Dihuni Santri dari Dua Provinsi, Ponpes Al Ba’agil Kini Siapkan Sekolah Formal

oleh -19 views
Habib Umar Gaurap Al Attas.

RAKYATCIREBON.ID – Pondok Pesantren Al Ba’agil di Desa Lemahabang, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah terus berkembang. Pondok yang berdiri dari tahun 2016 itu kini dipimpin oleh Habib Umar Gaurap Al Attas.

“Kegiatan santri dari bangun tidur sampai tidur lagi itu dibimbing terus secara islami, salat fardhu wajib berjamaah di masjid pondok pesantren ,” kata Andi Purnomo, salah satu santrinya.

Setelah salat subuh, tahfidz atau hapalan Alqur’an kemudian santri sarapan bersama. Kemudian bersiap berangkat ke sekolah formal sampai siang. Pulang sekolah santri hapalan lagi, salat Ashar berjamaah, kemudian mengaji pasaran kitab salafi/kuning sampai jam 5 sore.

“Dari jam 5 sore sampai Maghrib kegiatan tadarus, salat berjamaah Maghrib dilanjutkan aurod sampai Isya berjamaah. Jam 20.00- 22.00 khusus kegiatan mengaji kitab kuning dilanjutkan istirahat tidur sampai dibangunkan jam 03.00 malam untuk melaksanakan kegiatan salat sunah Qiyamullail sampai salat Subuh berjamaah, ” jelasnya.

“Saya menimba ilmu di pondok pesantren ini berharap bisa menjadi insan yang berguna bagi diri saya pribadi dan secara umum bermanfaat bagi orang lain atau masyarakat luas,” harap Andi.

Pondok Pesantren Al Baagil berdiri tahun 2016 butuh perjuangan pendirinya. “Dengan modal menjual aset-aset tanah saya semua untuk membangun pondok ini, kegiatan di sini sudah jelas saya wajibkan santri salat fardhu berjamaah, salat sunah Qiyamullail dan salat sunah lainnya,” jelas Habib Umar Gaurap Al Attas.

Meski baru berusia lima tahun, pondok tersebut seudah punya fasilitas masjid, asrama putra dan asrama putri, aula koperasi, perpustakaan dan kantor sekretatiat pondok pesantren.

Lokasinya yang dekat dengan daerah perbatasan Jawa Tangah dan Jawa Barat menjadikan ponpes tersebut menjadi tujuan bagi warga dari dua provinsi itu untuk belajar agama.

“Saat ini saya lagi membangun sebuah gedung pendidikan formal dengan maksud tujuan supaya santri bisa dilayani dengan pendidikan formal di lingkungan pondok pesantren yang saat ini santri masih di luar lingkungan pesantren,” harapannya.(rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.