Dr Aqua Optimalisasi 4,5 Jam Silaturahim di Kota Malang

oleh -2 views
SILATURAHMI. Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana (kanan) bersama Kapolresta Malang AKBP Budi Hermanto (kiri).

RAKYATCIREBON.ID – Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana dikenal hampir setiap hari bergerak ke berbagai daerah. Dalam setiap kunjungan ke banyak wilayah di Nusantara itu, doktor jebolan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (Fikom Unpad) itu melaksanakan dua agenda utama yaitu silaturahim serta Sharing Komunikasi dan Motivasi.

Dalam melaksanakan dua aktivitas utama itu, pria murah senyum dan ramah itu menegaskan semua dilakukan dengan hati dan niat sepenuhnya ibadah. Semuanya karena Tuhan.

Bahkan waktu sependek apapun dalam setiap kunjungan ke daerah selalu dioptimalkan untuk  bersilaturahim dengan efektif. Hal serupa berlangsung pada Jumat, 20 Agustus 2021. Sekitar pukul 06.30, Dr Aqua berangkat dari Surabaya menuju ke Kota Malang. Begitu sampai di Kota Pelajar tersebut langsung menemui Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Malang Totok Kasianto.

Pejabat asal Sumenep, Madura, Jawa Timur, itu kaget saat dihubungi Dr Aqua. Dia nyaris tidak percaya. Dikiranya pria kelahiran Pematang Siantar, Sumatera Utara itu bercanda sedang di Malang.

“Saya tidak mengira Pak Aqua pagi ini berada di Kota Malang. Saat tadi bapak telefon dan menginfokan sedang di sini, saya kira bercanda. Ternyata ngomongnya serius,” ujar Totok yang berkali-kali menyampaikan terima kasih atas kedatangan Dr Aqua yang merupakan kejutan menyenangkan dan kehormatan buat dirinya.

Totok lebih terkejut lagi saat alumni Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Muhammadiyah Malang itu silaturahim ke kantornya. Tadinya dia mau janjian ketemu di salah satu resto sambil sarapan. 

“Saya sekarang ke kantor Pak Totok untuk menjemput bapak. Setelah itu kita sama-sama mencari tempat sarapan yang enak sambil ngobrol santai,” ungkap Dr Aqua.

Setelah menjemput Totok di kantornya, mereka sepakat sarapan di resto Rawon Rampal yang sangat terkenal. Ternyata pemikiran keduanya sama untuk makan pagi di tempat itu.

Saat bertemu Dr Aqua dan Totok mendiskusikan rencana Sharing Komunikasi seluruh pejabat eselon 1, 2 dan 3 Kota Malang. Sebelumnya pembicaraan tentang ini dilakukan lewat WA dan telefon.

Sekitar dua bulan lalu Totok menghubungi Dr Aqua. Menyampaikan pesan Wali kota Malang Sutiaji untuk mengundang motivator ulung itu melaksanakan Sharing Komunikasi dan Motivasi dengan para pejabatnya dan dijadwalkan dilakukan awal September 2021.

Ketika menerima undangan tersebut, Dr Aqua “menantang” Totok agar saat dirinya di Kota Malang sekaligus mengagendakan Sharing Komunikasi dan Motivasi dengan jajarannya di BKPSDM, para tenaga kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Malang dan para guru. Pembicara laris itu yakin mereka sangat membutuhkannya.

Selama pandemi Covid-19 semua tenaga medis dan para guru merasakan langsung dampaknya. Melayani masyarakat hampir 1,5 tahun mereka pasti kelelahan sehingga perlu dimotivasi. 

Rencana tempat Sharing Komunikasi dan Motivasinya di Grand Ballroom Hotel Grand Mercure Malang Mirama Jalan Raden Panji Suroso nomor 7 Kota Malang. Sutiaji yang memutuskan tempatnya di sana.

Apresiasi Buher
Selesai sarapan bersama Totok, Dr Aqua melanjutkan silaturahim kepada Kapolresta Malang AKBP Budi Hermanto. Mereka janjian pukul 09.00. Sebelum waktunya,   penulis buku “super best seller” Trilogi The Power of Silaturahim itu sudah tiba di kantor Budi.

Saat diskusi berdua sama Buher, panggilan akrab Budi Hermanto, Dr Aqua mengapresiasi pria kelahiran Pekanbaru, Riau, 10 November 1976 itu karena di manapun bertugas kinerjanya selalu baik, sehingga dengan cepat mendapat promosi jabatan.

Dr Aqua juga menyampaikan penghargaan kepada Buher karena sangat peduli pada pasien Covid-19. Salah satu wujud kepedulian tersebut adalah ikut mendaftarkan diri sebagai pendonor pertama Bank Plasma Konvalesen yang diadakan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Malang bekerja sama dengan Tugu Media Peduli, Polresta Malang, dan Kodim Kota Malang. Pencanangannya pada Kamis, 12 Agustus 2021 lalu di Gedung DPRD Kota Malang.

Tidak hanya ikut mendaftar sebagai pendonor pertama Bank Plasma Konvalesen, Buher juga mengeluarkan surat yang memerintahkan 57 anggotanya yang pernah terpapar Covid-19 untuk  bersamanya melakukan donor. Hal tersebut membuat panitia penyelenggara makin bersemangat.

“Dengan menjadi pendonor pertama Bank Plasma Konvalesen saya ingin memberikan keteladanan baik kepada seluruh anggota maupun masyarakat Kota Malang. Apalagi banyak pasien Covid-19 yang membutuhkannya,” ungkap Buher.

Hampir satu jam ketemu berdua, banyak yang mereka diskusikan termasuk hal-hal yang personal. Saat ngobrol itu Dr Aqua menyimak semua yang disampaikan bapak dua anak tersebut.

Begitu asyiknya mereka berdiskusi sehingga tidak terasa hampir pukul 10.00. Dr Aqua segera pamit untuk ke Kantor Wilayah Telkom (Witel) Malang buat persiapan Sharing Komunikasi dan Motivasi lewat daring dengan ratusan pegawai Kantor Witel Bogor.

“Terima kasih banyak Pak Aqua untuk kunjungannya. Saya tunggu kembali kehadiran bapak di sini,” kata Buher saat mengantarkan Dr Aqua menuju mobilnya.

Setelah itu silaturahimnya dilanjutkan ke General Manager Witel Malang Sonny Hidayat. Kantornya sejalan dengan Polresta Malang.

Meski mereka baru ketemu, komunikasinya langsung akrab. Sonny yang sekitar lima bulan bertugas di Malang dengan ramah menyambut Dr Aqua.

“Semua kebutuhan Pak Aqua untuk Sharing Komunikasi dan Motivasi dengan teman-teman pegawai Witel Bogor sudah saya siapkan. Bapak tinggal bicara saja. Tempatnya di sini,” kata Sonny sambil menunjuk meja kerjanya.

“Rumah” di Malang
Sesaat kemudian Sonny pamit menuju ruang di sebelahnya. Pria asal Malang itu memimpin rapat dengan timnya. Dr Aqua langsung memulai Sharing Komunikasi dan Motivasinya.

Di awal bicara menyampaikan terima kasih kepada Sonny yang telah memfasilitasi semua kebutuhan untuk kegiatan tersebut sehingga dapat menyampaikan materinya dari Malang.

Hanya sekitar sejam Dr Aqua di Kantor Witel Malang. Kemudian silaturahimnya dilanjutkan ke General Manager Hotel Grand Mercure Malang Mirama Sugito Adhi di hotelnya yang sedang dalam tahap penyelesaian pembangunannya.

Sebelumnya Dr Aqua lebih dulu komunikasi sama pemilik hotel bintang lima tersebut Yohan Setia. Menyampaikan posisinya sedang di Malang.

“Pak Aqua berkenan mampir di Hotel Grand Mercure Malang Mirama? Kira-kira pukul berapa bapak mau ke sana. Nanti saya kontak Pak Sugito dan minta beliau menghubungi bapak,” tutur Yohan ramah.

Pengusaha muda yang sukses mengembangkan bisnisnya itu pernah menyampaikan kepada Dr Aqua bahwa dia sedang membangun hotel bintang lima di Kota Malang. Pengoperasiannya direncanakan pada 2021 ini.

“Hotel Grand Mercure Malang Mirama adalah “rumah” Pak Aqua di Malang. Jadi setiap saat kalau bapak ke kota itu silakan menginap di sana. Tolong Pak Aqua kontak saya,” ujar Yohan beberapa waktu lalu.

