Di Majalengka, PTM Dihentikan Sampai 5 Januari 2022

oleh -9 views
PENGHARGAAN. Bupati Majalengka Karna Sobahi menyerahkan penghargaan kepada guru berprestasi pada peringatan Hari Guru Nasional di gedung Islamic Centre Majalengka, Kamis (25/11). FOTO: PAI SUPARDI/RAKYAT CIREBON

RAKYATCIREBON.ID – Bupati Majalengka Dr H Karna Sobahi MMPd meminta agar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) mulai 25 Desember 2021 sampai 5 Januari 2022 dihentikan sesuai instruksi Mendagri tentang PPKM level 3.

Pernyataan itu disampaikan Karna saat menghadiri peringatan Hari Guru Nasional dan PGRI ke 76 di Gedung Islamic Centre Majalengka, Kamis (25/11).

Menurut Karna, jika pendidikan anti korupsi akan dimunculkan dalam kegiatan belajar di sekolah. Hal itu merupakan pembelajaraan dini buat anak-anak sekolah tentang pemahaman korupsi.

“Salah satu upaya lainya adalah dengan memunculkan lagi kantin kejujuran yang pernah di programkan beberapa waktu lalu,” ujar Karna.

Lebih lanjut orang nomor satu di Majalengka itu menegaskan, guru merupakan petugas profesi yang berada di barisan terdepan dalam menyelenggarakan kegiatan pendidikan.

Guru, kata dia, merupakan tenaga pengajar dan pendidik yang senantiasa mencurahkan pikiran, perasaan, tenaga dan waktu untuk membantu peserta didik dalam mengembangkan diri.

“Guru adalah insan akademik yang digugu dan ditiru. Guru merupakan ilmu pengetahuan yang berjalan. Guru juga sebagai teladan bagi peserta didik, masyarakat dan keluarganya. Oleh karenanya, Guru sebagai pendidik harus menghasilkan anak didik yang berkarakter,” pintanya.

Selain itu, peran guru harus bisa menyesuaikan perkembangan zaman dengan didasari pola pendidikan yang telah ditetapkan oleh kemendikbud.

Salah satunya guru harus bisa menerapkan pola belajar yang menghasilkan mutu pendidikan berkualitas dan peningkatan prestasi murid.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan,Dr Hj Lilis Yuliasih MMPd mengatakan, peringatan hari guru ini sebagai wujud menghormati peran penting guru dalam mencerdaskan bangsa.

Pada kali ini tema yang diusung kata dia adalah “Bergerak dengan hati, pulihkan pendidikan menuju Majalengka Raharja”.

Tema tersebut diusung mengingat sekarang dunia pendidikan juga sedang berjuang untuk memberikan pendidik.

“Dengan semangat mencerdaskan bangsa maka peran guru dimasa sekarang ini harus serius meningkatkan kualitas pendidikan. Apalagi di masa pandemi sekarang ini dengan pola belajar daring,”pungkasnya. (pai)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.