DPRD Dukung, Wisata Edukasi Lokal

oleh -4 views
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon, Siska Karina SH MH
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon, Siska Karina SH MH

RAKYATCIREBON.ID – Wisata edukasi lokal, akan segera diterapkan. Khusus untuk siswa SD, SMP, SMA Sederajat. Sebagai langkah untuk memperkenalkan wisata dan potensi daerah di Kabupaten Cirebon. Bagi siswa TK dan PAUD sudah mulai. Bahkan, rutin dilakukan.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon, Siska Karina SH MH menyampaikan, konsep tersebut sudah dibicarakan pada rapat kerja dengan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga (Disbudparpora) Kabupaten Cirebon. Namun, karena Pandemi konsep pun terhambat.

“Terkait konsep tersebut sudah raker dengan Disbudparpora. Jadi, alangkah baiknya jika Disbudparpora bekerjasama dengan Dinas Pendidikan. Misalnya, study tour tidak hanya keluar kota tapi di mulai dari Kabupaten Cirebon dulu. Tetapi, karena kemarin kondisi yang tidak memungkinkan untuk adanya study tour jadi konsep tersebut belum dilanjutkan,” kemarin.

Menurutnya, konsep itu sangat bagus.  Karena, memperkenalkan dunia wisata baik alam maupun seni yang ada di Kabupaten Cirebon. Politisi Golkar itupun menilai ketika diterapkan menjadi terobosan baru dan sangat dibutuhkan.

Mestinya tidak hanya Disbudparpora sendiri yang bergerak. Tapi, perlu ada beberapa kerjasama yang di bangun jika ingin wisata edukasi ini berkembang. Saat ini, legislatif pun sedang membahas Raperda Pariwisata. Inovasi itu, bisa saja nanti kuatkan dari segi legislasi.

“Saat ini Disbudparpora bersama dengan DPRD sedang membahas perda pariwisata. Semoga bisa saling menguatkan,” tuturnya.

Sebenarnya wisata edukasi sendiri telah berjalan. Hanya saja tidak seluruh tingkatan sekolah menerapkannya. Terbukti dari salah satu rumah gerabah Apik Craft di Sitiwinangun sebelum pandemi telah menerima sejumlah rombongan sekolah TK maupun SD.

Bahkan, diakui pemilik Apik Craft, Nurjaji  seminggu sekali terdapat rombongan sekolah untuk belajar. “Ada dari guru sekolah datang untuk wisata edukasi anak TK, dan yang lainnya. Cukup sering, tapi kalau siswa SMA dan kuliah biasanya iseng mereka main atau kesasar justru belajar. Bisa seminggu sekali rombongan yang datang,” pungkasnya. (zen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.