Imbas Corona Bagi Organda, Omset Turun Drastis

oleh -9 views
TURUN DRASTIS. Sekretaris Organda Kabupaten/Kota Cirebon, Karsono sebut sektor transportasi mengalami kerugian besar selama pandemi.
TURUN DRASTIS. Sekretaris Organda Kabupaten/Kota Cirebon, Karsono sebut sektor transportasi mengalami kerugian besar selama pandemi.

RAKYATCIREBON.ID – Ada penurunan omset. Dikalangan pengusaha jasa transportasi umum selama masa Pandemi Covid-19. Penurunannya cukup signifikan. Hampir mencapai 100 persen.

Hal itu disampaikan Sekretaris Organda Kabupaten/Kota Cirebon, Karsono. Menurutnya omset pengusaha bus menurun 75 hingga 100 persen akibat dampak pandemi Cobid-19. Apalagi bagi pengusaha jasa transportasi pariwisata.

“Untuk angkutan penumpang, penurunan omset 75 sampai 100 persen. Ditambah kemarin liburan Natal dan tahun baru. Kami hancur. Gak ada sama sekali pemasukan,” tuturnya.

Penurunan omset mulai terjadi ketika diumumkannya pasien Covid-19 pertama. Disusul dikeluarkannya kebijakan jaga jarak (physical distancing) oleh pemerintah PSBB, PPKM serta ditutupnya tempat pariwisata. Sehingga angkutan terhenti.

Ia menyatakan pihak yang paling terkena dampak dari adanya wabah virus covid-19 disektor transportasi adalah pekerja bagian operasional. Sebab jika mereka tidak bekerja, maka tidak mendapatkan gaji.

“Kami rasakan untuk seluruh awak kami  yang berkaitan dengan operasional yang tidak bekerja. Maka tidak dibayar. mereka sungguh kasihan. Meski berbagai perusahaan melakukan back up tapi saya rasakan ini tidak akan berlangsung panjang,” kata dia.

Karsono pun menceritakan, pengalamannya ditahun-tahun sebelumnya. Tepatnya saat tahun baru. Saat-saat itu, kata dia menjadi “panen” nya para pengusaha transfortasi. Tapi yang terjadi, dimasa pandemi diluar dugaan. Semua hangus. Sepi. Tidak ada order.

“Tahun ini sepi sekali. Order tidak ada. Tempat pariwisata semua ditutup. Sedih sekali,” ungkapnya.

Untuk itu pihaknya berharap pemerintah dapat segera mengeluarkan kebijakan. Agar mampu membantu para pekerja dibidang transfortasi yang sedang mengalami pelemahan ditengah pandemi covid.

“Hal-hal ini yang kami rasakan. Kalau industri transportasi tanpa ditopang akan terjadi sesuatu yang berat. Pasti recoverynya sangat berat,” pungkasnya. (zen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *