Dana Jadi Staf Ahli Tersingkat

oleh -5 views
Pelantikan Dilakukan Tertutup di Ruang Walikota, Hayat Ngaku Kurang Stabil

KEJAKSANDrs Dana Kartiman menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang tersingkat dalam menduduki suatu jabatan di lingkungan Pemerintah Kota Cirebon.

dana kartiman
Dana Kartiman (kanan). Foto: Fajri/Rakyat Cirebon



Kemarin, Dana secara resmi meninggalkan jabatan Staf Ahli Walikota Bidang Kemasyarakatan dan SDM.

Padahal, ia baru saja duduk di jabatan itu selama 22 hari terhitung sejak 15 Agustus 2016 hingga kemarin.

Walikota Cirebon, Drs Nasrudin Azis SH mengambil keputusan mengejutkan dengan mengembalikan Dana ke jabatan sebelumnya.

Yaitu kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporbudpar) Kota Cirebon.

Dana bertukar posisi dengan Drs Hayat MSi yang sejak 5 Agustus 2016 dirotasi dari Staf Ahli Walikota Bidang Kemasyarakatan dan SDM ke Kepala Disporbudpar.

Kini, Hayat kembali ke jabatan Staf Ahli Walikota Bidang Kemsyarakatan dan SDM. Kedua pejabat itu kini resmi kembali ke posisi semula.

Sayangnya, pelantikan kedua pejabat tersebut dilakukan walikota secara tertutup di ruang kerjanya, Selasa (6/9) pagi, sekitar pukul 09.00 WIB.

Persis hanya beberapa pejabat yang terlihat ikut keluar ruang kerja walikota usai menyaksikan pelantikan Dana dan Hayat, diantaranya Kepala BK Diklat, Drs Anwar Sanusi MSi dan Staf Ahli Walikota Bidang Hukum dan Politik Drs Abidin Aslich.

“Memang jabatan tercepat. Sepertinya sebelum Pak Dana, belum ada yang seperti ini,” ungkap Walikota Azis, ditemui beberapa wartawan usai melantik kedua pejabat yang bertukar posisi itu, di ruang kerjanya.

Ia mengaku, pertimbangannya mengganti Hayat dengan Dana, karena aspek kondisi kesehatan. Azis melihat, kondisi kesehatan Hayat tidak memungkinkan untuk melaksanakan tugas di Disporbudpar.
Terlebih, SKPD itu saat ini sedang mempersiapkan pelaksanaan PON, sehingga perlu mobilitas tinggi.

“Makanya saya ambil keputusan ini. Demi memuluskan penyelenggaraan PON, saya meminta Pak Dana untuk mau mengemban tugas ini (kepala Disporbudpar, red) kembali dan beliau siap,” katanya.

Ditanya soal alasan memindahkan Dana dari kepala Disporbudpar ke staf ahli pada mutasi 5 Agustus lalu, Azis mengaku, membutuhkan Dana untuk mendampinginya di balaikota.

Sebagai PNS senior, kata Azis, Dana dinilai mampu memberikan kontribusi pemikiran untuk walikota.

“Saya saat itu berpikir, Pak Dana sebagai salahsatu PNS senior, saya sangat membutuhkan pemikirannya. Saya menilai, Pak Dana matang di bidang kebudayaan. Makanya saya merasa membutuhkan Pak Dana untuk mendampingi saya dalam rangka ingin mengembangkan kebudayaan,” tuturnya.

Di sisi lain, lanjut Azis, ketika hendak mutasi 5 Agustus lalu, dirinya meminta Hayat untuk melanjutkan persiapan PON yang sudah dirancang Dana sebelumnya.

Saat itu, Azis mengaku tidak mengetahui, bahwa kondisi kesehatan Hayat menurun.

“Makanya saya menanyakan langsung ke beliau (Hayat, red), dan diketahui beliau tidak bisa untuk menjalankan tugas-tugas yang begitu banyak di Disporbudpar,” katanya.

Ditemui di tempat yang sama, Kepala BK Diklat, Drs Anwar Sanusi mengatakan, pihaknya hanya menyelenggarakan pelantikan.

Ketika mutasi pegawai awal Agustus lalu, pihaknya tidak mempertimbangkan aspek persiapan PON. “Karena BK Diklat melihatnya dari aspek kepegawaian,” kata Anwar.

Tapi, ketika walikota menginginkan untuk mengembalikan Dana ke kepala Disporbudpar dengan pertimbangan kesiapan menghadapi PON, maka pihaknya memroses dari sisi kepegawaian.

“Pak Walikota memandang, Pak Dana harus dikembalikan ke posisi itu, demi suksesnya pelaksanaan PON. Karena beliau yang ikut merencanakan persiapan PON,” katanya.

Sementara itu, Hayat sendiri tak banyak bicara. Ia hanya mengakui, kondisi kesehatannya kurang stabil. “(Kadar) gula saya tinggi. Kalau berpikir keras, (kadarnya) naik,” kata Hayat.

Ia juga mengaku setelah dilantik menjadi kepala Disporbudpar pada 5 Agustus 2016 lalu, langsung ngantor di dinas tersebut.

Senada disampaikan Dana. Sebagai PNS, dirinya menyatakan siap ditempatkan dimanapun.

Soal persiapan PON, diakui Dana, ia menjadai salahsatu orang yang terlibat dalam perencanaan sejak tahap awal.

“Kalau saya sebagai PNS ya siap ditempatkan dimanapun,” katanya.

Untuk diketahui, Dana dilantik sebagai staf ahli walikota pada 15 Agustus lalu. Ia masuk dalam gerbong mutasi yang dilaksanakan pada 5 Agustus.

Hanya saja, Dana tak bisa ikut dilantik karena ada acara keluarga, sehingga 10 hari kemudian baru dilantik bersama enam pejabat lainnya. (jri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.