Itje: Pembatalan Haji 2021 Bukan karena Utang

oleh -4 views
Hj Itje Siti Dewi Kuraesin

RAKYATCIREBON.ID – Anggota DPR RI Komisi VIII, Hj Itje Siti Dewi Kuraesin mengatakan, pembatalan keberangkatan haji tahun 2021 ini bukan karena utang.

Bahkan dalam rapat kerja dengan Menteri Agama beberapa waktu lalu, Anggota Fraksi Golkar ini menyebut, Indonesia tidak memiliki utang atau tagihan yang belum dibayarkan terkait pelaksanaan ibadah haji tahun 2021.

Dia mengimbau calon jemaah haji agar tidak perlu risau tidak perlu gundah gulana karena pembatalan ini.

“Uang yang bapak ibu yang disetorkan itu sangat aman dan kalau ada berita mengatakan karena ada utang itu tidak benar sama sekali,” ujar Itje saat menjadi narasumber dalam kegiatan diseminasi pembatalan haji Provinsi Jawa Barat Tahun 2021 di salah satu hotel yang ada di wilayah Kabupaten Majalengka, Senin (25/10).

Menurutnya, informasi pembatalan pemberangkatan haji ini telah tertuang dalam Keputusan Menteri Agama Nomor 660 Tahun 2021. Yakni, tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji Pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 2021.

Sedangkan dalam keputusan tersebut, pertimbangan sebagai alasan pembatalan, yakni faktor kesehatan, keselamatan, dan keamanan jemaah haji.

Yang terancam akibat pandemi Covid-19, di mana melanda hampir seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia dan Arab Saudi.

Pada waktu itu juga, sampai batas waktu yang direncanakan untuk persiapan keberangkatan jemaah haji, Kerajaan Arab Saudi belum mengundang pemerintah Indonesia untuk membahas dan menandatangani nota kesepahaman tentang persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2021.

“Jemaah yang batal berangkat tahun 2021 akan menjadi jemaah haji tahun 2022. Selain itu, jemaah haji yang gagal berangkat tahun 2021 bisa mengambil kembali biaya perjalanan ibadah haji yang sudah disetor ke pemerintah,” ucapnya.

Itje juga menyampaikan, terkait dengan informasi 11 negara yang boleh masuk Arab Saudi saat ini bukan untuk haji. Pemerintah Arab Saudi mengumumkan adanya 11 negara yang diperbolehkan untuk masuk ke Arab Saudi.

Kesebelas negara itu adalah Uni Emirat Arab, Jerman, Amerika Serikat, Irlandia, Italia, Portugal, Inggris, Swedia, Swiss, Perancis, dan Jepang.

Menurut Otoritas Kesehatan Masyarakat Saudi negara-negara tersebut dianggap telah mampu menunjukkan stabilitas dalam menahan penyebaran Covid-19.

“Kita berharap kondisi kesehatan dunia semakin membaik dan tentunya akan berdampak baik juga kepada kita khususnya terkait dengan Ibadah Haji maupun Ibadah umrah,” jelas dia.

Itje menambahkan, beberapa hari yang lalu, ia mendengar kabar gembira bahwa calon jemaah Indonesia akhirnya bisa kembali melakukan umrah dalam waktu dekat.

Hal ini dicapai, setelah Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi menandatangani nota diplomatik pada 8 Oktober 2021 yang membuka pintu bagi jemaah asal Indonesia untuk masuk ke negara tersebut.

Kesepakatan yang baik atau capaian ini bisa disepakati sejalan dengan perkembangan penanganan Covid-19 di Indonesia yang semakin baik.

“Saya mendengar di dalam kesepakatan tersebut juga disebutkan bahwa kedua pihak, yakni Indonesia dan Arab Saudi dalam tahap akhir pembahasan mengenai teknis pelaksanaan serta penyampaian data informasi yang menjelaskan informasi para pengunjung berkaitan dengan vaksin dan akan memfasilitasi proses masuknya jamaah.”

“Selain itu juga disebutkan, jemaah asal Indonesia wajib melakukan karantina selama lima hari jika tidak memenuhi standar kesehatan yang dipersyaratkan.”

Pihaknya meminta kepada Kementerian Agama beserta stakeholder terkait untuk menindaklanjuti kesepakatan tersebut. “Sehingga kita dapat memberangkatkan jemaah umrah atau nantinya jemaah haji di Tahun 2022,” imbuhnya.(hsn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.