Jelang Ramadan, Pertamina Pastikan Pasokan dan Stok Aman

oleh -7 views
DISTRIBUSI. Armada tangki BBM Pertamina beroperasi normal menyuplai kebutuhan energi masyarakat. FOTO: TARDIARTO AZZA/RAKYAT CIREBON

RAKYATCIREBON.ID – PT Pertamina (Persero) melalui Pemasaran Regional Jawa Bagian Barat memastikan operasional pemenuhan kebutuhan energi masyarakat tetap aman. Kondisi ini termasuk ketersediaan stok BBM, LPG, maupun avtur untuk wilayah Jawa Bagian Barat.

Disampaikan Unit Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Jawa Bagian Barat, Eko Kristiawan, kepastian itu bersamaan dengan kondisi memasuki triwulan kedua tahun 2021. Saat ini rata-rata ketahanan stok BBM di Fuel Terminal di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten masih mencapai lebih 20 hari.

“Stok BBM di terminal bahan bakar minyak kami pastikan aman, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir. Pertamina juga telah menyiapkan strategi penyaluran apabila sewaktu-waktu diperlukan tambahan pasokan. Kami tetap memberikan pelayanan untuk kebutuhan energi masyarakat dengan senantiasa mengedepankan kondisi kesehatan para pejuang energi di lini terdepan,” jelasnya.

Untuk pasokan BBM dan LPG di wilayah Jawa Bagian Barat sebagian besar disalurkan dari kilang atau Refinery Unit (RU) VI Balongan dan Refinery Unit (RU) IV Cilacap. Penyalurannya dilakukan melalui dua Integrated Terminal (Terminal BBM & LPG), 5 Fuel Terminal dan 2 LPG Terminal.

Adapun sebaran terminal BBM dan LPG di wilayah DKI Jakarta berada di Integrated Terminal Jakarta Grup. Untuk di wilayah Banten berada di Fuel Terminal Tanjung Gerem dan LPG Terminal Tanjung Sekong. Sedangkan untuk di wilayah Jawa Barat berada di Fuel Terminal Ujung Berung, Fuel Terminal Cikampek, Fuel Terminal Padalarang, Fuel Terminal Tasikmalaya, Integrated Terminal Balongan, dan Fasilitas LPG Cirebon.

Terkait avtur, Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Soekarno Hatta saat ini di suplai dari RU II Dumai dan RU IV Cilacap. Sedangkan untuk suplai avtur untuk DPPU lainnya di wilayah Jawa Bagian Barat seperti DPPU Halim Perdanakusuma, DPPU Pondok Cabe, DPPU Kertajati Majalengka, dan DPPU Husein Satranegara di suplai dari Soekarno Hatta

“Kami juga sangat prihatin dengan kejadian di salah satu unit operasi Pertamina yaitu Refinery Unit VI Balongan, namun pasokan BBM dan LPG di wilayah Jawa Barat, DKI Jakarta serta Banten kami pastikan aman dan terdistribusi lancar hingga hari ini,” ungkapnya.

Sementara itu, konsumsi BBM di wilayah Jawa Bagian Barat saat ini masih di bawah kondisi normal sebagai dampak PSBB dan WFH. Pada bulan Maret 2021 konsumsi produk Gasoline yang meliputi Pertalite, Pertamax, dan Pertamax Turbo turun sebesar 12 persen. Serta Gasoil yang terdiri dari Dexlite dan Pertamina Dex terkoreksi 10 persen.

Sedangkan LPG, lanjutnya, produk Elpiji 3 kilogram naik sebesar 1 persen, Bright Gas 5,5 kilogram dan 12 kilogram naik 29 persen. Kondisi ini dikarenakan mayoritas penduduk masih menjalankan aktifitas WFH. Meski demikian pihaknya menghimbau, masyarakat yang tergolong mampu agar menggunakan LPG non subsidi seperti Bright Gas 5,5 kilogram, Bright Gas 12 kilogram, dan Elpiji 12 kilogram. “Sehingga penggunaaan LPG 3 kilogram benar-benar tepat sasaran,” tandasnya. (tar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *