Jalur Tomo Ambles, Arus Lalulintas Dialihkan ke Tol Cipali

oleh -6 views
MAJALENGKA – Amblesnya jalur provinsi tepatnya di dusun Cireki Kecamatan Tomo Kabupaten Sumedang membuat arus lalulintas dari arah Bandung menuju Cirebon dan sebaliknya terpaksa dialihkan. 
polisi alihkan arus lalulintas
Polisi alihkan arus lalulintas ke Tol Cipali. Foto: Ist./Rakyat Cirebon
Kapolres Majalengka AKBP Mada Roostanto melalui Kasatlantas polres Majalengkan AKP Iwan Setiawan mengatakan, sehubungan dengan adaya jalan ambles di wilayah kabupaten Sumedang dilakukan pengalihan arus di perapatan lampu merah Kadipaten, agar pengguna jalan memakai jalur tol Cipali
Menurutnya, pengendara roda empat dari Cirebon yang hendak menuju ke Bandung, atau sebaliknya, sebaiknya menggunakan jalan Tol Cipali. “Karena, amblesnya jalan cukup panjang yakni sekitar 75 meter dengan kedalaman 1,5 meter. Jadi tidak memungkinkan untuk dilalui kendaraan roda empat,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya mengalihkan kendaraan dari lampu merah Kadipaten ke pintu tol Kertajati. Karena jalan yang berada tidak bisa dilalui kendaraan baik roda dua maupun roda empat.
“Begitu mendapatkan informasi, kami langsung menutup sebagian jalan di lampu merah Kadipaten untuk merekayasa lalulintas agar kendaraan yang datang dari arah Cirebon menuju Bandung bisa diarahkan ke Tol Cipali, via interchange Kertajati,” ujarnya Selasa (7/3).
Pantauan di lapangan, tidak sedikit pengguna jalan yang akan menuju ke Bandung memutar balik karena jalan tersebut total tidak bisa di lalui. Namun akibat masih banyaknya pengendara yang tidak menggubris rambu-rambu lalu lintas yang mengimbau jalan pihak kepolisian akhirnya untuk sementara waktu menutup jalan tersebut.
“Banyak kendaraan yang memaksa masuk dan mengabaikan rambu larangan, namun kemudian memutar balik. Oleh karema itu, kami terpaksa menutup jalurnya agar tidak ada lagi yang memaksa menerobos,” ujarnya.
Selain di lampu merah Kadipaten, kata dia, satuan lalu lintas polres Majalengka juga memasang rambu-rambu lalu lintas di area wilayah Kecamatan Sumberjaya yang akan masuk ke pintu tol Sumberjaya. 
Hal tersebut dilakukan karena untuk mobil besar yang akan menuju ke bandung khusus mobil besar merasa kesulitan bermanuver di perempatan lampu merah Kadipaten akibat ruas jalan terlalu sempit.
Sejak dari pagi sudah di adakan rekayasa pengalihan arus lalu lintas dan di coba arus lalu lintas melaui lampu merah kadipaten, akan tetapi bagi mobil-mobil besar seperti bus dan truk merasa kesulitan bermanuver di lampu merah Kadipaten, sekarang harus di alihkan untuk kendaraan mobil besar melaui get Sumberjaya.
“Semuanya dialihkan baik melalui gerbang tol Kertajati maupun gerbang tol Sumberjaya. kecuali mobil besar harus masuk melalui gerbang tol Sumberjaya sebab kalau belok di Kadipaten dihawatirkan menyebabkan kemacetan,” sarannya.
Iwan mengingatkan, kepada para pengendara motor yang nekat menerobos, agar tetap mewaspadai longsor susulan. Mengingat kondisi cuaca yang masih intens turun hujan. “Pengendara motor harap hati-hati dan waspada saja. Bagaimanapun juga kemungkinan ambles susulan masih bisa terjadi. Saat ini sedang diusahakan perbaikan,” ungkapnya.
Sementara itu, salah seorang sopir truk besar, Yanto mengatakan, dengan kejadian jalan yang ambles di wilayah kabupaten Sumedang, terpaksa menambah biaya operasioan. Dia beralasan karena harus melintasi tol Cipali. 
“Kalau harus masuk tol, Kami harus mengeluarkan biaya tambahan dan anggarannya dari kantong Kami sendiri. Semoga jalan tersebut bisa segera diperbaiki agar cepat digunakan kembali,” ujarnya.
Sejumlah pengendara motor di perempatan bunderan Kadipaten menuju Sumedang atau sebaliknya masih terlihat melintas. Salah seorang pengendara dari arah Sumedang, Tono mengatakan, saat ini pengurugan tengah dilakukan. Sehingga tidak lama lagi, kendaraan mobil kemungkinan bisa lewat.
“Tadi saya lihat pengurugan di lokasi kejadian sedang dilakukan. Sepertinya akan bisa segera dilewati. Semoga saja bisa kembali normal,” ujarnya.

