Kab Cirebon Masih Stagnan di Level 3

oleh -5 views
PERLU DITINGKATKAN. Ketua Bidang Pelayanan Kesehatan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Cirebon, Hj Enny Suheaeni sebut capaian vaksinasi masih rendah.

RAKYATCIREBON.ID – Kabupaten Cirebon, saat ini masih stagnan, menduduki posisi level 3. Padahal, sebentar lagi, pelaksanaan pemilihan kuwu (Pilwu) akan segera dihelat. Tentu, untuk bisa menurunkan level, dibutuhkan kerja ekstra.

Syaratnya, angka kematian akibat kasus Covid-19 menurun. Tak hanya itu, syarat lainnya adalah Bed Occupancy Rate (BOR) berkurang, rendahnya kasus aktif Covid-19, serta capaian vaksinasi.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) pun terus berupaya membawa wilayahnya turun ke level 2 pada pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Jawa-Bali.

Ketua Bidang Pelayanan Kesehatan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Cirebon, Hj Enny Suheaeni SKM MSi mengatakan, capaian vaksinasi di Kabupaten Cirebon baru sebesar 34,42 persen atau sekira 600.000 lebih.

Sementara, jumlah sasaran masyarakat dalam program vaksinasi Covid-19 ini sebanyak 1.782.964 jiwa. Hal itu, menjadi pekerjaan rumah (PR) yang harus segera dituntaskan oleh Pemkab.

“Ini menjadi PR (pekerjaan rumah) semua pihak untuk menyukseskan pelaksanaan vaksinasi ini. Sehingga nantinya, Kabupaten Cirebon bisa turun ke level 2 atau level 1,” kata Enny saat rapat evaluasi penanganan Covid-19 dan pilwu serentak di Gedung Setda, Kabupaten Cirebon, kemarin.

Enny mengatakan, per Minggu (17/10), kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Cirebon menembus angka 24.134 kasus. Dari jumlah tersebut, 23.398 di antaranya sudah dinyatakan sembuh.

Ditambahkan Enny, masyarakat di Kabupaten Cirebon yang saat ini masih terkonfirmasi positif Covid-19 hanya 28 orang. Sebanyak 18 dirawat di rumah sakit dan 10 lainnya menjalani isolasi mandiri di rumah.

“Kasus Covid-19 di Kabupaten Cirebon terus melandai. Dalam sepekan terakhir ini, penambahan kasus hanya satu. Ini artinya, untuk turun level hanya percepatan vaksinasi saja,” kata Enny.

Kemudian, tolok ukur perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Cirebon terus melandai yakni bertambahnya zona hijau di desa. Tercatat, dari 424 desa/kelurahan, 419 berada di dalam zona hijau.

Enny mengatakan, sebanyak 9 desa lainnya masih berada di zona kuning (risiko rendah).

“Kabupaten Cirebon tidak memiliki zona oranye apalagi zona merah,” kata Enny. (zen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.