Hanya 22 Hari Jadi Staf Ahli Walikota

oleh -1 views
Amankan Agenda PON, Dana Kartiman Dikembalikan ke Disporbudpar


KEJAKSAN – Bila beberapa waktu lalu Presiden Joko Widodo membuat kejutan dengan mencopot Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Archandra Tahar dalam rentang waktu hanya 20 hari setelah dilantik. Kebijakan hampir menyerupai diambil Walikota Cirebon, Drs Nasrudin Azis SH.

dana kartiman
Dana Kartiman. dok. Rakyat Cirebon



Secara mengejutkan, Walikota Azis akan memindahkan Drs Dana Kartiman dari jabatan staf ahli walikota.

Padahal, Dana baru duduk di kursi jabatan itu tepat 22 hari, terhitung 15 Agustus lalu sampai Selasa (6/9) hari ini.

Rencananya, mulai hari ini, Dana tidak akan lagi menjabat Staf Ahli Walikota Bidang Kemasyarakatan dan SDM.

Dana rencananya akan dikembalikan ke jabatan sebelumnya, yaitu kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporbudpar) Kota Cirebon.

Sedangkan, Drs H Hayat MSi yang pada 5 Agustus lalu dilantik menggantikan Dana, akan kembali duduk sebagai staf ahli walikota. Dana dan Hayat akan kembali bertukar posisi.

Saat dikonfirmasi, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Drs Asep Dedi MSi membenarkan, hari ini, walikota akan melantik dua pejabat eselon II pada posisi yang baru.

Keduanya, disebutkan Asep Dedi, yakni Dana Kartiman dan Hayat. Ia mengakui, hasil mutasi besar-besaran yang dilakukan walikota pada 5 Agustus lalu, terdapat koreksi.

“Kemarin ada koreksi. Khususnya posisi kepala Disporbudpar. Pak Hayat kan sedang sakit. Kondisi kesehatannya tidak memungkinkan untuk menjalankan tugas itu,” ungkap Asep Dedi.

Oleh karena kondisi kesehatan Hayat yang tak memungkinkan untuk menjalankan tugas berat menjadi kepala Disporbudpar, sambung Asep Dedi, akhirnya walikota memutuskan untuk mengembalikan Hayat ke posisi semula, berbarengan dengan dikembalikannya Dana Kartiman ke jabatan kepala Disporbudpar.

“Jadi, pertimbangan Pak Walikota, daripada dosa, akhirnya ditukar lagi dengan Pak Dana Kartiman. Nanti Pak Hayat kembali lagi ke posisi staf ahli walikota. Apalagi dengan kesibukan seperti ini. Salahsatunya persiapan PON (Pekan Olahraga Nasional, red), beliau (Hayat, red) tidak mungkin bisa mobile kesana kemari,” jelasnya.

Terlebih, masih kata dia, Dana Kartiman merupakan orang penting dalam persiapan pelaksanaan PON di Kota Cirebon.

Sejak awal persiapan, Dana Kartiman didapuk sebagai Sekretaris Sub PB PON ke-XIX Jawa Barat untuk Kota Cirebon.

“Salahsatunya juga karena Pak Dana ikut dalam persiapan PON sejak awal,” katanya.

Disinggung soal keputusan awal memindahkan Hayat dari staf ahli walikota ke posisi kepala Disporbudpar, Asep Dedi mengaku, saat itu pihaknya belum menerima laporan terperinci soal kondisi kesehatan Hayat.

“Pada saat itu kita belum ada laporan sakitnya seperti apa. Tapi ternyata, setelah komunikasi dengan Pak Hayat dan pertimbangan dokter, tidak boleh kena capek, ya sudah keputusan itu (mengembalikan Hayat ke posisi staf ahli, red) diambil,” katanya.

Sementara itu, Dana Kartiman sendiri mengaku, dirinya sudah mendapati informasi bahwa ia akan kembali menjabat kepala Disporbudpar. Hanya saja, sampai kemarin sore, ia belum menerima undangan pelantikan.

“Saya belum menerima undangannya. Tapi memang Pak Hayat sedang sakit. Saya dengan beliau sangat dekat,” katanya.

Untuk diketahui, Dana Kartiman ikut dalam pelantikan susulan pada 15 Agustus lalu.

Ia bersama 6 pejabat lainnya dilantik menyusul, karena ketika mutasi besar-besaran pada 5 Agustus, ia tak bisa hadir lantaran ada sesuatu keperluan yang tak bisa ditinggalkan. (jri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.