Dua Dekan Berbagi Pengalaman Kembangkan Fakultas

oleh -112 views

RAKYATCIREBON.ID– Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam IAIN Kudus dan  Fakultas Ushuluddin Adab Dakwah (FUAD) IAIN Syekh Nurjati Cirebon bersepakat meningkatkan kualitas pembelajaran mahasiswa di masing-masing kampus. Hal itu tercetus dari pertemuan kedua pihak, Selasa (6/4).

Dekan FUAD IAIN Cirebon, Dr Hajam MAg menjelaskan, kunjungan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam IAIN Kudus menjadi angin segar bagi pengembangan kualitas pembelajaran mahasiswa. Pasalnya, kedua pihak saling berbagi pengalaman. Terutama soal pengembangan kelembagaan.

“Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Kudus ini memiliki visi misi yang sama dalam mengembangkan moderasi beragama. Kedua kita juga sama-sama punya program yang sama untuk meningkatkan mutu akademik di Tri Dharma Perguruan Tinggi,” ujar Hajam.

Selanjutnya, kata Hajam, ada momen saling berbagi pengelaman terkait persiapan visitasi untuk akreditasi Prodi, Fakultas dan Kelembagaan. Dari level PTKIN selevel institut menjadi PTKIN bertafar universitas. “Kami sudah kerja sama dan akan ditindaklanjuti,” tukas Hajam.

Sementara itu, Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam IAIN Kudus, Dr Masturin MAg memaparkan, saat ini masih ada kecenderungan Fakultas Dakwah menjadi kalah diminati ketimbang fakultas keguruan maupun ekonomi. Padahal di PTKIN bertaraf universitas, Fakultas Dakwah menjadi basis utama yang menghasilkan lulusan berkualitas dan dibutuhkan.

“Kualitas dari lulusan harus dikembangkan. Capaian bagaimana supaya diterima dunia kerja. Bagaimana penguatan untuk menimba ilmu,” katanya.

Kedatangannya ke  FUAD IAIN Cirebon pun menjadi titik balik bagi pengembangan Fakultas Dakwah agar menjadi setara dengan fakultas lain. Yakni dengan menjadi kerja sama kemudian membangun perspektif dalam meningkatkan kualitas lulusan.

“Kami mengikat dengan MoA. Supaya kerja sama ini bisa terjalin termasuk tukar mahasiswa dalam kurikulum yang baru. Akan kerja sama dalam bidang penelitian dosen untuk meningkatkan kualitas dosen. Supaya bisa menemukan format keilmuan baru,” ujar Masturin.

Yang tak kalah penting, kata Masturin, pihaknya juga menimba ilmu tentang transformasi kelembagaan yang sedang dilakukan IAIN Cirebon. Yakni naik level dari PTKIN bertaraf institut menjadi PTKIN bertaraf universitas.

“Kami juga ingin mengembangkan bagaiman perguruan tinggi itu bisa menjadi UIN,” tukas Masturin. (wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *