Kabupaten Cirebon Masuk Zona PPKM

oleh -44 views

RAKYATCIREBON.ID -Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar akhirnya menetapkan Kabupaten Cirebon sebagai daerah yang harus memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) bersama dengan sejumlah Kabupaten/Kota lainnya di Jabar. Kebijakan pemberlakuan PSBM tersebut menyusul status kewaspadaan Covid-19 Kabupaten Cirebon yang masuk dalam kategori tinggi alias masuk zona merah.

Bupati Cirebon, H Imron MAg mengatakan, PSBM di Kabupaten Cirebon akan diterapkan mulai Senin, 11 Januari (hari ini, red) sampai 25 Januari 2021 mendatang. Imron menyebut, PSBM diberlakukan untuk mengantisipasi lonjakan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Cirebon.

“Kami baru saja melaksanakan rapat dengan Forkompinda membahas langkah-langkah pencegahan untuk mengantisipasi penyebaran Covid- 19 terkait PSBB Jawa-Bali,” ujar Imron usai rapat di Pendopo Jalan Kartini, Kota Cirebon, Jumat (8/1) lalu.

Menurut Imron, pemberlakuan PSBM ini merupakan instruksi Gubernur Jabar bersamaan dengan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Jawa-Bali yang ditetapkan pemerintah pusat. Di Jabar, PSBB diberlakukan di 20 kabupaten/kota, termasuk di dalamnya Kabupaten Cirebon. “Dan salah satunya termasuk kabupaten Cirebon yang akan menerapkan PSBB tersebut. Ya, karena kita zona merah,” kata Imron.

Sementara itu Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cirebon, Drs H Rahmat Sutrisno MSi menambahkan , pada saat pemberlakukan PSBM sejumlah kegiatan termasuk  transportasi dibatasi. Dimana, kapasitas dan jam operasional transportasi umum akan diatur kembali.

“Sama dengan PSBB yang pernah kita lakukan dulu. PSBB kali ini kita menerapkan Work From Home (WFH) sebesar 75% dengan memberlakukan protokol kesehatan secara lebih ketat,” kata Rahmat.

Selain itu, PSBM juga akan membatasi kegiatan di fasilitas umum, kegiatan sosial budaya, mall dan pasar-pasar juga dibatasi. “Pembatasan jam operasional untuk pusat perbelanjaan atau mall sampai dengan pukul 19.00 WIB, mengenai sanksi kami masih menunggu kebijakan dari Gubernur,” paparnya.

Sedangkan terkait Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), kata Rahmat, kegiatannya dilaksanakan secara daring. Untuk sektor esensial yang berkaitan dengan kebutuhan pokok masyarakat, tetap dapat beroperasi 100%, dengan pengaturan jam operasional dan kapasitas serta penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.

“Lebih lanjut kita masih menunggu dari Gubernur,” terangnya.

Penetapan itu dilakukan sehari setelah Wakil Gubernur (Wagub) Jabar, Uu Ruzhanul Ulum meyebutkan Kabupaten Cirebon tidak termasuk daerah yang memberlakukan PSBB. Sebelumnya, pemerintah melalui Menteri Dalam Negeri (Mendagri) memutuskan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar untuk Jawa dan Bali. Keputusan tersebut telah tertuang dalam Instruksi Mendagri (Inmen) nomor 1 tahun 2021.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar), Uu Ruzhanul Ulum disela kegiatannya di Desa Slangit, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon, Kamis (7/1). Menurut Uu, inmen tersebut sudah menentukan daerah-daerah yang diberlakukan PSBB jilid dua.

“Untuk PSBB Jawa-Bali, pemprov akan fatsun kepada pemerintah pusat. Apalagi instruksi mendagri nomor 1 tahun 2001 sudah jelas, ditentukan wilayah Jabar itu di antaranya Bodebek dan Bandung Raya,” kata Uu.

Ia menjelaskan, PSBB wilayah Bandung Raya itu meliputi Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Bandung Barat dan Cimahi. “Cirebon Alhamdulillah tidak (PSBB, red), hanya sembilan kabupaten/kota itu saja,” papar Uu.

Menurutnya, di dalam inmen tersebut juga mengatur dimulainya PSBB sampai teknis pembatasan kegiatan di kantor dan kegiatan lainnya. “Jadi pemprov tinggal menindaklanjutinya dengan instruksi gubernur lalu diteruskan dengan instruksi bupati dan wali kota masing-masing,” kata dia.

Karena itu, ia meminta masyarakat mematuhi keputusan pemerintah tersebut. Uu meyakinkan, tidak ada keputusan pemerintah yang akan memberatkan dan menyengsarakan rakyatnya. “Pemerintah selalu sampaikan PHBS dan 3 M. PSBB ini diberlakukan kembali, mungkin karena masyarakatnya masih membandel,” jelasnya. (yog)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *