Genangan Banjir Rusak Akses Jalan Antar Kabupaten

oleh -9 views
HANCUR. Ruas Jalan Jenderal Ahmad Yani di Kecamatan Haurgeulis yang menghubungkan Kabupaten Indramayu dan Subang rusak berat akibat terendam banjir.

RAKYATCIREBON.ID– Bencana banjir yang melanda sebagian besar wilayah Kabupaten Indramayu sejak sepekan terakhir menimbulkan banyak dampak, salah satunya akses jalan penghubung antar kabupaten menjadi rusak berat. Kerusakan jalan itu akibat rendaman banjir yang juga melumpuhkan sektor perekonomian.

Kondisi jalan yang mengalami kerusakan cukup berat itu diantaranya akses penghubung Kabupaten Indramayu dengan Subang. Bahkan masyarakat menyebutnya dengan istilah obyek wisata seribu lubang. Kerusakan itu sebagian terdapat di Jalan Jenderal Ahmad Yani yang melintasi pasar tradisional di Kecamatan Haurgeulis.

Sekitar satu kilometeran di sepanjang jalan itu mengalami kerusakan cukup parah. Kondisi permukaan jalannya berlubang dengan kedalaman mencapai 20 hingga 30 centimeteran disertai genangan air.

Ruas jalan yang menghubungkan Kabupaten Indramayu dan Subang ini merupakan akses transportasi cukup vital. Karena berbagai jenis kendaraan melintasinya, termasuk menjadi akses rute trayek angkutan umum penumpang.

Bahkan jalan tersebut digunakan masyarakat setempat untuk aktivitas perekonomian. Sehingga dengan kondisi saat ini sangat memengaruhi laju perekonomian masyarakat di wilayah tersebut.

Menurut seorang warga, Ali Rahman (40), karena kondisi jalan berlubang akibat banjir yang terjadi dalam sepekan terakhir menimbulkan banyak dampak di masyarakat. Tidak terkecuali pendapatan dirinya sebagai tukang becak yang drastis mengalami penurunan.

“Kalau dibandingkan sebelumnya pendapatan saya lumayan. Banyak lubang yang dalam tertutup air. Kalau ada tarikan dan kita paksakan melintas sudah dipastikan peleknya akan rusak,” keluh tukang becak yang mangkan di sekitaran pasar tradisional di Kecamatan Haurgeulis ini.

Keluhan serupa dilontarkan sejumlah warga yang berharap secepatnya dilakukan perbaikan jalan. Selain sangat vital sebagai akses perekonomian di wilayah tersebut, juga dapat menghindarkan potensi terjadinya bahaya bagi pengguna jalan yang melintasnya. (tar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *