Jubir Satgas Akui Sulit Melacak Penyebaran Covid-19 di Majalengka

oleh -5 views

RAKYATCIREBON.ID-Hingga memasuki akhir pekan kedua bulan Januari 2021, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Majalengka masih terus bertambah.

Tercatat, ada penambahan kembali sebanyak tiga kasus. Hal itu sesuai dengan data di Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Majalengka, Sabtu (16/1) pukul 13.36 WIB.

Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Majalengka, Alimudin mengatakan, terus terjadinya penambahan kasus positif Covid-19 di Majalengka disebabkan sulitnya melacak penyebaran Covid-19. Apalagi, mobilitas masyarakat saat ini tidak sepenuhnya dibatasi.

“Kami hanya sebisa mungkin melakukan tracing jika ada suatu kasus Covid-19. Karena kami saat ini sudah sangat sulit mencari titik awal penyebarannya,” ujar Alimudin, kemarin.

Menurutnya, kasus terkonfirmasi tercatat sebanyak 1.296 kasus. Hari berikutnya, bertambah menjadi 1.299 kasus. Pasien aktif kini berjumlah 195 yang mana sebelumnya 192. Sementara, pasien sembuh dari penyakit Covid-19 berjumlah 974 orang.

“Kecamatan Majalengka kini menjadi daerah dengan jumlah kasusnya cukup banyak yang kini ada 36 pasien aktif dari 161 secara keseluruhan,” ucapnya.

Suspek dari 1.104 menjadi 1.107 orang sejak sehari terakhir ini dengan rincian 103 orang tengah isolasi, 1.004selesai isolasi dan meninggal dunia menjadi 23 orang.

Sementara, kontak erat sudah mencapai 5.214 orang, rinciannya 850 karantina, dan 4.364 Discarded. “Pasien probable turun dari 64 orang menjadi 61,” tandasnya.

Sebelumnya, seorang karyawan SMAN 1 Majalengka dinyatakan positif Covid-19. Kondisi karyawan tersebut sudah mengalami sakit lambung, mual dan maag kronis sejak akhir Desember 2020.

Pada 2 Januari 2021, yang bersangkutan memeriksakan diri ke Rumah Sakit Sumber Waras Cirebon dengan hasil reaktif.

“Saran dari pihak RS Sumber Waras harus diisolasi di rumah sakit, tetapi yang bersangkutan tidak bersedia dan ingin isolasi mandiri di rumahnya di Kelurahan Majalengka Kulon,” ujar Kepala SMAN 1 Majalengka, Ade Prayoga.

Selanjutnya, yang bersangkutan isolasi diri di rumah selama satu minggu (3-10/1). Pada Senin (11/1) karyawan tersebut di tes swab. “Lima hari setelah Diswab hasilnya positif,” ucapnya.

Namun, kata dia, selama menunggu hasil swab, yang bersangkutan datang ke sekolah. Kendati demikian, karyawan tersebut menggunakan masker, selalu menyendiri dan tidak melakukan kontak dengan siapapun.

“Saat ini yang bersangkutan mengisolasi mandiri di rumahnya. Penutupan kegiatan sekolah selama 14 hari hingga 30 Januari 2021,” jelas dia.

Kondisi seperti itu, membuat pembelajaran harus dilakukan secara daring atau Work From Home (WFH). Sementara, pihak sekolah akan terus melakukan penyemprotan disinfektan di semua ruang kelas dan lingkungan sekolah.(hsn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *