Kalemdiklat Polri Tugaskan Dr Aqua Dwipayana Sharing Komunikasi dan Motivasi di 46 Kampus Polri

oleh -9 views
Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri Komjen Pol Rycko Amelza Dahniel bersama Aqua Dwipayana

RAKYATCIREBON.ID – Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Kepolisian Republik Indonesia (Polri) Komjen Pol Rycko Amelza Dahniel menugaskan Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional Dr Aqua untuk melaksanakan Sharing Komunikasi dan Motivasi di 46 Kampus milik Polri yang tersebar di 34 provinsi Indonesia. Rycko meminta Kepala Biro (Karo) Kurikulum Lemdiklat Polri Brigjen Pol Adi Kuntoro untuk mengatur jadwalnya. Menyesuaikan dengan keluangan waktu Dr Aqua.

Setelah keluar Surat Telegram Rahasia (STR) pada 18 Februari 2021 tentang mutasi dirinya menjadi Kalemdiklat Polri dari jabatan sebelumnya sebagai Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) Polri (1 Mei 2020-18 Februari 2021), Rycko komunikasi lewat telepon dengan Dr Aqua. Saat itu Dr Aqua menyampaikan selamat kembali ke “habitatnya” kepada Rycko karena dapat amanah mengurusi pendidikan di Polri.

“Uda Rycko selamat kembali mengurusi pendidikan Polri. Itu adalah “habitat” Uda Rycko dan pekerjaan yang sangat mulia yakni menyiapkan sumber daya manusia di Polri yang amanah, profesional, dan berkualitas. Saya yakin Uda Rycko sukses di tempat yang baru tersebut,” ujar Dr Aqua yang biasa memanggil Rycko dengan “Uda” karena sama-sama berasal dari Sumatera Barat.

Sebelumnya Rycko pernah mendapat amanah sebagai Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri (3 Oktober 2014-5 Oktober 2016) di Jakarta dan Gubernur Akademi Kepolisian (Akpol) Lemdiklat Polri (2 Juni 2017-26 April 2019) di Semarang, Jawa Tengah. Mantan ajudan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu sukses memimpin kedua institusi pendidikan tersebut.

Setelah menyampaikan terima kasih, Rycko yang saat itu sedang isolasi mandiri di rumahnya di Jakarta, dengan serius menyampaikan permintaan kesediaan Dr Aqua untuk melaksanakan Sharing Komunikasi dan Motivasi di seluruh kampus yang berada di bawah Lemdiklat Polri. Jumlahnya 46 kampus yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Terima kasih Pak Aqua. Saya ingin memperbaiki dan meningkatkan kualitas Lemdiklat Polri termasuk kemampuan komunikasi para dosen, pengasuh, pelatih, dan seluruh siswanya. Terkait dengan itu saya sangat membutuhkan bantuan bapak untuk memotivasi mereka. Ilmu, wawasan, pengetahuan, dan pengalaman bapak dibutuhkan sekali oleh jajaran saya.  Semoga Pak Aqua berkenan dan menyediakan waktu buat mendatangi semua kampus milik Polri termasuk ke seluruh Sekolah Polisi Negara (SPN) untuk melaksanakan Sharing Komunikasi dan Motivasi di sana,” ujar laki-laki kelahiran Bogor, Jawa Barat, 14 Agustus 1966 ini.

Ketika mereka berkomunikasi, Dr Aqua dapat merasakan keseriusan Rycko untuk mensukseskan seluruh amanah yag diberikan kepadanya sebagai Kepala Lemdiklat Polri. Apalagi sebelumnya setiap mendapatkan kepercayaan di Polri, bapak tiga anak itu selalu berhasil.

Kemudian Rycko menceritakan sekilas rencananya setelah resmi jadi Kepala Lemdiklat Polri. Untuk detilnya akan disampaikan langsung kepada Dr Aqua saat mereka ketemu.

Menjawab permintaan Rycko, Dr Aqua menyatakan rasa syukur yang mendalam, terima kasih, dan siap totalitas membantunya memajukan Lemdiklat Polri selama Rycko menjadi Kepalanya. Anggota Dewan Pakar Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Pusat itu mengajukan satu permohonan kepada lulusan terbaik (Adhi Makayasa) 88B itu dan sangat berharap dipenuhi.

Permohonan Dr Aqua adalah selama beraktivitas yang terkait dengan Lemdiklat Polri termasuk saat melaksanakan semua kegiatan Sharing Komunikasi dan Motivasi di lingkungan Lemdiklat Polri tidak mau diberi uang atau dibayar. Itu merupakan komitmennya sejak lama, juga di jajaran TNI.

Sejak lama khusus di lingkungan TNI-Polri, Dr Aqua telah membulatkan niat mewakafkan dirinya untuk kedua institusi vital tersebut. Untuk itu, laki-laki yang berasal dari Kota Padang, Sumatera Barat tersebut berkomitmen melaksanakan kegiatan Sharing Komunikasi dan Motivasi di lingkungan TNI-Polri tanpa dibayar atau tidak mau dibayar. Itu berlaku untuk seluruh satuan TNI-Polri di pusat hingga daerah-daerah.

Bahkan Dr Aqua pun sering membeli sendiri tiket pesawat jika kegiatan tersebut diadakan di luar kota. Saat acara, bapak dua anak yang jiwa sosialnya tinggi itu suka membagi-bagikan hadiah uang, buku, jalan-jalan ke obyek-obyek wisata, hingga umrah kepada para peserta. Nilainya jika ditotal bisa mencapai ratusan juta rupiah.

“Saya siap dan dengan senang hati bersedia membantu Uda Rycko secara totalitas di Lemdiklat Polri. Permohonan saya cuma satu. Selama beraktivitas dengan jajaran Uda Rycko termasuk saat melaksanakan semua kegiatan Sharing Komunikasi dan Motivasi, mohon saya jangan diberi uang. Tolong hal itu diinfokan kepada jajaran Uda Rycko. Mohon bantuannya untuk bisa konsisten melaksanakan komitmen saya itu,” pinta Dr Aqua.(rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.