Disparbud Majalengka Pakai Jurus Jitu Pasarkan Wisata

oleh -2 views
WISATA MINAT KHUSUS. Lokasi Wisata Kanaga Hill di Cikijing, Majalengka menawarkan wisata minat khusus. Seperti downhill, camp eksklusif, paint ball hingga geotrack.

RAKYATCIREBON.ID – Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) Majalengka mulai gencar menarik kembali minat turis untuk datang berkunjung dan berwisata di Majalengka. Disparbud memiliki jurus tersendiri untuk melakukan upaya tersebut.

Kepala Bidang Destinasi Wisata Disparbud Majalengka, Adhy Setya Putra mengungkapkan, pandemi Covid-19 sangat berdampak pada menurunnya tingkat kunjungan wisatawan di Majalengka.

Oleh karena itu, saat ini Disparbud Majalengka tengah menyiapkan jurus dalam hal menarik kembali minat turis dengan membuat disertifikasi produk wisata yang pangsa pasarnya adalah quantity (kualitas).

“Pandemi menjadi hal yang paling menghalangi sektor pariwisata, tetapi kita coba mulai lagi naikkan sektor ini. Kalau dari produk wisata, kita sedang membuat disertifikasi produk yang pangsa pasarnya tidak quantity, tapi quality,” ujar Adhy, kemarin.Produk dengan pangsa pasar quantity itu, menurut Adhy, ialah dengan menghadirkan wisata minat khusus di objek-objek wisata di Majalengka. Pengelola wisata telah diminta untuk menyiapkan paket wisata minat khusus yang jauh memberikan rasa aman dan nyaman kepada turis yang datang.

“Makanya muncul wisata minat khusus. Tidak berkerumun tapi terukur dan berkualitas. Di tiap objek wisata kita minta adakan atraksi minat khusus. Sehingga, walaupun mereka terkendala quantity karena kerumunan, mereka ada market quality,” ucapnya.

Adhy mencontohkan, Wisata Kanaga Hill di Cikijing, Majalengka yang saat ini sudah mulai menawarkan wisata minat khusus. Seperti downhill, camp eksklusif, paint ball hingga geotrack.

Beberapa paket wisata minat khusus tersebut tidak memerlukan banyak turis agar pengelola bisa mendapat pemasukan.

Dengan begitu, selain protokol kesehatan yang terjaga, juga akan membuat turis merasa aman karena tidak banyak orang yang terlibat di sana.

“Misalnya Kanaga Hill itu kan jelas mereka pasarnya kuantiti dengan kapasitas besar. Kalau diukur dari sisi tiket, mereka mengharapkan banyak orang datang. Semakin banyak semakin dapat untung,” jelasnya.

 “Coba bayangkan, jika tiket itu harganya satu orang Rp10 ribu. Kalau 1.000 orang yang datang berarti kan Rp10 juta. Tapi itu kan melanggar prokes. Kalau dibandingkan dengan paket misalnya geotrack yang satu orangnya Rp500 ribu, 10 orang sudah Rp5 juta, tidak perlu ratusan-ribuan orang,” jelas dia.

Selain wisata minat khusus, masih kata Adhy, Disparbud Majalengka juga menyiapkan paket wisata berbasis study. Seperti paket diving (selam) yang ada di Telaga Nila di Kecamatan Sindangwangi.

“Kedua ada link of study. Jadi tempat wisata yang bisa nge-link dengan studi misalnya diving. Di Telaga Nila itu menjadi tempat pelatihan diving. Paketnya sudah dijual sama teman-teman di Bandung. Paketnya Rp4 juta loh satu orang, sebelum mereka diving di laut ya latihan dulu di situ,” katanya.

Jurus menawarkan wisata minat khusus dan wisata berbasis study itulah, yang kini tengah dilakukan Disparbud Majalengka, untuk mendatangkan turis. Khususnya turis nasional dan mancanegara.

Dengan quality yang terjaga, jurus tersebut diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap bangkitnya sektor pariwisata Majalengka yang sebelumnya sangat terdampak pandemi Covid-19.

“Jadi hanya minat khusus yang saat ini sedang kita kejar, selain wisata alam dan wisata buatan. Jadi wisata minat khusus ini link-nya ke study, experience dan community,” ujarnya. (hsn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.