ICMI Dorong Riset Krestifitas dan Inovasi untuk Ciptakan Sosiodigitalpreneur Pemuda dan Mahasiswa

oleh -66 views

RAKYATCIREBON.ID – Koordinator ICMI Cirebon Raya H Ali Wahyuno melalukan kunjungan ke Universitas Wiralodra (UNWIR) Indramayu, akhir pekan lalu. Kunjungan ini dalam rangka menjalin kerjasama kemitraan merancang program-program kerjasama untuk mencerdaskan memajukan memakmurkan dan mensejahterakan masyarakat yang diaktori oleh mahasiswa-mahasiswi calon pemimpin dan pewaris negeri.

Ali Wahyuno berharap adanya riset regional planning dan kerjasama pelatihan kelembagaan sistem dan menejemen untuk meningkatkan kreativitas mahasiswa dan pemuda agar berinovasi mandiri dan mampu berkompetisi global.

“Serta menjadi sosiopreneur dan menciptakan produk-produk unggulan,” ujar pria yang juga Wakil Ketua 1 ICMI ORDA Kabupaten Cirebon ini.

Rektor UNWIR Indramayu, Dr H Ujang Suratno SH MH menyambut positif dan siap bekerjasama untuk menuju kampus merdeka yang kreatif dan inovatif bisa melahirkan sosiopreneur dan produk-produk unggulan regional untuk meningkatkan nilai tambah dan pendapatan masyarakat dan daerah. Dengan sistem menejemen yang baik untuk bisa masuk ke pasar regional dan global.

Selanjutnya Kata Ujang Suratno yang juga sebagai Wakil Ketua ICMI ORWIL Jawa Barat bahwa Program Kampus Merdeka mendorong pengelola perguruan tinggi dan peserta didik untuk melakukan kegiatan belajar di luar spektrum pembelajaran di ruang kelas termasuk riset.

“Peranserta dan dukungan aktif dari perguruan tinggi kepada peserta didik untuk melakukan riset diharapkan mampu mengeliminasi sekat-sekat yang sebelumnya menghalangi mereka melakukan penelitian terhadap isu-isu yang diminati,” jelas Ujang.

Kata Ujang selanjutnya Kampus Merdeka bisa mendorong perguruan tinggi dan peserta didik di Indonesia lebih berani melakukan kajian di berbagai kreatifitas dan inovasi dengan menciptakan sisiodigitalpreneur di kalangan mahasiswa dan pemuda.

Kerjassma dan dukungan positif dari pemerintah baik Kabupaten/Kota, Provinsi dan Pusat ini harus dimaksimalkan agar semakin meningkatkan kualitas perguruan tinggi dan peserta didik.

Kami yakin program Kampus Merdeka mendorong peneliti, termasuk peserta didik di kampus untuk menghasilkan kajian serta inovasi di beragam potensi produk unggulan daerah yang saat ini belum terekspos di masyarakat. Program Kampus Merdeka juga mendorong inovasi dan kajian baru terkait pengurangan risiko pada isu lingkungan,” kata Ujang.

Ujang Suratno menjelaskan bahwa inovasi serta penelitian di bidang bioteknologi harus lebih banyak didorong oleh universitas karena berpotensi besar mengurangi risiko kesehatan dan lingkungan.

“Dalam konteks pengurangan bahaya lingkungan, penelitian terkait restorasi ekosistem daratan, hutan, dan ekosistem laut dalam skala nasional dan global melalui riset trans atau meta disiplin dapat menjadi awal solusi penyelesaian masalah lingkungan dan mendulang keuntungan dari proses konservasi pemanfaatan secara berkelanjutan dan pembagian keuntungan,” paparnya.

Mantan Direktur Kebijakan Penelitian dan Kerja Sama Badan Kesehatan Dunia (WHO), Profesor Tikki Pangestu, mengungkapkan konsep pengurangan risiko merupakan salah satu topik yang masih minim diteliti oleh perguruan tinggi di Indonesia. Padahal, konsep ini menawarkan strategi promosi kesehatan untuk mengurangi konsekuensi berbahaya dari perilaku berisiko.

“Dengan manfaat besar yang diberikan oleh konsep ini, perguruan tinggi dan peserta didik harus mulai tergerak untuk melakukan penelitian lebih lanjut demi terciptanya perbaikan kualitas publik,” ucap Tikki.

Dalam paparannya, Dr Riza membahas mengenai tantangan yang tengah dihadapi oleh dunia industri Indonesia saat ini yaitu adanya upaya global untuk mengurangi dampak risiko industri melalui regulasi dan kampanye norma baru bagi industri yang dianggap berdampak negatif.

Perkembangan ini memiliki pengaruh signifikan bagi Indonesia dengan sejumlah komoditas yang dikategorikan memiliki eksternalitas kesehatan dan lingkungan seperti sawit, tekstil, otomotif dan industri lainnya yang berbahan bakar fosil batubara dan minyak.

“Untuk itu kita harus bisa menciptakan produk unggulan yang ramah lingkungan berkualitas baik beteknologi tinggi dan diminati pasar regional maupun global,” katanya.

Dukungan dan peran universitas dibutuhkan untuk turut membantu pemerintah merumuskan strategi transisi dan transformasi industrial agar komoditas-komoditas dan industri sektoral kunci tersebut dapat menyesuaikan diri dengan lanskap regulasi global dan domestik. (wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.