Gagal Lelang, Pembangunan Rumah Singgah Terancam Batal

oleh -8 views
Drs H Agus Mulyadi MSi

RAKYATCIREBON.ID – Dari tiga proyek fisik yang dilaksanakan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) tahun 2021 ini, dua di antaranya sudah selesai dilelang dan segera memulai pekerjaan.

Dua proyek yang sudah selesai lelang adalah dua proyek lanjutan. Yakni lanjutan pembangunan gedung Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), serta lanjutan pembangunan gedung Kelurahan Pekalipan.

Sementara untuk satu proyek lain, yakni pembangunan rumah singgah yang menjadi kebutuhan Dinas Sosial, prosesnya masih terkatung-katung.

Bahkan, menurut laporan yang diterimanya, Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Drs Agus Mulyadi MSi mengatakan, satu dari tiga proyek yang akan dilakukan gagal lelang.

“Ini sudah masuk triwulan terakhir. Laporan yang saya terima, ada satu yang gagal lelang. Info dari Pokja, yaitu pembangunan rumah singgah,” ungkap Agus.

Berbeda dengan dua proyek lain yang sudah selesai lelang, yang mana keduanya merupakan pekerjaan lanjutan, proyek pembangunan rumah singgah Dinsos ini benar-benar dari nol. Sehingga jika proses lelangnya gagal, maka kemungkinan besar akan juga gagal dilaksanakan tahun ini.

“Kalau gagal lelang kayaknya gak terkejar. Jadi tidak bisa dilakukan. Tidak dibangun tahun ini. Nantinya jadi silpa,” jelas Agus.

Jika gagal dibangun tahun ini, lanjut Agus, maka kecil kemungkinan juga untuk bisa dianggarkan ulang di APBD murni tahun 2022. Karena saat ini proses penyusunan anggaran untuk tahun 2022 sudah setengah jalan.

“KUA-PPAS 2022 sudah disetujui. Sudah tidak ada momentum masuk dan dianggarkan ulang. Paling nanti di perubahan,” lanjutnya.

Melihat waktu tersisa, dimana saat ini sudah masuk triwulan terakhir di tahun 2021, ditambahkan Agus, memang kecil kemungkinan tender ulang bisa dilakukan dengan waktu yang tersisa.

“Kecuali ada lelang cepat. Tapi untuk itu ada ketentuan-ketentuannya. Tidak tahu apakah ini masuk ketentuan atau tidak. Ya paling di perubahan 2022. Kalau yang dua sudah jalan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala DPUTR Kota Cirebon, Syaroni ATD MT mengungkapkan, untuk dua proyek lanjutan, proses lelang sudah selesai dan sudah ada pemenang. Namun untuk proyek rumah singgah, masih berproses di ULP karena beberapa hal.

“Untuk rumah singgah masih belum, kita nunggu dari pokja ULP,” ungkap Syaroni kepada Rakyat Cirebon belum lama ini.

Dijelaskan Syaroni, untuk proses lelang proyek rumah singgah, sebetulnya sudah muncul kandidat pemenang. Namun dari pihak PPK mengajukan untuk review ulang, sehingga prosesnya masih berlanjut.

“Kemarin ada review dari PPK, mempertanyakan kepada pokja, supaya klarifikasi dan verifikasi ulang. Jadi kita tunggu hasilnya,” jelas Syaroni.

Dia berharap, prosesnya bisa berjalan cepat, mengingat waktu saat ini sudah di penghujung September dan mulai memasuki musim penghujan. Sehingga dikhawatirkan pekerjaan tidak bisa dilakukan secara maksimal.

“Kita ingin secepatnya, biar cepat SPPBJ (Surat Penunjukan Penyedia Barang dan Jasa, red) dan teken kontrak waktunya tiga bulan pengerjaan,” kata Syaroni.

Ditambahkan Syaroni, untuk dua proyek lain, yakni lanjutan gedung Disdukcapil dan kantor Kelurahan Pekalipan, saat ini sudah selesai lelang. Dan sudah sampai di tahap SPPBJ. Sehingga tinggal menunggu tanda tangan kontrak lalu mulai pekerjaan.

“Capil sudah SPPBJ tinggal kontrak. Tunggu beberapa syarat kontak. Direncanakan sampai finishing. Tapi menyesuaikan anggaran yang ada. Satu lagi, Pekalipan juga sudah ada pemenang, tinggal kontrak dan pelaksanaan,” imbuhnya. (sep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.