Demokrat Versus PAN Kian Runcing

oleh -6 views
Andru Minta Kritik Gunakan Parameter yang Terukur, Rafi Ingatkan Loyalis Jangan Panik


KEJAKSAN – Kritik pedas dari PAN dan PKS dengan menyebutkan roda kepemimpinan Walikota Cirebon, Drs Nasrudin Azis SH mandek, terus menuai reaksi dari Partai Demokrat, sebagai partai pengusung.

m rafi
Fungsionaris PAN M Rafi. Foto:Fajri/Rakyat Cirebon

Partai Demokrat menyebut ada udang di balik batu pada kritik yang mengarah black campaign kepada walikota dari PAN dan PKS.

Hal itu seperti dikemukakan Ketua Fraksi Demokrat, M Handarujati Kalamullah SSos, kepada Rakyat Cirebon, kemarin.

Politisi muda yang familiar disapa Andru itu menyebutkan, baik PAN maupun PKS, melontarkan kritik yang mengarah ke penggembosan walikota dilatarbelakangi persoalan berbeda.

“Saya sih berpikiran positif saja. Selama masukannya positif, baik dan masih dalam tahap wajar, selama itu buat perbaikan, kita oke saja. Tapi lihat sendiri, ada yang enggak dapat ruang dan juga ada yang cari perhatian,” ungkap Andru.

Ia mengingatkan, baik kepada PAN maupun PKS agar menggunakan parameter terukur dalam melayangkan kritik.

Ditegaskan Andru, walikota bukanlah figur yang antikritik. Sejauh ini, walikota sangat terbuka terhadap kritik, selagi maksudnya bukan untuk menggembosi.

“Gunakan parameter yang terukur dalam mengukur keberhasilan program kepala daerah itu jauh lebih baik,” kata politisi yang juga mantan aktivis mahasiswa itu.

Namun demikian, Andru mengaku berterimakasih atas kritik yang dilayangkan PAN dan PKS maupun pihak lainnya terhadap kepemimpinan walikota.

Segala kritik itu akan menjadi pelecut semangat walikota untuk terus meningkatkan kinerjanya.

“Tapi kita berterima kasih atas koreksi yang diberikan oleh beberapa pihak kepada kepemimpinan Pak Azis selaku walikota. Catatan-catatan ini akan menjadi perbaikan-perbaikan kinerja kedepan agar semakin lebih baik,” tuturnya.

Sejalan dengan itu, Andru mengajak kepada semua komponen masyarakat untuk bersama-sama memberikan kontribusi nyata untuk pembangunan Kota Cirebon.

Kritik konstruktif harusnya dibarengi dengan solusi yang ditawarkan.

“Kami juga mengajak rekan-rekan untuk memberikan kontribusi yang positif dari segi pemikiran dan langkah-langkah terbaik untuk bersama-sama membangun Kota Cirebon,” ujarnya.

Andru menyadari, mendekati tahun politik di 2017 menjelang Pemilihan Walikota (Pilwalkot) 2018, semua parpol maupun figur yang memiliki hasrat untuk maju di pilwalkot akan menggunakan berbagai cara untuk mencapai tujuannya.

Tapi, Andru mengingatkan, agar bersaing secara sehat.

“Namun kami juga mengingatkan bahwa memasuki tahun politik di 2017 ini hendaknya kita sama-sama menggunakan cara yang baik dan santun. Apalagi sebagai petahana, Pak Azis berkomitmen akan fokus untuk menyelesaikan tugasnya sampai 2018 nanti,” tuturnya.

Lagipula, wakil rakyat dari dapil I Harjamukti itu meyakini, masyarakat Kota Cirebon dewasa ini sudah semakin cerdas.

Ketidakpuasan beberapa pihak atas kebijakan yang diterapkan walikota merupakan salahsatu konsekuensi logis seorang kepala daerah.

“Artinya, masyarakat saat ini sudah jauh lebih cerdas dan pintar, sehingga berkaitan dengan kebijakan, tentunya tidak akan memuaskan semua pihak dan itu adalah resiko sebagai kepala daerah,” katanya.

Disadarinya, berstatus sebagai kandidat petahana, apabila mencalonkan di pilwalkot, akan ada serangan dari pihak-pihak tertentu yang tidak menghendaki Azis kembali memimpin Kota Cirebon.

“Intinya, memasuki tahun politik, semua bisa terjadi. Termasuk penggembosan dan black campaign, itu hal yang biasa,” katanya.

Sementara itu, Fungsionaris DPD PAN Kota Cirebon, M Rafi ikut angkat bicara menangkis serangan balik yang dilayangkan Partai Demokrat kepada pihaknya.

Rafi mengingatkan agar Partai Demokrat tidak panik ketika walikotanya dikritik. “Mestinya Partai Demokrat jangan panik. Kan kritik itu wajar,” kata Rafi.

Rafi menepis tudingan bahwa PAN menebar kampanye hitam atau black campaign kepada walikota. Justru, menurut Rafi, mestinya walikota maupun loyalisnya berupaya memperbaiki diri.

“PAN tidak membangun black campaign terhadap pemerintah sekarang. Tapi sebagai kritik membangun bagi walikota untuk bisa memanfaatkan waktu yang ada untuk membuat perbaikan,” tuturnya.

Ia menegaskan, PAN akan mendukung walikota untuk menuntaskan masa jabatannya sampai 2018.

Setelah itu, PAN menginginkan adanya pergantian walikota melalui pilwalkot.

“PAN tetap akan mendukung walikota sampai masa jabatan berakhir. Tapi kita inginkan walikota yang baru dari hasil pilwalkot nanti,” katanya. (jri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.