Hasil Kajian Pemkab dan Unpad, Calon Ibukota Indramayu Barat di Kroya

oleh -6 views
DIBAHAS. Asda Pemerintahan Setda Indramayu, Jajang Sudrajat pimpin rakor CDOPB Kabupaten Indramayu Barat. FOTO: TARDIARTO AZZA/RAKYAT CIREBON

RAKYATCIREBON.ID – Berdasarkan kajian kapasitas daerah yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Indramayu bekerjasama dengan tim dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, diperoleh hasil yang mengejutkan. Kecamatan Kroya dipastikan menjadi calon ibukota Kabupaten Indramayu Barat (Inbar) setelah memperoleh nilai tertinggi dalam kajiannya.

Dengan adanya kabar itu, impian sebagian masyarakat Kabupaten Indramayu wilayah barat untuk memperoleh pelayanan pemerintahan yang dekat dengan tempat tinggal mereka sepertinya akan segera terwujud. Upaya menggagas pemekaran Kabupaten Inbar yang dimulai sejak tahun 1999, kini mulai ada titik terang.

Proses panjangnya sudah lama diupayakan melalui Panitia Pembentukan Kabupaten Indramayu Barat yang diketuai Sukamto. Sedangkan pemaparan usulan Calon Daerah Persiapan Otonomi Baru (CDOPB) Kabupaten Indramayu Barat dan Kabupaten Bogor Timur telah dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil di hadapan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat pada 26 Februari 2021 lalu.

Asisten Pemerintahan (Asda I) Setda Indramayu, Jajang Sudrajat menyampaikan, DPRD Provinsi Jawa Barat menindaklanjuti pemaparan gubernur dengan menunjuk Komisi I DPRD sebagai tim yang menangani. Kini proses itu mulai memasuki masa pembahasan oleh Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat yang dimulai pada 29 Maret 2021 lalu dan akan berakhir pada 16 April 2021.

“Pada masa pembahasan, salah satu kegiatan yang akan dilakukan adalah peninjauan langsung lokasi calon ibukota Kabupaten Indramayu Barat oleh Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat. Rencanyanya kunjungan dilakukan pada 8-9 April 2021,” jelasnya saat membuka Rapat Koordinasi CDOPB Kabupaten Indramayu Barat yang diselenggarakan oleh Bagian Otonomi Daerah Setda Kabupaten Indramayu, kemarin (6/4).

Untuk pendampingan kunjungan Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat ke Kabupaten Indramayu, diharapkannya semua perangkat daerah terutama camat Kroya dapat mempersiapkan data dan indikator lainnya. “Saya harap camat Kroya dapat mempersiapkan lokasi yang akan ditinjau nanti. Jika dibutuhkan dokumen dan indikator lainnya juga harus dipersiapkan,” tegasnya.

Sementara berdasarkan kajian kapasitas daerah yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Indramayu bekerjasama dengan tim dari Unpad Bandung diperoleh hasil yang mengejutkan. Kecamatan Kroya memperoleh nilai tertinggi dan berpeluang dijadikan calon ibukota Kabupaten Indramayu Barat.

Menurut Ketua Tim Kajian Unpad, Prof DR H Nandang AD SH MHum, penetapan calon ibukota Kabupaten Inbar dipilih karena memperhatikan kondisi geografis (34 persen), kesesuaian dengan rencana tata ruang (17,2 persen), ketersediaan lahan (10,3 persen), kondisi sosial budaya dan sejarah (2,9 persen), kondisi politik dan keamanan (4 persen), serta aksesibilitas layanan (31,6 persen). “Rencana pemekaran Kabupaten Indramayu Barat akan mencakup 10 kecamatan,” paparnya.

Sedangkan hasil kajian dan penghitungan skor dari 10 kecamatan, 4 kecamatan menempati peringkat tertinggi. Yaitu Kecamatan Kroya (4,01), Kecamatan Gabuswetan (3,95), Kecamatan Haurgeulis (3,45), dan Kecamatan Kandanghaur (3,42). Untuk lokasi ibukota kabupaten akan dibangun tepatnya di Blok Rendong, Desa Sukaslamet dengan menempati lahan sekitar 300 hektar. (tar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *