DPRD Bisa Reses Lagi, Warga Curhat Soal Ekonomi

oleh -13 views
TATAP MUKA. Reses DPRD Kabupaten Majalengka menjadi ajang curhat masyarakat. Terutama mengenai persoalan terpuruknya ekonomi hingga kondisi infrastruktur. FOTO: PAI SUPARDI/RAKYAT CIREBON

RAKYATCIREBON.ID -DPRD Kabupaten Majalengka akhirnya bisa melakukan kegiatan reses secara tatap muka terbatas. Pasalnya, hampir dua tahun banyak agenda DPRD yang tidak bisa dilaksanakan, termasuk kegiatan reses.

Ketua DPRD Majalengka, Drs H Eddy Anas Djunaedi MM mengatakan, salah satu hal penting dalam mencapai keberhasilan dalam penyelenggaraan pemerintahan di daerah.

Diantaranya ditentukan oleh kemampuan DPRD dalam menjalankan tugas dan kewenangan, dalam fungsi pengawasan, legislasi dan budgeting anggaran.

Sehingga reses menjadi sangat penting bagi DPRD dalam rangka menjaring aspirasi masyarakat secara berkala.

Terutama dengan para konstituen pada daerah pemilihan masing-masing. Hal itu berguna untuk meningkatkan kualitas , produktivitas dan kinerja DPRD dalam mewujudkan  apa apa yang menjadi keinginan rakyat.

“Reses ini merupakan bagian dari upaya DPRD Majalengka dalam menyerap aspirasi masyarakat, agar DPRD sebagai wakil rakyat tau dan paham persoalan dan keinginan masyarakatnya,”ucapnya kepada Rakyat Cirebon, Rabu (15/9).

Hal senada diungkapkan H Fuad Abdul Azid, dari Partai Demokrat, yang menggelar reses di Desa Tegalsari Kecamatan Maja.

Dikatakannya, kegiatan reses pada masa persidangan tahun pertama kali ini, berbeda dengan biasanya. Dimana pihaknya sekarang sudah bisa melakukan reses secara tatap muka terbatas.

Menyusul kondisi Majalengka yang sudah level 2 PPKM. Meski demikian protokol kesehatan tetap dilaksanakan, guna menghindari penyebaran corona.

“Alhamdulilah akhirnya kami bisa melakukan kegiatan DPRD secara maksimal, termasuk kegiatan reses. Mengingat sebelumnya kami hanya bisa melakukan reses secara daring. Tapi sekarang meski masih terbatas namun bisa melakukan tatap muka,”jelasnya.

Sementara itu dari pantauan Rakyat Cirebon, reses menjadi ajang curhat masyarakat. Terutama mengenai persoalan terpuruknya ekonomi hingga kondisi infrastruktur. Namun dari sekian aspirasi yang paling besar adalah persoalan pemulihan ekonomi. (pai)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.