Ditemukan Candi di Juntinyat, Bupati Terpilih Langsung Datang Lihat

oleh -11 views
APRESIASI. Bupati Indramayu terpilih Pilkada 2020, Nina Agustina (kanan) melihat langsung lokasi temuan situs cagar budaya di Desa Sambimaya, Juntinyuat.

RAKYATCIREBON.ID– Bupati Indramayu terpilih pada Pilkada 2020, Nina Agustina mengapresiasi penemuan candi dan situs bersejarah di Kota Mangga.

Temuannya dinilai layak untuk dikembangkan dan dijadikan aset dalam pemberdayaan masyarakat.

Bupati terpilih yang berpasangan dengan Lucky Hakim untuk wakilnya itu menyempatkan melakukan kunjungan ke salah satu lokasi temuan situs cagar budaya.

Yaitu temuan yang diduga candi di Blok Dingkel, Desa Sambimaya, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, pada Sabtu lalu (20/02).

Nina melihat temuan yang sudah dilakukan ekskavasi (penggalian) oleh Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Indramayu. Ekskavasi dilaksanakan selama 10 hari pada Desember 2020 lalu.

Lokasinya berada di areal persawahan, sekitar 200 meter dari pemukiman warga.

Nina memberikan apresiasi atas kinerja TACB dan Disbudpar Indramayu yang telah berupaya untuk mengeksplor penemuan salah satu peninggalan abad ke-9 tersebut.

Temuan situs cagar budaya sarat sejarah itu dinilai sebagai salah satu potensi daerah yang harus dilestarikan.

“Situs sejarah ini juga harus bisa dikembangkan melalui sektor parwisata budaya di Indramayu. Juga sebagai upaya pemerintah untuk memberdayakan masyarakat setempat,” ujarnya.

Ketua TACB Kabupaten Indramayu, Dedy Musashi mengatakan, temuan candi itu merupakan salah satu temuan sejarah baru yang ada di Kabupaten Indramayu.

Pihaknya akan terus berupaya dalam mencari dan menggali temuan cagar budaya tersebut hingga selesai. “TACB mengucapkan terima kasih atas kunjungan Bupati Indramayu terpilih yang peduli atas keberadaan situs cagar budaya ini,” ucapnya.

Menurutnya, dengan ditemukannya candi di Indramayu itu berpotensi akan membuka peluang besar pada sektor pariwisata.

“Salah satu manfaatnya akan terbuka peluang ekonomi, baik pendapatan daerah maupun masyarakat jika nantinya situs bersejarah itu dibuka untuk sektor wisata,” tandasnya. (tar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *