Gusmul Dinobatkan Jadi Duta Baznas

oleh -6 views
SEMATKAN. Ketua Baznas, M Taufik S Ag menyematkan selempang Duta Baznas kepada Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Agus Mulyadi. FOTO: ASEP SAEPUL MIELAH

RAKYATCIREBON.ID – Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Drs Agus Mulyadi dinobatkan menjadi duta Baznas Kota Cirebon. Selasa (30/03) lalu, secara resmi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menyematkan selempang Duta Baznas kepada Sekretaris Daerah di ruangannya.

Ketua Baznas Kota Cirebon, M Taufik S Ag menuturkan, sesuai dengan ketentuan, duta Baznas di tingkat daerah memiliki beberapa tugas dan fungsi khusus.

Diantaranya, kata Taufik, Duta Baznas memiliki tugas untuk menyampaikan informasi serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga Baznas.

Selain itu, Duta Baznas juga bertugas untuk ikut berperan aktif memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait dengan pentingnya Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS).

“Yang lebih penting, Duta Baznas ini harus memberikan pemahaman kewajiban berzakat bagi mereka yang sudah mencapai nishob,” jelas Taufik.

Dengan hadirnya Duta Baznas, lanjut dia, diharapkan bisa membawa perubahan terhadap pengumpulan, pengelolaan hingga penyaluran zakat di Kota Cirebon, mengingat potensi zakat di Kota Wali ini sangat besar jika bisa dimaksimalkan dengan baik.

Oleh karena itu, hadirnya Duta Baznas juga diharapkan bisa ikut menggali dan memaksimalkan potensi zakat yang besar di Kota Cirebon.

“Dengan ditetapkannya Duta Baznas, mudah-mudahan menjadi keberkahan bagi pengumpulan zakat. Terima kasih atas kesediaan pak sekda,” kata Taufik.

Sementara itu, Duta Baznas Kota Cirebon, Agus Mulyadi mengungkapkan, bukan hanya sekedar penunjukkan, namun penetapan dirinya sebagai Duta Baznas Kota Cirebon merupakan sebuah amanah dan kepercayaan yang harus dijalankan.

“Ini adalah sebuah kepercayaan kepada saya, juga amanah yang harus dijaga. Saya secara pribadi, saya berkomitmen menjalankan amanah ini,” ungkap Agus.

Melihat hal-hal yang menjadi tugas pokok dan fungsi Duta Baznas yang lebih dominan dalam hal sosialisasi dan edukasi mengenai perzakatan, lanjut Agus, sudah menjadi kewajiban, bahkan bukan hanya bagi Duta Baznas, melainkan bagi semua orang untuk ikut menyampaikan tentang wajibnya membayarkan zakat, serta infak dan sedekah bagi mereka yang memiliki harta lebih.

“Ini merupakan bagian dari tugas pemerintahan, semoga tidak hanya seremonial, melainkan yang paling ditunggu itu kiprahnya, artinya sebelum ada dan setelah ada Duta Baznas progresnya harus signifikan, itu tugas berat bagi saya,” kata Agus. (sep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *