Dari Ngobrol Asyik dengan Dr Aqua, Mantan Ajudan Jokowi Ini Berminat Studi S3 Komunikasi

oleh -2 views
BERBINCANG. Pakar Komunikasi, Dr Aqua Dwipayana saat menemui Danren 074/Warastrama Solo Kolonel Inf Rudy Saladin yang juga mantan ajudan Presiden Joko Widodo.

RAKYATCIREBON.ID – Baru pertama kali ketemu langsung akrab. Itulah yang dirasakan Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana ketika Selasa siang, 28 September 2021 lalu ketemu Komandan Korem (Danrem) 074/Warastrama Solo Kolonel Inf Rudy Saladin di kantornya.

Dua orang yang berjasa mempertemukan mereka adalah Kasdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Widi Prasetijono dan Asisten Perencanaan Kodam Iskandar Muda Aceh Kolonel Inf Khabib Mahfud. Mereka teman akrab Dr Aqua.

Keduanya, Widi dan Khabib sama-sama memiliki latar belakang dan kesamaan dengan Rudy. Widi dan Rudy pernah jadi ajudan Presiden Joko Widodo. Juga pernah jadi Danrem 074/Warastrama Solo.

Sedangkan Khabib dan Rudy teman seangkatan 1997 di Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) dan pada 2014 pernah sama-sama jadi Dandim di Kalimantan Selatan. Khabib Dandim 1004/Kotabaru, sedangkan Rudy Dandim 1008/Tanjung Tabalong.

Begitu juga saat jadi Komandan Brigade Infanteri (Danbrigif), waktunya hampir bersamaan pada 2018. Khabib Danbrigif 13/Galuh di Nyantong, Kahuripan, Tawang, Tasikmalaya, Jawa Barat. Sedangkan Rudy  Danbrigif Mekanis Raider 6/Tri Sakti Balajaya Palur, Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Kedua Brigif itu dibawah Kostrad.

Kesamaan dan kedekatan itu memperlancar komunikasi dan diskusi Dr Aqua dan Rudy. Begitu asyiknya mereka membicarakan banyak hal sehingga tanpa terasa waktu pertemuannya sekitar tiga jam. Ngobrolnya diakhiri karena Rudy mendapat kunjungan teman lamanya yang telah dijadwalkan.

Awalnya mereka ngobrol di ruang tamu Danrem. Kemudian berlanjut ke ruang kerja Rudy sambil menikmati makan siang yang dibeli di resto Adem Ayem.

Di awal pertemuan Dr Aqua menyampaikan permohonan maaf kepada Rudy karena telat beberapa menit tiba di kantor Rudy. Jadwalnya pukul 11.00.

Dr Aqua sebelumnya melaksanakan Sharing Komunikasi dan Motivasi di toko Indonesia Maju di Jalan Urip Sumoharjo Yogyakarta milik pengusaha sukses Arnes Azwar. Setelah itu baru ke Solo dengan agenda utama silaturahim ke Rudy.

“Tidak apa-apa Mas Aqua. Saya juga masih terima tamu,” ujar Rudy menjawab permohonan maaf Dr Aqua.

Ketika Dr Aqua tiba di kantornya, Rudy sedang menerima tamu dari Bank Mandiri Cabang Solo. Dia meminta mantan wartawan di banyak media besar itu untuk menunggu sebentar.

Latar belakang mereka yang sama-sama dari Sumatera membuat cepat akrab dan komunikasinya nyambung. Rudy berasal dari Palembang, Sumatera Selatan. Sedangkan Dr Aqua dari Padang, Sumatera Barat.

Sekitar seminggu sebelumnya, lewat WhatsApp (WA), anggota Dewan Pakar Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Pusat itu telah kirim pesan ke Rudy. Menyampaikan mau silaturahim. Namun karena jadwal bapak tiga anak tersebut padat sehingga waktu itu mereka tidak jadi ketemu.

“Minggu lalu jadwal saya lumayan padat. Berkunjung ke beberapa daerah sambil silaturahim ke para kepala daerahnya. Jadi mohon maaf Mas Aqua karena waktu itu kita tidak bisa ketemu,” ujar suami dari Chrisma Virawanti itu dengan ramah.

Selama mereka diskusi, penulis buku “super best seller” yang berjudul “The Power of silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi” itu lebih banyak menyimak semua yang disampaikan Rudy. Seluruhnya sangat menarik. Sekaligus pria yang hobi silaturahim itu banyak belajar pada mantan Asisten Operasi Kodam VI/Mulawarman tersebut.

