Edi Tagih Rincian Anggaran PON

oleh -0 views
Bantah Boikot APBDP 2016, Yayan Dukung Eksekutif soal Anggaran Persiapan PON

KEJAKSAN – Tensi tinggi antara eksekutif dan legislatif yang dipicu penolakan terhadap APBD Perubahan (APBDP) 2016, masih berlanjut.

ketua dprd edi suripno
Ketua DPRD Edi Suripno. dok. Rakyat Cirebon



Ketua DPRD Kota Cirebon, Edi Suripno SIP MSi masih menagih rincian anggaran belanja persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-XIX yang discover APBDP 2016.

“Mana? Sampai hari ini (kemarin, red) belum kita terima itu (rincian anggaran PON di APBDP, red). TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah, red) bilang, nanti nanti,” ungkap Edi, saat ditemui di Griya Sawala gedung DPRD Kota Cirebon, Selasa (6/9).

Ia membantah, bila sikap penolakan menandatangani APBDP adalah upaya untuk memboikot atau menghambat persiapan PON. Dikatakan Edi, event olahraga nasional itu harus disukseskan bersama.

“Kalau PON, itu harus kita sukseskan bersama. Jadi, tidak ada yang menghambat atau apapun,” kata pria yang juga ketua badan anggaran (banggar) DPRD itu.

Sementara itu, anggota banggar DPRD, Drs Yayan Sopyan mengaku, dirinya tak mengetahui persis alasan ketua dan keempat anggota banggar yang menolak tandatangan.

Yayan memastikan, dirinya menyetujui dan menandatangani berita acara penyempurnaan APBDP hasil evaluasi gubernur.

“Saya tidak tahu persis apa alasan ketua dan empat anggota banggar tidak menandatangani? Karena saya sendiri menandatangani berita acara penyempurnaan APBDP hasil evaluasi gubernur itu,” ungkap Yayan.

Menurut Ketua Fraksi Hanura itu, APBDP 2016 secara keseluruhan harus segera direalisasikan.
Bila terus berlanjut dihadapkan pada polemik penolakan, Yayan khawatir akan mengganggu proses penyerapan anggaran itu.

“Saya kira anggaran yang ada di APBDP secara keseluruhan itu sangat penting untuk segera digelar atau diserap oleh Pemerintah Kota Cirebon? Makanya saya tandatangan. Lagipula, itu kan sudah masuk di KUA-PPAS. Dan memang ada kebutuhan untuk PON,” kata wakil rakyat dari dapil II Kesambi-Pekalipan itu.

Yayan mengatakan, pihaknya tak mempersoalkan adanya dana tambahan persiapan PON di APBDP 2016.

Ia menilai, sebagai tuan rumah PON, Kota Cirebon harus bersiap diri secara maksimal. Untuk itu, perlu pembiayaan cukup untuk persiapan venue PON di kompleks olahraga Bima.

“Saya rasa tidak masalah, untuk menambah atas kekurangan yang ada. Karena Kota Cirebon sebagai tuan rumah, maka Pemerintah Kota Cirebon pasti melakukan upaya untuk mengatasi kekurangan anggaran itu,” ujarnya.

Namun demikian, Yayan mengaku, dirinya menghormati keputusan ketua dan keempat anggota banggar yang enggan tandatangan pada berita acara penyempurnaan APBDP hasil evaluasi gubernur.

“Tapi saya hargai, haknya teman-teman yang memilih tidak tandatangan,” katanya. (jri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.