Kalau Diberikan Kuota Hanya 30 Persen, Lebih Baik Semua Tidak Diberangkatkan

oleh -39 views
KH Moh Sa'id Al Khudri.

RAKYATCIREBON.ID – Pemerintah telah memastikan tidak akan memberangkatkan calon jamaah haji tahun  1442 H  atau 2021 M. Kebijakan tersebut sudah diputuskan Pemerintah  RI melalui Menteri Agama bersama Komisi VIII DPR RI.

Keputusan tersebut mendapat tanggapan dari Pembimbing KBIH Badrul Munir Kota Cirebon, KH Moh Sa’id Al Khudri. Setelah  diuji ada hal positifnya juga, lantaran masih adanya Covid-19 demi keselamatan bersama calon jamaah haji terkait dengan faktor kesehatan.

Kemudian, jika tetap diberangkatkan tidak bisa penuh. Hanya bisa 30 persen dari kuota yang ada. Berarti ini jelas akan banyak jamaah yang merasa dirugikan. Apalagi dari kebijakan pemerintah Arab Saudi yang diizinkan menjadi calon jamaah haji dari usia 18 sampai 60 tahun.

“Sementara mayoritas jamaah haji Indonesia di atas usia 60 tahun,” ujarnya kepada Rakyat Cirebon menyoal gagal berangkatnya jamaah haji tahun 2021.

Sehingga, ketika calon jamaah haji tidak masuk daftar, jelas mereka akan merasa tersakiti apapun alasannya. Oleh karena itu, lanjut KH Sa’id kalau sekiranya memang diberikan kuota hanya 30 persen, lebih baik tidak diberangkatkan sekalian. Dengan alasan kesehatan.

“Jadi adil. Kalau dipaksakan pasti akan terjadi masalah lagi dan Menteri Agama akan disudutkan kembali,” sambung KH Moh Sa’id Al Khudri.

Lebih lanjut KH Moh Sa’id Al Khudri menjelaskan, pihaknya mencatat calon jamaah haji dari KBIH Badrul Munir Tahun 2020 M atau 1441 H, sudah ada enam orang yang meninggal dunia yang seharusnya berangkat tahun 2020.

“Tetapi mau bagaimana lagi ini? Niat mereka sudah Allah catat walaupun  secara realita lahiriyah tidak berangkat,” lanjut dia.

Disinggung upaya yang dilakukan oleh KBIH Badrul Munir terhadap gagalnya calon jamaah haji berangkat, pihaknya memberikan pemahaman kepada calon jamaah. Karena ini bukan hanya KBIH Badrul Munir saja, tetapi se-Indonesia, baik calon jamaah haji yang reguler maupun  yang plus.

“Jadi sama mungkin Allah sudah berkehendak seperti  ini dan merupakan ujian dari nawaitu kita. Tidak harus dibuktikan dengan sebuah realita, ketika ada hal yang  berkaitan atau yang  menjadi penyebab tidak baiknya, Allah akan tetap  melihat niat baik kita. Walaupun pada pelaksanaannya belum dilakukan, karena ini semua  sudah kehendak Allah,” terangnya.

Ditambahkannya, calon jamaah haji yang tercatat mengikuti  bimbingan di KBIH-nya tahun 2020 M atau 1441 H sebanyak 135 orang. Sedangkan untuk tahun 2021 M atau 1442 H sebanyak 120 orang. (wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.