Dorong Nelayan Gunakan GPS

oleh -18 views
ULaMM PNM dan LPPM UNU Gelar Seminar Kemaritiman

CIREBON – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) bekerjasama dengan Lembaga Penelitan dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Cirebon mendorong nelayan Cirebon menggunakan fasilitas GPS (Global Positioning System) agar hasil tangkapnya lebih melimpah.

seminar kemaritiman
Seminar kemaritiman UlaMM dan LPPM UNU. Foto : Ist./Rakyat Cirebon

Saran tersebut mengemuka pada seminar nasional bertajuk “Pemanfaatan Potensi Teknologi Kemaritiman Nusantara, dalam menghadapi Poros Maritim Dunia terhadap Pengembangan UMKM”, Sabtu (12/9). Seminar setengah hari yang bertemakan pengembangan sektor UMKM berbasis kemaritiman itu, mengundang pembicaara dari kalangan akademisi, paktisi serta dihadiri kalangan petani ikan, nelayan, mahasiswa, dan kalangan umum.

Pakar Konservasi Kemaritiman, Prof Dr Johanes Hutabarat, mengatakan disela acara, potensi kemaritiman kota Cirebon sangat menjanjikan untuk dikembangkan. Dan menjadi sorotan dirinya bersama PNM untuk dikembangkan ke arah yang lebih baik.

“Bentuk pembinaan yang diusung adalah program pembinaan yang secara spesifik dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan di wilayah pantai utara melalui sosialisasi program mengenai pemanfaatan teknologi. Edukasi teknologi melalui pemanfaatan teknologi GPS diprediksi dapat memberikan dampak yang positif terhadap kesejahteraan nelayan di wilayah pantai utara,”ujarnya.

Executive Vice President, Arief Mulyadi PT PNM (Persero) mengatakan, seluruh potensi maritim di Cirebon membutuhkan kontribusi dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti PNM. Agar dapat mengolah sumber daya kemaritimannya bagi kesejahteraan masyarakat nelayannya. PNM sebagai salah satu BUMN yang dikhususkan mengembangkan UMK oleh negara hadir menjadi mitra pemerintah daerah untuk mengembangkan potensi UMK di wilayah Cirebon.

“PNM bersama LPPM UNU Cirebon telah sepakat untuk menjalin kerjasama dalam mewujudkan konsep penguatan dan peningkatan ekonomi masyarakat, khusus di Cirebon,” ungkap Arief. PNM selain memberikan pembiayaan, kata dia, juga memiliki jasa manajemen khusus untuk nasabah melalui program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU).

“Setelah melalui proses pelatihan secara berkala, PNM tidak berhenti sampai disitu. Kami terus melakukan pemantauan (monitoring) dan jasa konsultasi sesuai kebutuhan pelaku UMK. Baik menyangkut manajemen usaha, teknis produksi, administrasi keuangan, maupun pemasaran dan promosi usaha,” tambah Arief.

Pemimpin PNM Cabang Cirebon, Budi Santosa menjelaskan, Indonesia adalah negara kepulauan yang terdiri dari sekitar 70 persen lautan dan 30 persen daratan. Jadi tidak heran jika Indonesia mempunyai potensi kelautan dan kemaritiman yang sangat besar. Posisi Indonesia yang terletak di garis khatulistiwa, menyebabkan sumberdaya hayati kelautan Indonesia begitu beraneka ragam.

“Salah satunya di Cirebon ini. PNM terus menggenjot nasabah dengan latar belakang usaha hasil kelautan. Seperti udang, untuk terus meningkatakan hasil usahanya,” terang Budi. Menurutnya, ekonomi berbasis maritim mempunyai potensi pemasukan yang besar bagi negara. Potensi laut Indonesia diperkirakan mencapai US$ 1.200 miliar per tahun. Data pemerintah menunjukkan ada lebih dari 56,7 juta pelaku usaha mikro di seluruh Indonesia.

Jumlah itu, kata dia, mencakup 98 persen dari total pelaku UMKM. Namun, jika di-breakdown lagi mungkin hanya sekian persen pelaku UMK Indonesia yang berkecimpung di sektor maritim.  “Kesempatan yang masih amat besar inilah yang coba dibangun oleh PNM dan LPPM UNU juga pemerintah daerah setempat untuk digenjot potensinya melalui seminar ini,”terangnya.

Dikatakanya, PNM Cabang Cirebon saat ini memiliki sepuluh kantor layanan ULaMM. Hingga bulan Agustus 2015, Cabang Cirebon berhasil mencatatkan total outstanding pembiayaan sebesar Rp60,7 miliar. “Dengan total nasabah penerima manfaat pembiayaan sebanyak 1.485 nasabah,”imbuhnya. (ani/adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.