Hari Pertama Masuk Sekolah; Kelas masih Penuh, Perlu Diatur Lagi

oleh -12 views
PANTAU. Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Drs Agus Mulyadi MSi melakukan pemantauan pelaksanaan hari pertama PTM.

RAKYATCIREBON.ID – Setelah melalui serangkaian persiapan, sampai menunggu level PPKM mendukung, akhirnya sekolah-sekolah di Kota Cirebon mulai menerapkan sistem Pembelajaran Tatap Muka (PTM), Senin (6/9).

Sekretaris Daerah Drs Agus Mulyadi MSi melakukan pemantauan pelaksanaan hari pertama PTM. Mulai tingkat SD di SDN Kartini, tingkat SMP di SMPN 1 Kota Cirebon, tingkat SMA di SMAN 1 Kota Cirebon, sampai di MTs dan MAN 1 Kota Cirebon.

Dari hasil pantauan, protokol kesehatan yang menjadi indikator utama pelaksanaan PTM di sekolah, diterapkan secara ketat di hari pertama. Pemerintah Daerah Kota Cirebon pun ketat memperhatikan. Karena pihaknya tak ingin dibukanya sekolah yang tidak dibarengi prokes ketat, akan berpotensi terhadap meningkatnya kasus baru Covid-19.

Tak hanya Sekretaris Daerah, Wakil Walikota Cirebon, Dra Hj Eti Herawati pun turun langsung melakukan pemantauan. Wawali terlihat turun ke SDN Kramat, SDN Kebon Melati serta SDN Kesenden.

“Saya lihat tadi semua berjalan lancar. Prokes juga diterapkan sangat ketat,” ungkap Eti.

Kepada semua sekolah yang dikunjungi, Eti juga mewanti-wanti terkait kepatuhan terhadap prokes agar tetap dilakukan.

“Tidak hanya di hari pertama saja, ke depan harus tetap seperti ini. Sehingga PTM bisa berjalan dengan baik dan tidak menjadi tempat baru penyebaran Covid-19,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Drs Agus Mulyadi MSi melihat respons baik dari sekokah yang dikunjunginya. “Alhamdulillah, ini hari pertama PTM di Kota Cirebon, semua terlihat lancar,” kata Agus.

Secara umum, lanjut Agus, jika melihat ketentuan PPKM level 3, saat ini Kota Cirebon termasuk di dalamnya, untuk teknis pengaturan pembelajaran diserahkan kepada sekolah masing-masing. Untuk kemudian disesuaikan dengan karakter dan kondisi lingkungan mereka.

Beberapa catatan pada pelaksanaan PTM hari pertama, dijelaskan Agus, di antaranya untuk SMPN 1 Kota Cirebon, meskipun sudah menerapkan 50 persen di setiap kelas, namun masih terlihat penuh. Sehingga diperlukan lagi pengaturan pembelajaran.

Selain itu, dari segi lokasi, SMPN 1 dan SMPN 2 Kota Cirebon berada di lokasi yang saling berhadapan. Sehingga kedua sekolah harus berunding untuk pengaturan kedatangan dan kepulangan. Agar saat siswa datang maupun pulang, tidak terlihat berkerumun.

“Kita berharap dengan dibukanya kembali PTM, kualitas belajar akan lebih bagus lagi. Tapi yang harus kita jaga, agar penyebaran Covid-19 ini tetap melandai,” kata Agus.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Kota Cirebon, Dr Nendi mengapresiasi Satgas Covid-19 Kota Cirebon yang telah mengizinkan digelarnya kembali PTM. Terlebih SMAN 1 Kota Cirebon sudah sejak jauh-jauh hari mempersiapkan diri melaksanakan tatap muka. Bahkan sudah pernah memulai, namun terbentur penerapan PPKM Darurat.

“Kita (SMAN 1 Kota Cirebon, red) hari ini mulai menerapkan PTM dengan kapasitas setiap kelas 50 persen. Mudah-mudahan ke depan terus berjalan dengan lancar. Kita sudah berusaha maksimal untuk semua ketentuan yang dipersyaratkan,” kata Nendi.

Di SMAN 1 sendiri, kata Nendi, prokes sudah mulai diberlakukan sejak siswa memasuki lingkungan sekolah. Sebelum masuk kelas, setiap siswa harus melewati screening suhu di pintu masuk. Jika suhu tubuh di atas 37, maka diarahkan ke gazebo dan tidak diizinkan masuk ke kelas.

Selain itu, masih di pintu masuk, siswa juga diwajibkan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir yang telah disiapkan sebelum masuk ke kelas masing-masing.

“Hari pertama ini tidak ada yang suhunya di atas 37. Alhamdulillah anak-anak antusias,” tutup Nendi. (sep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.