Hujan Lebat, BMKG Prediksi Banjir di 23 Provinsi

oleh -6 views
PERINGATAN. BMKG mengeluarkan peringatan dini, Selasa (9/2). BMKG mengumumkan sejumlah daerah yang masih berpotensi diguyur hujan lebat yang bisa berdampak banjir, berlaku sejak 9-11 Februari 2021.

RAKYATCIREBON.ID – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini, Selasa (9/2).

BMKG mengumumkan sejumlah daerah yang masih berpotensi diguyur hujan lebat yang bisa berdampak banjir, berlaku sejak 9-11 Februari 2021.

Kepala Bidang Diseminasi Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG Harry T Djatmiko mengatakan, daerah yang masih berpotensi hujan lebat yang disertai petir atau kilat dan angin kencang pada Selasa (9/2) antara lain Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan.

Kemudian Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Maluku dan Papua.

Kondisi yang sama juga berpotensi terjadi di daerah-daerah tersebut pada 10 hingga 11 Februari, kecuali Aceh dan Sumatera Utara. Sementara wilayah yang berpotensi hujan yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang pada 9 Februari yaitu DKI Jakarta, Maluku Utara dan Papua Barat.

Pada 10 Februari berpotensi terjadi di Riau, DKI Jakarta, Kalimantan Selatan dan Sulawesi Tengah hingga 11 Februari juga termasuk Sulawesi Selatan. Berdasarkan potensi hujan dan hujan lebat di sejumlah daerah tersebut, perlu diwaspadai adanya dampak banjir maupun banjir bandang.

Daerah yang berpotensi terjadi banjir ialah Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur yang berstatus siaga. Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, DKI, Jakarta, DI Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan Papua bersatus waspada.

Sebelumnya BMKG juga telah memprakirakan puncak musim hujan terjadi pada Januari-Februari 2021, disertai dengan fenomena La Nina dan sejumlah fenomena lainnya yang berdampak terjadinya cuaca ekstrem. (antara/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *