Istri Luka Bacok, Polisi Tangkap Suaminya

oleh -2 views
OLAH TKP. Kapolsek Ligung AKP Umang Sumarsa (berjaket) bersama tim INAFIS Polres Majalengka melakukan olah TKP di peristiwa pembacokan di Blok Bagung Desa Ligung Lor, Kamis dinihari 19 Agustus 2021. FOTO: HASANUDIN/RAKYAT CIREBON

RAKYATCIREBON.ID – Masyarakat Blok Bagung Desa Ligung Lor, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, Kamis dini hari (19/8)  sekitar pukul 12.00 Wib geger. Itu gegara peristiwa berdarah yang terjadi di rumah keluarga Beny Badrudin (65).

Pada Rabu malam atau Kamis dini hari, terjadi peristiwa berdarah dimana korban Rumsari, mengalami luka sayat yang panjang di leher sebelah kanan. Pelaku diduga masih orang dekat atau suaminya sendiri bernama Beny Badrudin.

Masyarakat yang panik segera memberi pertolongan kepada korban, sembari mengamankan pelaku yang diduga masih suaminya sendiri. Namun sayang pelaku berhasil lolos dari kepungan warga setempat.

Kapolsek Ligung AKP Umang Sumarsa, yang menerima laporan dari warga adanya peristiwa berdarah, dengan cepat meluncur ke TKP. Langkah yang diambil polisi adalah mengamankan barang bukti dari TKP dan menyelamatkan korban dengan membawanya ke RS Sumber Waras, mengingat luka yang cukup parah.

Setelah mengumpulkan keterangan dari beberapa saksi, maka petugas dari Polsek Ligung melakukan pengejaran terhadap pelaku, yang diprediksi lari ke arah barat. Tak berselang lama, sekitar 1 jam Beny Badrudin yang diduga pelaku berhasil ditangkap di tempat persembunyiannya di TPU Wanasalam, berjarak 3 Km dari TKP.

Beny langsung diamankan oleh petugas untuk diperiksa lebih lanjut. Namun untuk menghindari amukan atau kemarahan warga, sementara pelaku Beny dititipkan di sel tahanan Polsek Jatiwangi, tidak ditahan di Polsek Ligung.

Kapolsek Ligung AKP Umang Sumarsa kepada wartawan membenarkan peristiwa berdarah yang terjadi di Blok Bagung Desa Ligung Lor. Peristiwa terjadi sekitar tengah malam menjelang Kamis dini hari. Di mana korban berinisial R (45) mengalami luka sayat yang panjang di leher sebelah kanan. Pelakunya diduga suaminya sendiri bernama Beny Badridin (65).

Masih dikatakan AKP Umang, polisi dengan gerak cepat mengamankan barang bukti di TKP, sekaligus mengejar pelaku yang diduga suaminya sendiri.

“Alhamdulillah hanya butuh waktu 1 jam Beny Badrudin, yang diduga pelaku pembacokan bisa ditangkap. Saat ini pelaku dititipkan di sel tahanan Polsek Jatiwangi, menghindari dari amukan warga setempat,” ucap Kapolsek Umang.

Terkait motif dari pembacokan itu sendiri kata Kapolsek Umang, polisi masih melakukan penyelidikan. Saat ini beberapa saksi turut diperiksa, termasuk dari kalangan keluarga korban. Nanti setelah keterangan lengkap rekan rekan wartawan juga diberi tahu.

“Untuk sementara motif dari pembacokan itu sendiri masih dalam penyelidikan. Biarkan kami bekerja agar semuanya menjadi terang benderang, sedangkan barang bukti yang diamankan diantaranya, golok, baju dan daster yang kesemuanya berlumuran darah,” pungkas Kapolsek Umang.

Namun sayang wartawan hanya bisa mengorek sekelumit keterangan dari anak kandung korban bernama Ilma Nugrahayati (25), yang mengatakan memang hubungan orang tuanya sejak tahun 2016 sedikit kurang harmonis. Terakhir ibunya Rumsari (korban) mengantar ayahnya (pelaku) berobat ke dokter. Namun di tengah perjalanan terjatuh dari motor.

Dikatakan Ilma, malam kejadian ayahnya minta diantar berobat lagi ke dokter, namun sang ibu menolak karena masih sakit akibat jatuh dari motor Minggu kemarin.

Entah apa asal mulanya tiba-tiba di tengah malam ibunya minta tolong dan nampak lehernya berlumuran darah. Sementara sang ayah mau lari dengan membawa sepeda motor. Cuma oleh suami Ilma bernama Very Kurniawan segera mengejar dan mendorong ayahnya sehingga motornya terjatuh. Cuma sang ayah Beny berhasil kabur.

“Ya itu sementara yang saya tahu. Kalau penyebab dari peristiwa berdarah saya sendiri kurang tahu,” ujar Ilma selepas diperiksa sebagai saksi di Polsek Ligung, Kamis (19/8).

Terpisah, korban (Rumsari) saat ini masih menjalani perawatan di RS Sumber Waras Cirebon. Wartawan belum bisa menggali keterangan yang lebih dalam, karena masyarakat di sekitar juga enggan memberikan keterangan resmi. (hsn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.