Dua Seniman Cirebon Kolaborasi, Lahir Tari Wayang Srikandi

oleh -6 views
KOLABORASI. Dua seniman asal Cirebon kolaborasi menghasilkan Tari Wayang Srikandi, sebuah tari yang diadopsi dari tokoh pewayangan purwa versi Cirebonan. Saat ini, tari wayang Srikandi sedang dalam penelitian mahasiswi UPI, Indri Leomita Redi.

RAKYATCIREBON.ID – Kolaborasi dua seniman asal Cirebon, Sanali dan Elang Panji Jaya menghasilkan tari wayang Srikandi.

Dari namanya, tari ini terinspirasi dari tokoh dalam cerita pewayangan purwa bernama Dewi Retna Srikandi.

Sebagai seniman kenamaan asal Cirebon, Sanali paham betul cerita, tokoh dan karakter dalam pewayangan.

Seperti tokoh Srikandi. Seorang putri dari kerajaan Cempala Dirja yang dipimpin Prabu Drupada.

Sanali menuturkan, meski seorang putri raja, Srikandi tak berpangku tangan saat kerajaan terancam.

Diceritakan, Sanali, Srikandi bahkan ikut berperang melawan Negara Hastina Pura dalam perang Baratayudha. Srikandi berhasil menumpas Resi Bima dengan panahnya.

Keberanian dan keberhasilan Srikandi dalam perang inilah yang membuat namanya popular dijadikan simbol keberanian dan perlawanan seorang perempuan.

“Dewi Srikandi dengan penuh semangat juang gagah dan berani serta ketangkasannya dalam memegang busur panah biasa disebut Gondewa dan anak panahnya yang siap lepas tancap ke sasaran musuh-musuhnya,” ucap Sanali kepada Rakyat Cirebon.

Sanali mengatakan, saat ini kisah Srikandi tak hanya bisa dinikmati dalam kisah pewayangan. Juga dalam bentuk tari, yakni tari wayang Srikandi. 

Bersama Pendiri Sanggar Seni Tari Kencana Ungu, Elang Panji Jaya, Sanali berhasil menerjemahkan karakter Srikandi dalam gerak tari.

“Yang menciptakan gerak tari wayang itu Mama Elang Panji. Kalau penjelasan tentang karakter Srikandi dan kegagahannya saat perang itu dari saya,” ujar Sanali.

Di Sanggar Seni Tari Kencana Ungu, tari wayang memang menjadi salah satu fokus yang diajarkan pada peserta didik selain tari topeng dan tari kreasi.

Sudah ada 8 tari, yakni Adipati Karna, Indrajit, Gandamana, Jayengrana, Gatotkaca, Argajumut, Sekarrampes dan Srikandi.

“Semuanya diadopsi dari tokoh-tokoh pewayangan yang mempunyai makna di tiap gerakan tarinya,” ujar Elang Panji.

Elang Panji menjelaskan, setiap gerakan tari wayang Srikandi memiliki makna dalam kehidupan. Misal gerakan adeg-adeg, sembah, jangkung ngilo, gedut, laras konda, lembeyan dan lain sebagainya.

“Gerakan adeg-adeg adalah suatu gerak tarian yang bermakna dan berarti melambangkan persiapan laku lampah dalam mengawali suatu langkah kehidupan yang harus mapan, mantap dan penuh pertanggungjawaban,” bebernya.

Menurut Elang Pandji, hubungan makna dengan koreografi tari wayang Srikandi sangat berkaitan satu sama lain dalam menyusun gerakan tarian.

Karena nilai-nilai yang terkandung dalam ini mengandung falsafah kehidupan manusia.

“Sehingga gerakan tarian menghasilkan tarian yang indah, luwes, penuh ketangkasan dan kepastian seperti apa yang dimiliki oleh karakter kepribadian tokoh sang Dewi Srikandi dalam dunia pewayangan,” kata Elang Panji.

Hal itulah yang menarik minat Indri Leomita Redi. Mahasiswi Prodi Seni Tari UPI ini sedang meneliti tari wayang Srikandi di Sanggar Seni Tari Kencana Ungu. “Tertarik selain gerakan, busana, rias dan ceritanya sejarahnya Srikandi itu seperti apa,” ujar Indri. (wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *