DPRD Terbuka, Bagi Siapa Saja

oleh -5 views
DITERIMA. Audiensi Mahasiswa STIS Husnul Khotimah bersama Bapemperda DPRD Kabupaten Cirebon.
DITERIMA. Audiensi Mahasiswa STIS Husnul Khotimah bersama Bapemperda DPRD Kabupaten Cirebon.

RAKYATCIREBON.ID – Kantor DPRD Kabupaten Cirebon terbuka bagi siapapun. Terlebih bagi masyarakat Kabupaten Cirebon. Manakala berkepentingan, tentunya Grhadhika Purnacaraka–sebutan gedung DPRD, sangat terbuka. 

Wakil Ketua Bapemperda DPRD Kabupaten Cirebon, Nova Fikrotusshofiah Lc menjelaskan pihaknya baru-baru ini, menerima kunjungan dari mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Husnul Khotimah. Kehadiran mereka, kepentingannya ingin mengetahui terkait tahapan proses rancangan perundang-undangan. 

“Mereka sedang belajar bagaimana sih membuat Perda itu, seperti apa. Kebetulan meraka itu kan mahasiwa hukum. Jadi ingin tau,” kata Nova, usai menerima kunjungan mahasiswa STIS Husnul Khotimah, Jumat (14/1). 

Sementara itu, anggota Bappemerda, Dr Hj Hanifah MA menegaskan bahwa gedung DPRD ini tidak hanya menjadi tempat keluhannya masyarakat saja. Tapi juga bisa dijadikan sebagai sumber ilmu. Artinya, DPRD sangatlah terbuka bagi siapapun. Para pelajar dan mahasiswa.

“DPRD menerima kunjungan mahasiswa. Kita sangat terbuka. Kalau ada yang berkepentingan misalnya terkait pelajaran, dipersilakan,” kata dia 

Seperti yang terjadi saat ini. Hanya saja, kata Bunda Ohan–sapaan akrabnya, mekanismenya tetap ditempuh. Sebelumnya sudah berkirim surat terlebih dulu. Untuk mempersiapkan perihal apa yang dibutuhkan. 

Karena kata Ohan, selama ini seolah-olah gedung DPRD hanya menjadi panggung bagi yang memiliki keluhan saja. Tidak demikian. “Intinya kita terbuka. Termasuk juga kalau misalkan ada anak-anak SMP atau SMA terkait pelajaran mereka mengharuskan datang ke DPRD, silakan. Asal itu tadi, prosedurnya ditempuh. Berkirim surat. Tujukan ke Ketua DPRD. 

Sehingga, nanti pimpinan mendelegasikan ke masing-masing komisi. “Kalau sekarang kenapa ke Bapemperda, karena yang dibutuhkan mereka kan soal mekanisme pembentukan Perda. Kalau soal PAD ya pasti diarahkan ke komisi II. Sesuai bidang garapannya,” katanya. 

Politisi PKB itu pun menyampaikan harapannya, agar diantara mahasiswa STIS Husnul Khotimah kelak, ada yang bisa menjadi wakil rakyat yang amanah di daerahnya masing-masing. (zen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.