Karena selama belasan tahun Dr Aqua intens berkomunikasi dengan jajaran TNI, sehingga nyambung saat mereka mendiskusikan tentang instititusi tersebut. Juga saat cerita mengenai para senior  Rudy baik yang masih aktif maupun yang telah pensiun.

ANTUSIAS MENYIMAK

Di saat mereka sedang asyik diskusi, tiba-tiba Rudy menanyakan kepada Dr Aqua apakah sudah makan. Begitu spontan dijawab belum makan, Rudy langsung minta tolong kepada ajudannya untuk membelikan dua makan siang buat mereka.

“Tolong belikan dua makan siang buat saya dan Mas Aqua. Kami mau makan bareng,” ujar Rudy kepada ajudannya.

Semakin siang diskusinya makin asyik, termasuk ketika mereka mendiskusikan tentang pendidikan. Sebagai lulusan terbaik (Adhi Makayasa) di angkatannya, Rudy sangat peduli pada pendidikan.

Pria kelahiran Makassar, Sulawesi Selatan, pada 17 September 1975 itu adalah alumni S2 dari salah satu perguruan tinggi terkemuka di Amerika. Yakni di Hubungan Internasional Webster University St. Louis, Missouri, Amerika.

Sebelumnya Rudy pernah mengenyam pendidikan militer di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat di US Army Command and General Staff College Fort Leavenworth, Amerika Serikat. Kemudian mengikuti Advanced Infantry Officers Course (sekolah lanjutan perwira) SAFTI Singapura.

Saat Dr Aqua bercerita pengalamannya kuliah S3 di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (Fikom Unpad) Bandung, Rudy antusias menyimak. Itu menunjukkan perhatiannya yang besar pada Ilmu Komunikasi.

Tiba-tiba Rudy berkomentar, “Apa saya kuliah S3-nya ambil Ilmu Komunikasi saja seperti Mas Aqua? Ilmu ini kan dinamis sekali dan sangat penting di semua aspek kehidupan manusia termasuk pada pekerjaan saya sebagai tentara.”

Mendengar itu Dr Aqua dengan semangat mendorong Rudy agar kuliah di Ilmu Komunikasi. Karena saat ini tugas di Solo maka disarankan kuliahnya di Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Negera Sebelas Maret (UNS).

“Pas banget Mas Aqua. Beberapa hari lalu saya baru saja ketemu Rektor UNS Bapak Prof Jamal Wiwoho. Beliau menawarkan  saya kuliah S3 di UNS. Menurutnya banyak pilihan program studinya. Setelah diskusi dengan Mas Aqua, saya mantap memilih Ilmu Komunikasi,” tutur Danrem pertama di angkatannya sambil tersenyum.

Dr Aqua merasa senang dengan keputusan Rudy tersebut. Bapak dari Alira Vania Putri Dwipayana dan Savero Karamiveta Dwipayana itu menyatakan siap membantu Rudy secara optimal jika memang membutuhkannya ketika sedang kuliah S3 di program studi (prodi) Ilmu Komunikasi.

Menurut penulis banyak buku “super best seller” itu, dilihat dari pengalaman Rudy termasuk saat menjadi ajudan Presiden Joko Widodo, sudah lebih dari kuliah S3. Namun dia harus menempuh pendidikan tersebut secara formal.

Dr Aqua meyakinkan Rudy bahwa mantan Danbrigif Mekanis Raider 6/Tri Sakti Balajaya Palur, Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah itu insya Allah mampu secara paralel melaksanakan kuliah sambil kerja. Apalagi selama ini dia sudah terbiasa melaksanakan berbagai pekerjaan sekaligus.

“Saya yakin saat nanti di kelas, para dosen dan teman-teman Mas Rudy akan banyak menyimak pengalaman Mas Rudy. Terutama ketika menjadi ajudan Presiden Joko Widodo yang pasti banyak menariknya. Hanya sedikit orang yang mendapat kesempatan langka tersebut,” ujar Dr Aqua meyakinkan Rudy.

Selain itu Dr Aqua juga meyakini bakal banyak dosen di tempat Rudy kuliah yang mengajukan diri jadi promotornya. Penyebabnya selain Rudy pintar, juga pengalamannya banyak sekali.

“Insya Allah kuliah S3 Mas Rudy lancar. Jadi sebaiknya segera dimulai. Nanti tanpa terasa, Mas Rudy telah menjalaninya dan dapat menuntaskannya. Kemudian meraih gelar doktor,” ungkap Dr Aqua kembali menyemangati Rudy.

Dr Aqua juga memberikan saran topik disertasi Rudy. Salah satu hal menarik adalah pengalamannya ketika jadi ajudan Presiden Joko Widodo. Karena menjalaninya sendiri sehingga pasti Rudy sangat menguasainya.

Bagi Rudy kuliah S3 paling utama adalah untuk menambah pengetahuan, wawasan, ilmu, dan pengalaman. Dia ingin banyak belajar pada seluruh dosen dan teman-teman sekelasnya.

“Ijazah bukanlah tujuan utama saya. Paling penting saya bisa banyak belajar pada semua dosen dan teman sekelas. Pasti saya mendapatkan banyak hal dari mereka terutama tambahan pengetahuan, wawasan, ilmu, dan pengalaman,” tegas Rudy.

Terkait dengan usulan topik disertasinya, Rudy mendukung semua yang disampaikan Dr Aqua. Kemudian dia menyampaikan sekilas pengalamannya saat menjadi ajudan Presiden Joko Widodo. Banyak hal menarik termasuk untuk ditulis menjadi disertasi.

BUKAN ORANG BARU

Rudy dilantik jadi Danrem 074/Warastratama oleh Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Rudianto pada Kamis, 2 September 2021 di Semarang. Menggantikan Kolonel Inf Deddy Suryadi yang dipromosi menjadi Wakil Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus.

Dia bukanlah orang baru di kawasan Karesidenan Surakarta. Sebelumnya Rudy pernah menjabat sebagai Danbrigif Mekanis Raider 6/Tri Sakti Balajaya pada 2017 hingga 2018.

Rudy mengatakan ketika menjabat Danbrigif Mekanis Raider 6/Tri Sakti Balajaya sering datang  ke Korem 074/Warastratama untuk koordinasi. Sehingga dia cukup familiar dengan kantor yang sekarang dipimpinnya.

“Mungkin sebagian anggota di sini sudah hafal dengan wajah saya. Saya mewakili istri dan anak mengucapkan rasa bangga karena sudah disambut sebagai keluarga baru di Korem 074/Warastratama. Kami akan terus menjalankan program-program yang sudah disusun rapi oleh Bang Deddy ini dan terus dikembangkan,” ujarnya Rudy saat acara pisah sambut

Rudy mengatakan posisinya tidak akan berarti tanpa ada dukungan dari semua anggotanya. Untuk itu, dia memohon kerja sama dari seluruh jajarannya selama bertugas di Solo.

Sebagai Danrem 074/Warastratama Rudy tidak sekedar berucap. Namun dia membuktikan ucapannya. Sejak awal bertugas di Solo, terus merangkul semua jajarannya. Dengan begitu diharapkan mereka merasa dekat komandannya dan mendukung semua program kerja Rudy.

Sekitar tiga jam bersama Rudy, Dr Aqua mengamati komunikasi Rudy dengan para bawahannya cukup akrab. Ketika menyuruh anggotanya melakukan sesuatu, menyampaikannya dengan ramah. Sehingga mereka yang disuruh dengan penuh sukacita melaksanakannya.

Hal tersebut dapat dilihat dari wajah dan bahasa tubuh mereka. Tidak ada kesan canggung apalagi terpaksa. Semua itu positif sekali.

“Komunikasi Mas Rudy dengan jajarannya bagus sekali. Itu sangat positif dan insya Allah dapat memperlancar pelaksanaan semua program kerja Mas Rudy selama jadi Danrem 074/Warastratama,” ungkap Dr Aqua.

RAMBUT DAN PERUT

Selama diskusi Dr Aqua dan Rudy tidak hanya mendiskusikan hal-hal yang serius. Mereka juga membicarakan topik yang ringan-ringan namun mendasar. Pada kesempatan itu Rudy juga berbagi pengalamannya yang sangat berharga.

Topik menarik yang mereka diskusikan adalah tentang rambut dan perut. Menurut mantan Sekretaris Pribadi Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Purn Mulyono itu, dirinya sangat memperhatikan hal tersebut.

Rudy kemudian menunjukkan foto saat sebagian rambutnya rontok. Setelah diobati, hanya hitungan bulan sudah tumbuh subur kembali.

Kepada Dr Aqua, Rudy menyampaikan nama dan nomor telefon genggam orang yang dapat membantu mengobati rambut agar tumbuh subur. Rudy sudah membuktikannya sendiri.