Sebelumnya, arus lalu lintas di Jalur Nasional Cirebon-Bandung, kembali terputus. Jalan di Blok Cireki, Desa Bugel, Kecamatan Tomo itu, kembali  ambles  sepanjang 60 meter dengan kedalaman 1,5 meter, Senin (6/3) sekitar pukul 19.00 malam.

Pantauan Sumedang Ekspres (Sumeks), jalan terputus ini menyebabkan kemacetan panjang.  Dari arah Bandung, kemacetan memanjang sekitar tiga kilometer, mulai dari Cireki hingga perbatasan Kecamatan Paseh dan Tomo. Sementara dari arah Cirebon, kemacetan memanjang hingga ke pertigaan Cijelag Desa/Kecamatan Tomo.

Kapolres Sumedang, AKBP Agus Imam Rifai melalui Kasat Lantas, AKP Erwan Dwiyono mengatakan, sebelum ambalas parah jalan masih bisa dilintasi kendaraan. Namun mulai Selasa (7/3) sekitar pukul 5.30, jalan sudah tidak bisa dilalui kendaraan berat ataupun kendaraan kecil.

“Jalan ambles secara perlahan dari 10 hingga 40 centimeter. Terparah  amblesnya jalan terjadi saat sesudah Subuh sekitar pukul 05.30.  Ambles  jalan mencapai 1,5 meter dan sudah tidak bisa dilalui,” ujar Erwan, kemarin. Kejadian jalan  ambles  di Cireki, menurtnya merupakan kejadian yang kedua kalinya. “Sebelumnya juga  ambles  sesudah Hari Raya Idul Fitri tahun 2016 lalu,” tambahnya.

Menurut Erwan, jalan  ambles  dikarenakan adanya aliran sungai di dalam tanah. Saat curah hujan tinggi, kata dia, air mengalir deras di dalam tanah sehingga permukaan jalan mengalami  ambles . “Penanganan harus menggunakan pipa meski bersifat sementara, agar air mengalir ke pipa. Selain itu,  ambles nya jalan di lokasi kejadian tidak akan terulang kembali,” tandasnya.

Disebutkan, setelah penanganan sementara selesai, kemungkinan arus lalu lintas akan menggunakan sistem buka tutup guna menghindari kemacetan lebih panjang. “Anggota kami akan terus berjaga di lokasi jalan  ambles  ini,” tandasnya.

Terpisah, salah satu petugas dari PPK Jalan Nasional Kementrian PUPR, Noor Fachrie mengatakan, penanganan yang dilakukan hanya bersifat sementara. Jalan diurug dan ambalsnya diratakan dengan menggunakan peralatan berat oleh material pasir dan batu.

“Terpenting, jalan bisa dilalui terlebih dahulu. Dan lalu lintas kembali normal,” tukasnya. Kemungkinan, kata dia, dalam dua hingga tiga hari kedepan, jalan kembali  ambles  dan jalan akan terus diurug.

“Untuk penanganan permanen jalan ambles di Blok Cireki, Desa Bugel, Kecamatan Tomo ini, masih proses lelang. Kami masih menunggu proses lelang tersebut,” terangnya.

Sampai berita ini diturunkan, proses penanganan dan pengurugan jalan masih berlangsung. Arus lalu lintas bagi kendaraan roda empat belum bisa melintas kecuali kendaraan roda dua melalui pinggir jalan.

Putusnya Jalan Nasional Cirebon-Bandung berimbas pada arus lalu lintas di Sumedang. Jalan kabupaten di wilayah Sumedang, menjadi pilihan para pengemudi kendaraan roda empat. Baik kendaraan besar ataupun kecil.

Kendaraan dari Bandung/Sumedang menuju Cirebon, Majalengka ataupun Indramayu, harus melalui Legok-Conggeang-Ujungjaya dan masuk ke Jalur Provinsi Cijelag-Cikamurang, begitupun sebaliknya.

“Namun karena adanya truk patah as di Desa Babakanasem, kondisi jalan kabupaten di ruas Conggeang-Ujungjaya pun mengalami macet. Sehingga kami harus memutar ke arah Buahdua melewati Sanca untuk menuju kantor,” ujar Camat Ujungjaya, Asep A Jaelani di Kantor Kecamatan Buahdua.

Dikatakan Asep, di jalan kabupaten ruas Buahdua-Sanca, juga terjadi kemacetan. Tepatnya di Tanjakan Sini, Desa Gendereh, Kecamatan Buahdua. “Di sana ada mobil mengalami ambles di jalan sehingga terjadi kemacetan juga,” tuturnya.(hsn/hrd/atp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.