Desember 2021, Pembangunan Pasar Pasalaran Rampung

oleh -12 views
SEGERA DITEMPATI. Kondisi Pasar Pasalaran yang saat ini pembangunannya sedang dilanjutkan, menggunakan anggaran Bantuan Provinsi mencapai Rp9,2 miliar. FOTO: ZEZEN ZAENUDIN ALI/RAKYAT CIREBON

RAKYATCIREBON.ID – Tahun ini, pembangunan Pasar Pasalaran Kabupaten Cirebon dilanjutkan. Prosesnya sudah sampai 80 persen. Masuk tahap finishing. Targetnya, akhir tahun bisa selesai. Sehingga, awal Desember nanti, pedagang bisa langsung menempatinya.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Cirebon, Dadang Suhendra MSi mengakui, pihaknya sedang kejar target. Agar bisa menuntaskan pekerjaan rumah, yakni pembangunan Pasar Pasalaran.

“Sebagaimana kita ketahui, pasar ini (Pasalaran, red) tahun ini, pembangunannya kembali dilanjutkan. Sekarang sudah 80 persen. Kita (Pemkab, red) menargetkan Desember selesai. Jadi awal tahun nanti para pedagang bisa segera menempati pasar,” kata Dadang, Kamis (21/10).

Setelah selesai, diharapkan ke depan kondisi Pasar Pasalaran bisa lebih nyaman dan representatif. Baik bagi para pedagang maupun pembelinya. Serta menjadi salah satu pusat perdagangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Pembangunannya sendiri, dijadwalkan selesainya Desember mendatang.

“Saya yakin, bisa selesai tepat waktu. Sesuai batas waktu,” katanya.

Sebagai informasi, Pasar Pasalaran ini merupakan salah satu pasar milik pemerintah daerah (Pemda). Pembangunan tahap finishing ini, sumber anggarannya diperoleh dari Bantuan Provinsi (Banprov) Jawa Barat tahun 2021. Nilainya mencapai angka Rp9,2 miliar.

Mantan Kadinsos itu menjelaskan, jumlah total kios dan los dari dua lantai itu, sebanyak 332. Lantai atas diperuntukan bagi dagangan kering. Seperti pakaian. Sementara untuk lantai bawah, diperuntukan bagi dagangan basah. Seperti sayur dan lainnya.

Pemda pun, kata Dadang, tidak akan memberlakukan adanya sewa. Karena status pasar, kepemilikannya merupakan Pasar Pemda. Kalaupun ada, hanya retribusi. Yakni retribusi harian dan tahunan.

“Itu sesuai dengan Perda nomor 5 tahun 2011. Untuk kios retribusi hariannya Rp2.400. Kalau tahunnya Rp400 ribuan,” terangnya.

Saat ini, para pedagang masih menempati pasar darurat yang lokasinya tidak jauh dari Pasar Pasalaran. Para pedagang berharap, bisa segera pindah. Menempati pasar baru.

Hanya saja, harga sewa kiosnya nanti, tidak terlalu mahal. Bisa dikondisikan dengan keuangan para pedagang. Pasalnya, di masa pandemi, perekonomian macet. Pendapatan pedagang anjlok.

“Iya lah pengen pindah lagi. Semoga cepat jadi. Cepat ditempati lagi. Tapi ya itu, harga sewanya nanti murah. Jangan mahal-mahal,” kata salah satu pedagang pasar darurat, Uun.

Dari informasi yang didapatkannya, harga sewa yang ditawarkan ke pedagang mencapai Rp5 juta. Angka penawaran itu, jelas memberatkan pedagang. Kendati demikian, ia berharap, tempat barunya nanti, bisa berdampak positif bagi para pedagang.

“Semoga bisa lebih baik dan meningkatkan perekonomian ke depan,” pungkasnya. (zen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.