Jam 6-8 Pagi Dishub dan Polisi Turun ke Jalan Tertibkan Lalu Lintas

oleh -13 views

RAKYATCIREBON.ID – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cirebon bersama Satlantas Polres Cirebon Kota turun ke jalan melakukan sosialisasi keselamatan berlalu lintas di sejumlah titik di Kawasan Tertib Lalulintas (KTL), Rabu (27/01).

Pesan-pesan protokol kesehatan pun disampaikan kepada para pengendara di jalan, agar mereka tak abai dalam memaksimalkan penerapannya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Cirebon, Andi Armawan menyampaikan, setiap hari Rabu, melalui kegiatan operasi 68, giat operasi yang digelar sejak jam 6-8 pagi, pihaknya bersama unsur kepolisian turun langsung untuk melakukan pengaturan di ruas-ruas jalan, dan lebih terfokus di titik perempatan KTL.

Tak hanya mengatur, melalui ops 69, petugas juga mengecek kelengkapan dan kondisi ramu serta marka jalan. Sehingga, jika ada yang memerlukan perbaikan bisa langsung ditangani.

“Pada operasi 68 itu, kami hadir untuk masyarakat di jalan. Mulai jam 6 sampai jam 8 pagi. Sekarang memang baru satu hari dalam seminggu. Setiap hari Rabu,” ungkap Andi saat melakukan pengaturan di persimpangan Gunung Sari, kemarin.

Ke depan, lanjut Andi, program 68 yang sudah berjalan ini akan dikembangkan. Tak hanya satu hari dalam seminggu, melainkan setiap hari. Bahkan selama 24 jam petugas Dishub bersiaga di ruas-ruas jalan KTL untuk melakukan pengaturan lalu lintas.

“Titiknya enam ruas jalan KTL. Selain itu, ada beberapa gang. Yang keluar gang langsung persimpangan itu rawan kecelakaan, jadi kita antisipasi,” lanjut Andi.

Tak hanya turun sendiri, Dishub juga bersinergi dengan Satlantas. Sehingga jika memang ditemukan pelanggaran di jalan, bisa langsung dilakukan penindakan. Apalagi, sifatnya membahayakan.

Operasi 68 ini, kata Andi, juga menjadi back up dari imbauan serta teguran yang kerap dilakukan Dishub melalui announcer system pada Area Traffic Control System (ATCS) di beberapa persimpangan. Tak jarang terpantau masih banyak pelanggar lalu lintas yang terekam kamera CCTV dari ATCS.

“Kesalahan masyarakat dalam berlalu lintas biasanya mencari jalan pintas. Ketika lampu merah, mereka belok ke kiri kemudian potong kanan dan lurus untuk menghindari lampu merah. Di situ banyak bersinggungan dengan kendaran lain. Itu yang tidak kami harapkan. Jadi, kami lakukan sosialisasi dan imbauan ini. Dengan turun langsung agar lebih efektif,” tambah Andi. (sep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *