Dewan Usul Sekolah Masuk 100 Persen, dengan Catatan Ketat Prokes

oleh -5 views
BELUM MAKSIMAL. Wakil Walikota Cirebon, Dra Hj Eti Herawati meninjau pelaksanaan PTM di hari pertama, Senin lalu. FOTO: ASEP SAEPUL MIELAH/RAKYAT CIREBON

RAKYATCIREBON.ID – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sudah tiga hari diterapkan di Kota Cirebon. Meski belum melakukan pemantauan langsung ke lapangan, namun Komisi III DPRD Kota Cirebon memberikan beberapa pandangan terkait PTM yang sudah berjalan.

Anggota Komisi III DPRD Kota Cirebon, M Fahrozi mengungkapkan, pemberlakuan PTM dengan pembatasan 25 persen, menandakan bahwa KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) di sekolah belum bisa berjalan maksimal.

“Belum maksimal ya. Kemarin juga di beberapa SMA hanya melaksanakan 25 persen, nanti kita akan melakukan evaluasi. Sebagaimana yang dikatakan Satgas. Setelah berjalan seminggu, kita akan evaluasi,” ungkap Fahrozi.

Sebagai pandangan, lanjut Fahrozi, jika sudah bisa dipastikan protokol kesehatan diterapkan dengan ketat di sekolah, maka seharusnya PTM diberlakukan secara 100 persen. Sehingga semua siswa bisa mulai bertemu dengan teman sekelas. Terlebih, para murid di dua tahun ajaran terakhir, sama sekali belum pernah belajar di kelas secara utuh, sejak melakukan pendaftaran.

“Banyak daerah lain yang sudah 100 persen, tidak ada 25 persen. Yang penting kita berdampingan dengan Covid-19 menggunakan prokes ketat, jaga jarak dan masker. Itu yang penting. Kita harus disiplin, pasti bisa,” lanjut politisi Partai Amanat Nasional ini.

Pandangan tersebut, kata Fahrozi, akan ia sampaikan pada Satgas Covid-19, termasuk dalam evaluasi nanti. “Kita akan mendukung kebijakan Pemda mengenai PTM. Jika memungkinkan, kita ajukan untuk 100 persen tatap muka di sekolah. Jangan dibatasi 25 persen, tidak efektif untuk KBM. Saya rasa tidak masalah. Kita bersahabat dengan Covid-19, dengan catatan ketat protokol. Itu bisa dengan 100 persen,” jelasnya.

Sementara itu, Komisi III sendiri secepatnya akan menjadwalkan agenda untuk memantau pelaksanaan PTM di sekolah-sekolah.

“Kita belum bisa memberikan catatan, karena baru tiga hari berjalan. Namun kita akan turun ke lapangan untuk mengevaluasi. Kita lihat di lapangan seperti apa. Kalau hari-hari pertama mungkin masih patuh, kita lihat selanjutnya nanti,” tutupnya.

Sebelumnya, Wakil Walikota Cirebon Dra Hj Eti Herawati dan Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Drs Agus Mulyadi MSi memantau langsung pelaksanaan hari pertama PTM.

“Saya lihat tadi semua berjalan lancar. Prokes juga diterapkan sangat ketat,” ungkap Eti.

Kepada semua sekolah yang dikunjungi, Eti juga mewanti-wanti terkait kepatuhan terhadap prokes agar tetap dilakukan.

“Tidak hanya di hari pertama saja, ke depan harus tetap seperti ini. Sehingga PTM bisa berjalan dengan baik dan tidak menjadi tempat baru penyebaran Covid-19,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Drs Agus Mulyadi MSi melihat respons baik dari sekokah yang dikunjunginya. “Alhamdulillah, ini hari pertama PTM di Kota Cirebon, semua terlihat lancar,” kata Agus.

Secara umum, lanjut Agus, jika melihat ketentuan PPKM level 3, saat ini Kota Cirebon termasuk di dalamnya. Untuk teknis pengaturan pembelajaran diserahkan kepada sekolah masing-masing. Untuk kemudian disesuaikan dengan karakter dan kondisi lingkungan mereka.

“Kita berharap dengan dibukanya kembali PTM, kualitas belajar akan lebih bagus lagi. Tapi yang harus kita jaga, agar penyebaran Covid-19 ini tetap melandai,” kata Agus. (sep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.