Dewan Reses, Tampung Keluhan

oleh -32 views
Anggota DPRD Kabupaten Cirebon, Hj Ismiyatul Fatihiyah Yusuf
Anggota DPRD Kabupaten Cirebon, Hj Ismiyatul Fatihiyah Yusuf

RAKYATCIREBON.ID – Masyarakat disekitar DAS Cisanggarung, mengeluh. Belum terbebas dari ancaman banjir. Mereka menginginkan adanya perbaikan disekitar sempadan sungai.

Keluhan itu, disampaikan kepada anggota DPRD disela menggelar reses. “Banyak aspirasi yang kami terima. Salah satunya terkait kekhawatiran masyarakat dari luapan Cisanggarung,” kata anggota DPRD Kabupaten Cirebon, Hj Ismiyatul Fatihiyah Yusuf, kemarin.

Selain itu, kesejahteraan para ustad dan ustadzahnya belum diperhatikan pemerintah daerah (Pemda). Padahal, Perda tentang Madrasah Diniyah Takmiliyyah Awaliyyah (MDTA) sudah miliki Kabupaten Cirebon. Masyarakat berharap, lahirnya Perda tersebut, dapat berdampak positif bagi tenaga pendidiknya.

“Jadi masyarakat berharap untuk Perda MDTA, bisa memberi hasil positif untuk para ustadz ustadzah,” katanya.

Aspirasi lain yang didapatnya yakni soal ketenagakerjaan. Sebab, kata dia, wilayah Kabupaten Cirebon Timur notabene sebagain wilayahnya menjadi zona industry. Sudah ada beberapa perusahaan yang beroperasi, tetapi masih banyak dikeluhkan masyarakat sekitar.

Utamanya, yakni soal pemberdayaan tenaga kerja lokal di salah satu perusahaan yang sudah beroperasi. Sampai sekarang belum diutamakan. Banyak masyarakat sampai sekarang belum bisa bekerja meski sudah lama mengajukan lamaran di perusahaan tersebut.

“Kemudian soal ketenagakerjaan, di Kabupaten Cirebon Timur terkait banyak yang belum dipanggil kerja terutama laki-laki. Harapan dari masyarakat, penyerapan tenaga kerja diutamakan dari warga sekitar dulu,” ungkap Ismi.

Selain itu, masyarakat juga berharap, nanti prosentase kebutuhan tenaga kerjanya agar laki-laki bisa dimaksimalkan. “Saat ini yang saya dengar lebih banyak kebutuhan tenaga kerja perempuan,” kata Ismi.

Tak hanya itu, terkait tenaga honorer yang tidak lolos seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) pun diterimanya. Permasalahan lainnya, yakni soal infrastruktur yang ada di Dapilnya. Menurut Ismi, banyak infrastruktur jalan, irigasi, dan tanggul sungai yang rusak dan perlu diperbaiki.

“Jadi masyarakat banyak yang mengeluh karena infrastruktur jalan dan irigasi yang rusak. Mereka meminta agar diperbaiki. Kemudian beberapa sekolah juga butuh rehab, ada sekolah yang butuh pemagaran dan mebeler,” pungkasnya. (zen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.