Hari Ini, Nopol Ganjil Jangan ke Tengah Kota, Ojol dan Angkot Bebas Akses

oleh -4 views
UJI COBA. Kapolres Ciko, AKBP Imron Ermawan bersama Sekda Kota Cirebon, Agus Mulyadi saat meninjau uji coba ganjil-genap hari kedua. FOTO: ASEP SAEPUL MIELAH/RAKYAT CIREBON

RAKYATCIREBON.ID – Sistem ganjil-genap (Ga-Ge) mulai diterapkan di delapan ruas jalan Kota Cirebon, tanggal 16 Agustus 2021 hari ini. Karena penerapannya di tanggal genap, maka plat nomor polisi ganjil pada angka belakang, di hari pertama, dilarang ke tengah kota, memasuki delapan ruas yang ditetapkan.

Dari pantauan Rakyat Cirebon, sejak hari pertama uji coba sampai Minggu kemarin, petugas kepolisian bersama Dinas Perhubungan Kota Cirebon terus menyempurnakan sarana dan prasarana sistem ganjil-genap. Seperti rambu-rambu petunjuk dan banner pemberitahuan. Karena berdasarkan catatan saat uji coba, masih banyak pengendara yang kebingungan soal sistem ganjil-genap.

Dalam penerapan ganjil-genap ini, beberapa kendaraan bermotor yang dikecualikan  di antaranya ojek online (ojol) dan angkot. Artinya, bagi aktivitas perekonomian masih bisa berjalan. Ojol dan angkot bebas ganjil-genap. Bahkan, mal juga sudah dibuka.

“Dua hari kita sudah uji coba. Hari Minggu kita cooling down. Senin kita terapkan,” jelas Kapolres Cirebon Kota, AKBP Imron Ermawan saat meninjau uji coba hari kedua, Sabtu (14/8).

Masih menurut Imron, penerapan sistem ganjil-genap ini bukan untuk membatasi aktivitas masyarakat. Melainkan menjadi upaya untuk bisa menekan angka penyebaran Covid-19 melalui pengurangan mobilitas kendaraan. “Jangan sampai kasus di Kota Cirebon yang saat ini melandai, naik kembali,” kata Imron.

Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Drs H Agus Mulyadi MSi menerangkan, secara umum setelah dua hari dilakukan uji coba di delapan titik, penerapan ganjil-genap sudah baik dan arus lalu lintas tetap mengalir, sehingga sudah siap diterapkan. “Secara umum bagus, lalu lintas mengalir dan terkendali,” ungkap Agus.

Beberapa catatan dari hasil uji coba, lanjut Agus, sistem ganjil-genap ini harus tetap terus disosialisasikan ke masyarakat. Karena saat dipantau, masih ada yang diputar balik tanda belum tersosialisasi dengan baik.

“Terkait rambu-rambu, perlu ada penambahan. Agar masyarakat sebelum melewati jalur ganjil-genap sudah mengetahui. Minimal 100 meter sebelum titik, itu sudah diinformasikan. Sehingga masyarakat dapat memilih alternatif,” paparnya.

Atas penerapan sistem ganjil-genap ini, Agus pun memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Dia mengajak masyarakat untuk sama-sama mendukung upaya pemerintah dalam menekan laju penyebaran Covid-19. Termasuk salah satunya kebijakan ganjil-genap yang akan mulai diterapkan.

“Tujuan dari kebijakan ini untuk menekan angka penyebaran Covid-19. Kami juga memohon maaf kepada masyarakat yang terganggu,” pungkasnya.

Senada dikatakan Walikota Cirebon, Drs H Nashrudin Azis SH. Menurutnya, tujuan akhir dari pemberlakuan ganjil-genap adalah penurunan kasus Covid-19. Langkah itu dinilai tepat, karena pembatasan mobilitas selama PPKM Darurat hingga berlevel berhasil menurunkan tren kasus Covid-19.

“Sehingga perlu dilanjutkan untuk bagaimana membatasi mobilitas masyarakat. Yang jelas, tidak mungkin ada pemimpin yang ingin menyengsarakan rakyatnya. Termasuk di Kota Cirebon,” kata Azis.

Ia menyadari, kebijakan ganjil-genap menuai pro dan kontra di tengah masyarakat. Selain disampaikan melalui media massa, media sosial, secara langsung kepadanya juga banyak yang menyampaikan kritik maupun pendapat.

“Saya sangat memahami pro dan kontra yang terjadi. Tapi inilah cara. Ibaratnya obat rasanya pahit sesaat tapi untuk menyembuhkan. Dan tegas saya mintakan, jangan ada sanksi tilang. Jadi sanksinya diputarbalik arah,” tuturnya.  (sep/jri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.