Selama ini kalau ke Surabaya, Dr Aqua sering menginap di Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya milik Yohan. Pemilik belasan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jawa Timur tersebut selalu memberikan kamar yang terbaik kepada bapak dari Alira Vania Putri Dwipayana dan Savero Karamiveta Dwipayana itu.

Menurut Yohan Hotel Grand Mercure Malang Mirama mulai dioperasikan secara terbatas (soft opening) pada Minggu, 10 Oktober 2021 mendatang. Karena masih suasana pandemi Covid-19 sehingga tamu yang diundang jumlahnya sedikit.

“Saya akan undang Pak Aqua saat “soft opening” tersebut. Semoga bapak bisa hadir dan menginap sebagai tamu kehormatan kami bersama tamu-tamu lainnya,” kata Yohan yang merupakan teman akrab Dr Aqua.

Optimis Ramai
Pria yang rendah hati itu optimis hotelnya bakal ramai. Apalagi sebagai satu-satunya hotel bintang lima di Kota Malang, lokasinya sangat strategis, dekat ke berbagai sarana umum. Antara lain Bandara Abdul Rachman Saleh, lapangan golf Araya, dan gerbang tol Singosari.

Saat berada di Hotel Grand Mercure Malang Mirama, atas pesan Yohan, Sugito mengajak Dr Aqua keliling hotel tersebut. Masih banyak tukang yang kerja. Semuanya pakai helm dan rompi untuk keselamatan selama bekerja di proyek hotel tersebut.

Sugito yang sebelumnya selama delapan tahun menjabat sebagai General Manager Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya, menceritakan satu-persatu fasilitas hotel tersebut. Sambil menunjukkan wujudnya.

“Hotel Grand Mercure Malang Mirama yang lokasinya sangat strategis dibangun di atas tanah seluas 2,5 hektar. Mampu menampung 400 mobil untuk parkir. Hal itu memberikan kenyamanan kepada seluruh tamu termasuk saat ada acara besar,” jelas Sugito yang mulai 1 April 2021 posisinya sebagai General Manager Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya digantikan oleh Andreas Riyadi.

Pria ramah itu melanjutkan, seluruhnya ada 264 kamar termasuk kamar President Suite yang luasnya 182 m2. Sedangkan yang lainnya adalah Deluxe, Deluxe Executive, Junior Suite, dan Executive Suite. Totalnya 16 lantai.

Memiliki tiga resto yaitu Trimurti, Lan Hua, dan Ebisu. Selain itu ada Coffee Cafe, Sky Lounge, dan Executive Lounge. Juga  dilengkapi dengan sarana olahraga dan kolam renang.  Selain itu ada 11 ruang rapat dan satu Grand Ballroom. Kapasitas ruangannya mulai dari 45 orang hingga 2.200 orang.

“Meski belum dioperasikan namun sudah banyak yang menanyakan kamar dan ruangan pertemuan. Terutama untuk pernikahan. Bahkan telah ada yang memesan tempatnya,” terang Sugito.

Saat pengoperasian awal, hotel yang dibangun selama 24 bulan itu hanya mengoperasikan 66 kamar di tiga lantai yakni lantai 5, 6, dan 7. Selain itu fasilitas olahraga dan kolam renang.

Sedangkan restoran yang buka adalah Trimurti dan Ebisu. Juga Sky Lounge, dan Executive Lounge.

“Mohon doa dan dukungannya Pak Aqua agar Hotel Grand Mercure Malang Mirama banyak tamunya. Saya bersama seluruh jajaran akan memberikan layanan terbaik kepada semua tamu,” pungkas Sugito.

Selesai berkeliling hotel itu hampir bersamaan dengan waktu sholat Jumat. Dr Aqua dan Sugito bersama-sama sholat di masjid Al Falah yang berada di sebelah Hotel Grand Mercure Malang Mirama.

Setelah itu Dr Aqua pamit ke Sugito. Melanjutkan perjalanan ke Surabaya untuk silaturahim ke teman-temannya. Itu dilakukan pria yang hobi membaca ini sebelum sorenya kembali ke Jakarta. 

Sekitar 4,5 jam di Malang, dari pukul 08.00 sampai pukul 12.30, Dr Aqua merasa waktunya efektif sekali. Ia dapat bertemu banyak orang sekaligus belajar banyak pada mereka.(rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.