“Silakan Mas Aqua hubungi orangnya di nomor telefon genggam yang saya berikan. Insya Allah bakal direspon dan diberi petunjuk termasuk jadwal untuk berobat guna pengecekan rambutnya,” jelas Rudy yang telah memberikan informasi serupa kepada banyak orang.

Semua informasi dari Rudy sangat bermanfaat. Terutama oleh mereka yang selama ini bermasalah pada rambutnya.

Dr Aqua sangat berterima kasih kepada Rudy atas semua info yang diberikannya. Seluruh saran Rudy akan dilaksanakannya dengan harapan setelah diobati rambutnya bisa kembali tumbuh normal.

Terkait dengan perut, Rudy melanjutkan, sebagai komandan berusaha agar tetap stabil, tidak buncit. Itu sangat penting karena terkait dengan penampilannya termasuk di depan seluruh anak buah.

“Jadi saya selalu memperhatikan dua hal itu yakni rambut dan perut. Ini menyangkut dengan kewibawaan seorang komandan terutama di depan para anak buahnya,” papar Rudy serius.

Rudy tidak ragu-ragu berbagi pada siapa saja yang menanyakan tipsnya untuk menjaga rambut dan perut. Dia dengan senang hati menyampaikan berbagai pengalamannya tentang dua hal itu.

Melihat penampilannya yang gagah termasuk rambutnya yang tumbuh subur dan perutnya yang ramping, semua orang yang mendengarkan penjelasan Rudy tentang dua hal itu pasti yakin dan percaya. Kemudian mengikuti seluruh nasihat Rudy.

MINTA MAAF SALAH TULIS NAMA

Menjelang pamit, tiba-tiba Dr Aqua dengan serius menyampaikan permohonan maaf kepada Rudy. Penyebabnya sejak pertama kali menulis nama Rudy lewat WA hingga menyadari kesalahannya, Dr aqua di akhir kata pada nama pertamanya pakai huruf “i”. Padahal tulisan yang benar memakai huruf “y”.

“Saya mohon maaf kepada Mas Rudy karena selama ini salah menulis ejaan nama Mas Rudy di WA. Seharusnya huruf terakhirnya pakai huruf “y”, namun saya menulisnya huruf “i”. Meski salah satu huruf namun itu fatal,” lanjut Dr Aqua.

Mendengar semua itu Rudy kaget. Tidak menyangka sama sekali Dr Aqua akan menyinggung hal tersebut dan minta maaf, karena dianggap biasa dan sepele. Apalagi selama ini ada yang salah menulis ejaan namanya dan Rudy membiarkannya.

Sebagai orang yang pernah lama bekerja jadi wartawan, menurut Dr Aqua salah menulis satu huruf saja pada nama orang tidak boleh. Apalagi kalau kesalahannya banyak, itu sangat fatal.

Saat masih jadi wartawan, para redakturnya selalu mengingatkan Dr Aqua dan wartawan-wartawan lainnya agar jangan sampai salah menulis nama termasuk nama orang. Meski itu hanya satu huruf. Fatal sekali kalau sampai terjadi.

Kalau salah menulisnya, lanjut Dr Aqua, dirinya akan langsung minta maaf kepada pemilik nama. Itu sebagai wujud sportivitas dan jiwa besar.

“Saya tidak pernah ragu sedikit pun untuk minta maaf jika memang salah. Bahkan hal itu saya lakukan juga pada keluarga, istri dan anak-anak,” terang penulis buku “super best seller” The Power of Silaturahim ini.

Rudy dengan serius menyimak semua yang disampaikan Dr Aqua. Meski masih sedikit kaget karena tidak menyangka dengan hal tersebut.

“Wah ini pelajaran baru yang berharga buat saya. Di samping beberapa hal lainnya yang tadi telah Mas Aqua sampaikan. Termasuk saran kepada saya untuk mengambil kuliah S3 Ilmu Komunikasi. Insya Allah saya pertimbangkan” pungkas Rudy saat mengantarkan Dr Aqua ke mobilnya ketika akan pamit.

Sebagai penghargaan kepada lawan komunikasinya, setiap menulis pesan baik lewat WA mau Short Message Service (SMS), selama ini Dr Aqua selalu menulis nama mereka menggunakan huruf besar. Semuanya diperlakukan sama secara universal.

Awalnya karena baru pertama kali menerimanya, ada yang kaget. Belakangan karena sudah sering berkomunikasi dengan Dr Aqua, mereka terbiasa. Bahkan banyak yang mengikutinya dengan melakukan hal serupa.(rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.