraknya penangkapan warga asing di sejumlah daerah termasuk Kota Cirebon dengan sejumlah kesalahan seperti kejahatan dunia maya disebabkan kebijakan pemerintah pusat mempermudah warga asing yang bebas visa ke Indonesia.

“Karena bebas visa, warga asing secara kelompok datang ke Indonesia. Kebanyakan dari Tiongkok dan Taiwan. Di satu sisi dapat meningkatkan devisa, namun di sisi lainnya menimbulkan kerawanan,” bebernya. (ari)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.