Ingin Sejarah Sambimaya Terungkap, Bupati Nina Lihat Langsung Proses Ekskavasi

oleh -23 views
MENARIK. Bupati Nina Agustina melihat langsung proses ekskavasi temuan dugaan candi di Blok Dingkel, Desa Sambimaya, Kecamatan Juntinyuat, Indramayu. FOTO: TARDIARTO AZZA

RAKYATINDRAMAYU.ID – Proses ekskavasi yang di Situs Dingkel, Desa Sambimaya, Kecamatan Juntinyuat menyita perhatian Bupati Indramayu, Nina Agustina. Para arkeolog diminta untuk bisa mengungkap sejarah peradaban melalui penelitian di lokasi temuan diduga candi tersebut.

Hal itu disampaikan bupati saat melihat langsung proses ekskavasi yang dilakukan oleh para arkeolog, Senin (7/6). Saat itu bupati mendapat penjelasan rinci dari Kepala Balai Arkeologi (Balar) Jawa Barat, Deni Sutrisna, dan Ketua Tim Penelitian Arkeologi, Nanang Saptono.

Kepada para arkeolog, Bupati Nina meminta agar dapat secepatnya mengungkap sejarah peradaban di Sambimaya tersebut. Bahkan ia menargetkan dapat terungkap dalam hitungan 12 bulan.

Sehingga masyarakat Indramayu dapat mengetahui silsilah dan sejarah dari jejak-jejak peradaban masa lalu di Situs Dingkel Sambimaya.

Bupati juga menargetkan agar Situs Dingkel Sambimaya bisa dapat dijadikan sebagai obyek wisata budaya secepatnya. “Sangat menarik ini, dan agar dapat segera terungkap sejarah peradaban kuna di Sambimaya ini. Ditargetkan 12 bulan ya pak, agar bisa terungkap,” ujarnya.

Kepala Balar Jawa Barat, Deni Sutrisna mengajak Pemerintah Kabupaten Indramayu untuk bersama sama mewujudkan kawasan Situs Dingkel Sambimaya sebagai kawasan budaya. Untuk itu perlu dibentuk tim terpadu dari Pemkab Indramayu, Balar Jawa Barat, BPCB Banten, dan TACB Indramayu terkait tinggalan di lokasi temuan tersebut.

“Pembebasan lahan di sekitar situs merupakan prioritas utama untuk segera dilakukan oleh pemerintah setempat. Sehingga tinggalan yang saat ini masih tertimbun dapat segera terungkap melalui kegiatan arkeologis,” paparnya.

Sementara itu, penelitian arkeologi yang berlangsung sejak tanggal 24 Mei hingga 9 Juni 2021 tersebut, tercatat telah berhasil menemukan dua struktur bangunan berukuran besar berikut anak tangganya.

Tim juga menemukan fragmen keramik asing yang diperkirakan berasal dari masa Dinasti Ming, dan pecahan gerabah lokal bercorak gores. “Juga menemukan fragmen tulang bovidae jenis sapi atau kerbau,” pungkasnya. (tar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.