Damkar Diminta Perkuat Bagian Keselamatan

oleh -9 views
HARUS DITINGKATKAN. Rapat evaluasi komisi III DPRD bersama Dinas Damkar Kabupaten Cirebon, kemarin.
HARUS DITINGKATKAN. Rapat evaluasi komisi III DPRD bersama Dinas Damkar Kabupaten Cirebon, kemarin.

RAKYATCIREBON.ID – Dinas Pemadam Kebakaran banyak menangani keluhan warga terkait penyelamatan. Ditahun 2020, nomenklatur unsur rescue atau penyelamatan belum ada. Tapi faktanya permohonan banyak diterima. 

Ditahun 2021, nomenklaturnya beda. Ada yang baru yakni unsur penyelamatan sesuai intruksi dari Kemendagri. 

“Damkar tidak hanya menangani kebakaran saja. Tapi ada unsur penyelamatannya. Tahun 2020 saja banyak yang meminta bantuan penyelamatan ke kami. Untungnya tahun ini sudah ada bagiannya,” kata Kepala Dinas Damkar Kabupaten Cirebon, Abdullah Subandi usai mengikuti rapat evaluasi kegiatan 2020 dan rencana ditahun 2021 bersama Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon, Kamis (7/1).

Banyak laporan yang diterima Damkar. Isinya memohon pertolongan penyelamatan. Diantaranya penyelamatan dari sarang tawon, pohon tumbang, hingga cincin kejepit laporannya masuk ke Damkar. Mereka kata Abdullah, minta pertolongannya ke Damkar. 

Kedepan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian, ketika ada kecelakaan di jalan tol. Damkar akan menanganinya. Karena kata mantan Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) itu, hadirnya unsur penyelamatan, kini menjadi tanggungjawab Damkar. 

“Sebelum itu, kami akan koordinasi terlebih dulu,” kata dia.

Kedepan Damkar juga akan mengadakan mobil ambulan. Jadi, sebelum korban kecelakaan dievakuasi, Damkar akan memberikan pertolongannya dengan mengirimkan ke rumah sakit terdekat. 

“Insyaallah 2021-2022 kita benahi semua dari unsur penyelamatan itu,” kata dia.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon, H Hermanto SH  menjelaskan, memang ada tren baru dialami Damkar. Banyak yang mengadu ke damkar. Meminta pertolongan.

“Jadi melihat kejadian di medsos, akhirnya masyarakat banyak yang ngadu ke damkar. Ada cincin kejepit saja, laporannya ke Damkar. Kami minta kedepan, pelayanannya lebih ditingkatkan,” kata dia. 

Selama ini, unsur penyelamatan kurang diperhatikan di Damkar. Fokusnya hanya ke pemadam api saja. Karena ditahun sebelumnya, nomenklaturnya tidak ada.

“Tapi, meskipun tidak ada, dirasakan pelayanannya oleh masyarakat. Sekarang ada, jadi harus diperhatikan. Nangani ular dan orang kejepit saja, sudah laporannya kan ke Damkar,” terang Hermanto.

Makanya, komisi III mengarahkan agar ada keseimbangan, antara Pemadam Kebakaran dengan unsur penyelamatan. Ditambah, secara kuantitas kebakaran kejadiannya jauh lebih sedikit dibandingkan rescue penyelamatan.

“Anggarannya kita dorong untuk diperbesar. Biar seimbang. Bagaimanapun rescue atau penyelamatan ini harus juga diperhatikan,”pungkasnya. (zen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *