Dishub, PJU dan Parkir Jadi Sorotan

oleh -1 views
DIBAHAS. Rapat evaluasi Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon bersama Dishub terkait PJU dan Parkir.
DIBAHAS. Rapat evaluasi Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon bersama Dishub terkait PJU dan Parkir.

RAKYATCIREBON.ID – Komisi III DPRD Kab Cirebon menyoroti soal PJU dan Parkir saat melakukan rapat kerja bersama Dishub Kab Cirebon. Pasalnya, masih banyak ditemukan adanya PJU rusak. Jalanan gelap, rentan terjadi tindak kriminalitas.

Wakil Ketua Komisi III, Syahrul Romadhoni menargetkan persoalan PJU bisa diselesaikan segera. “Tolong, PJU diselesiakan. Karena dilapangan, banyak persoalan PJU yang mati,” katanya, saat memimpin rapat evaluasi bersama Dishub, Selasa (4/1).

Selain itu, Politisi PDIP juga mempertanyakan, apakah ditahun 2022 ini, Dishub menganggarkan PJU bertenaga surya. Ketika ada, bisa mengurangi jumlah setoran yang harus dibayarkan ke PLN. Tapi, ternyata tidak ada program itu.

Hal serupa disampaikan anggota komisi III, Muklisin Nalahudin, banyak keluhan yang diterimanya, terkait gelapnya jalananan lantaran PJU rusak. Ia tidak menyoroti PJU yang berada di jalan provinsi atau jalan milik pusat.

“Saya menyoroti kondisi dijalan kabupaten, yang memang menjadi kewenangan kita. Karena buktinya jalan peteng,” katanya.

Politisi Demokrat itupun spesifik menyebutkan kondisi jalan peteng dimaksud di Desa Slendra yang merupakan daerah terluar dan berbatasan dengan Kabupaten Indramayu.

“Sudah daerahnya terpencil. Kurang penerangannya pula. Padahal, itu etalase Kabupaten Cirebon. Saya minta diperbaiki. Untuk mengurangi tingkat kriminalitas dijalan,” kata dia.

Selain persolaan PJU, soal parkir pun tak luput darii sorotan dewan. Di Kabupaten Cirebon, potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi parkir, angkanya cukup tinggi.

“Dari Dishub ini, sumber PADnya kan selain dari PJU yang hitungannya jelas per KWh, per titik, juga dari parkir. Ini bagaimana?,” katanya.

Pihaknya mengajukan untuk menghindari kebocoran dan bisa meningkatkan PAD, diberlakukanlah pajak tahunan. Hanya saja, untuk bisa menuntaskannya tentu butuh regulasi.

“Daerah lain kan sudah bisa. Kalau kita menerapkan juga bagaimana. Tinggal nanti kita atur regulasinya,” katanya.

Ia melihat potensi yang ada itu, harus bisa dimaksimalkan. Caranya, bisa dimulai dengan bekerjasama dengan sorum.

“Ketika keluar kendaraan baik motor ataupun mobil, itu sudah ingklud dengan pajak langganan parkirnya,” katanya.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perhubungan, Imam Ustadi melalui Kabid Prasarana, Hilman Firmansyah ST menjelaskan, terkait PJU ia menyadari ditahun 2021 kemarin banyak kerusakan. Banyak keluhan masyarakat bersarang di Dishub. Jumlah keluhan yang ia kantongi saja, selama satu tahun itu, sampai 9 ribuan. Keluhannya sama terkait PJU.

Hilman mengaku bukannya Dishub lepas tanggungjawab, dengan tidak segera memperbaiki. Hanya saja, dari segi anggaran memang tidak tersedia. Uangnya pemeliharaan habis. Makanya, pengeluaran dilakukan seminimalisir mungkin. Hanya memprioritaskan yang sifatnya urgen saja.

Hilman menyampaikan ada 4.495 data lampu PJU yang dalam kondisi rusak.

Sementara, kebutuhan PJU di Kabupaten Cirebon masih banyak. Dibutuhkan 15 ribu titik cahaya lagi. Artinya, wajar saja ketika dilapangan jalanan masih peteng. Karena yang sudah ada saja, kondisinya rusak dan masih membutuhkan 15 ribu titik lagi.

“Kami berharap, tahun ini mendapat bantuan dari anggaran provinsi,” kata dia.

Adapun terkait potensi retribusi parkir, memang selama ini, belum semuanya tersentuh Dishub. Khususnya, terkait kendaraan pengangkut barang. Karena ada retribusi bongkar muat. Terkait opsi diberlakukannya langganan parkir, bisa saja dilakukan. Dishub sangat mendukungnya.

Hanya saja, regulasinya belum ada. Meski demikian, pihkanya sudah berupaya dengan melakukan banyak kajian. Diantaranya melakukan perbandingan dengan daerah lain yang sudah menjakankannya. Ternyata lebih efektif. Sumber PAD itu, bisa terselamatkan. Hasilnya cukup signifikan.

“Soal pajak, memang adanya di Bappenda. Kami mengelola soal retribusi parkirnya melalui pemanfaatan bahu jalan. Kami akui, potensi itu masih banyak. Dan kalau mau menerapkan (parkir langganan,red) banyak sumber PAD yang bisa terselamatkan,” pungkasnya. (zen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.