Golkar Pandemi Momentum Untuk Saling Membantu

oleh -7 views

RAKYATCIREBON.ID – Pemberlakuan PPKM Darurat Jawa Bali yang dilaksanakan oleh Pemerintah Pusat, dalam menekan turunnya angka kasus covid 19, begitu sangat dirasakan oleh masyarakat khsusnya di Kabupaten Kuningan, karena kebijakan tersebut belum dibarengi dengan bantuan yang dapat meringankan beban masyarakat ketika segala aktifitasnya di batasi.

Masyarakat mengeluh dengan adanya PPKM darurat tersebut, karena masyarakat kecil khususnya harus mencari nafkah untuk menyambung hidup, yang sangat terasa sekali dampaknya adalah para pedagang kaki 5 yang mana kebanyakan mereka membuka usahanya rata-rata dari siang hari ke malam hari, dengan adanya PPKM mereka lebih memilih tidak berjualan, meski saat ini PPKM darurat sudah berganti menjadi PPKM level 3, namun tetap saja ada pembatasan aktifitas pedagang untuk berjualan sampai jam 8 malam.

Melihat situasi seperti itu, DPD Partai Golkar Kabupaten Kuningan merasa terpanggil untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang memerlukan, sabtu (24/7), Ketua DPD Golkar Kuningan Asep Setia Mulyana memimpin langsung memberikan bantuan dalam bentuk sembako untuk pedagang kaki 5 di komplek pertokoan jalan siliwangi.

“Kita mencoba membantu mengurangi beban saudara-saudara kita yang membutuhkan, bantuan ini juga di suport oleh kang Agun Gunanjar sebagai anggota DPR RI, dari teman-teman fraksi Golkar yang ada di DPRD,” kata Asep.

Menurut Asep, Golkar kuningan membagikan sembako dengan menggunakan mobil angkutan kota (angkot), golkar tidak hanya memberikan bantuan untuk pedagang kaki 5 yang ada di jalan siliwangi saja, akan tetapi memberikan bantuan pula untuk juru parkir, beberapa sopir angkot, satpol pp, Pemuda Muhamadiyah,GP ANSHOR serta KBNU beberapa kecamatan yang ada di kabupaten Kuningan.

“Partai Golkar memberikan bantuan sebanyak 500 paket sembako, vitamin C serta masker,” ujar Asep Armala sapaan akrabnya.

Dalam kesempatan itu, Ketua DPD juga berbincang dengan pedagang es cendol khas bandung mang ayi, terkait pendapatannya perhari ketika PPKM darurat diberlakukan. “aduh ripuh pak, sangat terasa dampaknya, saya biasa sehari 600.000 perhari dengan adanya PPKM darurat cuma dapat setengahnya, 300.000 perhari,” tutur mang Ayi.

Asep Armala berpesan kepada para pedagang kaki 5 untuk selalu melakukan protokol kesehatan dalam berdagang selalu menerapkan 5M, pola hidup sehat, serta divaksin.

“Saya  berpesan kepada para pedagang agar selalu taat prokes dengan menerapkan 5M, pola hidup sehat, serta di vaksin, dan yang tidak kalah penting apabila ada pelanggan yang tidak menggunakan masker agar para pedagang mengingatkan para pelanggannya untuk menggunakan masker, karna kasihan apabila mereka sakit atau terkena covid 19 harus istirahat nanti siapa yang mencari nafkah, jadi harus tetap jaga prokes,” pungkasnya.(ale)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.