Desa Lengkong Wetan Masuk Zona Merah

oleh -34 views
DICEK DULU. Sejumlah warga Sindangwangi Kabupaten Majalengka dicek dulu kesehatannya sebelum disuntik vaksin Covid-19. Saat ini ada tiga desa di Sindangwangi yang masuk dalam zona merah dan orange penyebaran Covid-19. FOTO: PAI SUPARDI/RAKYAT CIREBON

RAKYATCIREBON.ID – Sepuluh desa di Kecamatan Sindangwangi meningkatkan kewaspadaan dini setelah ada tiga desa yang masuk dalam daftar zona merah dan orange penyebaran Covid-19.

Seperti diketahui, berdasarkan hasil laporan Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Majalengka, Dr H Karna Sobahi MMPd, dari 336 desa dan kelurahan terdapat 12 desa yang masuk dalam zona merah.

“Ada 16 desa yang masuk dalam zona orange. Sementara 130 desa berisiko zona kuning dan 186 desa zona hijau,” kata Karna kepada Rakyat Cirebon, Kamis (17/6).

Karna yang juga Bupati Majalengka itu mengungkapkan, di Kecamatan Sindangwangi diketahui ada satu desa yang masuk dalam zona merah. Yakni, Desa Lengkong Wetan. “Sementara Desa Leuwilaja dan Ujungberung masuk dalam zona orange,” imbuhnya.

Terpisah, Ketua Satgas Covid-19 Kecamatan Sindangwangi, Asep Badiuzzaman SE mengatakan, Desa Lengkong Wetan masuk dalam zona merah disebabkan adanya 17 warga yang terpapar Korona.

Lima warga diantaranya merupakan perangkat desa. Sehingga desa tersebut masuk dalam kategori zona merah.

Sementara, Desa Ujungberung dan Leuwilaja disebabkan adanya lima dan enam warga di kedua desa itu yang juga terkonfirmasi positif Covid-19.

“Itu artinya kedua desa tersebut masuk desa dengan zona orange, dan hanya satu strip di bawah desa dengan status risiko zona merah,” tandasnya.Oleh karena itu, pihaknya meminta semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan, bukan hanya di ketiga desa tersebut. Namun, di tujuh desa lainya yang sudah berstatus zona hijau.

Dia minta agar desa desa yang berstatus zona hijau terus mempertahankan statusnya dengan tetap meningkatkan protokol kesehatan.

“Sebab,dengan gerakan 3M dan vaksinasi terbukti mampu menangkal serangan virus Covid-19 di tujuh desa itu,”tegasnya.

Sementara itu untuk menghindari potensi pemaparan Covid-19, Pemdes Lengkong Kulon yang berbatasan langsung dengan Desa Lengkong Wetan yang berstatus zona merah terus meningkatkan kewaspadaan, dengan menghidupkan kembali posko posko Covid-19 di setiap RT dan RW. Melalui gerakan Siskamling dan waspada Covid.

Gerakan tersebut menurut Wakil Ketua Satgas Covid-19 Desa Lengkong Kulon, Soepardi SPdI merupakan upaya untuk mewaspadai ancaman virus Korona. Sekaligus menjaga keamanan lingkungan.

Pola yang diterapkan diantaranya dengan menempatkan sejumlah warga di Pos Ronda Pos Ronda di setiap RT dan RW untuk berjaga jaga. Mereka dibekali tempat cuci tangan, desinfektan dan hand sanitizer.

Dimana setiap warga yang akan masuk ke RT dan RW masing masing, maka akan disuruh memakai masker, mencuci tangan dan menggunakan hand sanitizer. Jika diketahui memakai kendaraan, maka kendaraan akan ikut disemprot dengan desinfektan.

“Kami tempatkan petugas covid-19 di RT dan RW yang akan berjaga di poskonya masing masing bersama masyarakat yang bertugas jaga siskamling. Dengan demikian maka selain menjaga keamanan lingkungan dari kejahatan, mereka juga bisa menjadi filter mencegah masuknya Korona ke wilayahnya masing-masing,” imbuhnya. (pai)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.