Gencar Vaksinasi Tapi Belum Ngefek, Majalengka Masih Level 3

oleh -6 views
Bupati Majalengka, H Karna Sobahi

RAKYATCIREBON.ID – PPKM di Kabupaten Majalengka masih stagnan berada di level 3. Hal tersebut berdasarkan salinan Surat Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri Nomor 53 Tahun 2021 dari Satgas Covid-19 Kabupaten Majalengka, Selasa (19/10).

Meski sudah ada target vaksinasi, namun Kabupaten Majalengka masih belum beranjak dari PPKM level 3. Selain Majalengka, wilayah di Jawa Barat yang masih berada di PPKM level 3 yaitu, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Tasikmalaya, Sukabumi, Purwakarta, Kota Tasikmalaya.

Selanjutnya, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bandung, Kabupaten Subang dan Kabupaten Garut.

Sementara kabupaten/kota yang sudah masuk pada PPKM level 2 di Jawa Barat. Diantaranya, Kota Sukabumi, Kota Cirebon, Kota Bogor, Kota Bekasi, Kota Bandung, Kota Depok, Kota Cimahi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Bekasi.

Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Sumedang. Sedangkan, di yang masuk pada level 1 hanya ada dua kabupaten/kota. Yakni, Kabupaten Pangandaran dan Kota Banjar. Instruksi Mendagri tersebut berlaku sejak tanggal 19 Oktober hingga 1 November 2021 mendatang.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka, Agus Susanto menegaskan, dengan adanya SE yang menyatakan bahwa Kabupaten Majalengka, masih di PPKM level 3, pihaknya akan mempercepat vaksinasi.

“Oleh karena itu, kami mengimbau kepada warga masyarakat, agar ikut serta mensukseskan program vaksinasi supaya PPKM di Kabupaten Majalengka bisa kembali turun ke level 2 bahkan ke PPKM ke level 1,” jelasnya.

Sebelumnya, Pemda Majalengka melakukan tiga langkah yang dianggap strategis untuk menurunkan level PPKM di dari 3 ke 2 hingga bebas Covid-19 yakni melakukan tracing dan testing yang tepat dan akurat.

Selain itu melakukan vaksinasi serta menambah jaringan ketika vaksin kurang dan mendatangi sasaran calon vaksinasi ke rumah-rumah penduduk dengan target sasaran pelayanan per hari dosis 1 sebanyak 16.572 orang.

Hal tersebut mengemuka saat evaluasi pelaksanaan vaksinasi yang dilakukan Bupati Majalengka Karna Sobahi bersama Satgas Covid-19 Kabupaten Majalengka akhir pekan kemarin di Gedung Yudha Karya Abdi Negara, terkait masih rendahnya jumlah warga yang menjalani vaksinasi dosis 1 atau baru mencapai 32 persen saja.

Bupati Majalengka, Karna Sobahi mengatakan, kini Pemerintah Kabupaten Majalengka menyiapkan anggaran sebesar Rp 15 miliar lebih untuk pencapaian vaksinasi.

Dana tersebut bersumber dari BKKBN. Jika kurang, dana akan di tambah APBD dari mata anggaran Bantuan Tak terduga (BTT).

“Upaya pencegahan tetap harus dilakukan melalui 3 T, tracing testing dan treatment  serta 5 M, mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan serta mengurangi mobilitas, serta melaksanakan vaksinasi,” kata Karna sambil meminta stafnya segera menambah tim vaksinator untuk mempercepat target sasaran.

Menurutnya, untuk mempercepat pelaksanaan vaksinasi, manfaatkan strategi Puskesmas Nganjang ka Imah. Pastikan vaksin harus tersedia ketika akan melakukan gerakan vaksinasi. Data sasaran pastikan juga harus sudah ada dan valid.

Karena anggaran yang tersedia untuk biaya operasional  pelaksanaan vaksinasi cukup besar maka harus segera dirumuskan komponen apa saja  yang bisa dibayar dari dana Rp 15 miliar tersebut, di samping mobilitas dan pergerakan. “Advokasi harus terus dilakukan agar tidak ada lagi yang takut  untuk di vaksin,” ujar Karna. (hsn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.