Curi Perhatian Pembeli, Pedagang Sayur Keliling Tampil Necis

oleh -5 views
NYENTRIK. Pedagang sayur keliling Jujun Arjun selalu berdandan rapi. Jujun berusaha mengenakan pakaian yang berbeda setiap harinya untuk menarik pembeli. FOTO: HASANUDIN/RAKYAT CIREBON

RAKYATCIREBON.ID – Ada-ada saja kreativitas yang dilakukan oleh warga Majalengka. Ingin tampil beda, seorang pedagang sayur keliling Jujun Arjun (35) berdandan rapi.

Warga Blok Wates, Desa Jatisura, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka itu berjualan memakai kemeja dan dasi, juga sepatu pantofel.

Ketika ditemui, Jujun tengah mangkal di pinggir jalan di ruas jalan Jatiwangi-Ligung.

Menyambut pembeli, dia kini mengenakan rompi hitam, dasi, lengkap dengan rambut yang klimis.

Dia tengah menjajakan aneka sayuran dengan gerobak yang dipasang di sepeda motornya. “Pakaian begini agar menarik saja. Biar tampak bersih, rapi. Jangan kumuh,” kata Jujun kepada Rakyat Cirebon, Kamis (15/4).

Aktif bermain media sosial, Jujun pun akhirnya disapa para teman di Facebook dengan sebutan Bos Kubis.

Agar lebih menarik ketika berjualan sayur, Jujun pun berusaha mengenakan pakaian yang berbeda setiap harinya.

Pada hari Senin misalnya, dia mengenakan jas, lengkap dengan dasi, dan sepatu pantofel. Pada hari Selasa mengenakan baju ala orang berangkat ke kantor, baju putih atau polos sepatu pantofel lengkap dengan dasi.

“Rabu mengenakan baju safari, dan Kamis kembali seragam kantoran. Hari Jumat mengenakan batik serta Sabtu dan Minggu baju koboi lengkap dengan dasi,” kata Jujun.

Baju-baju rapi itu merupakan pemberian banyak pelanggan burgernya di Jakarta, yang mayoritas bekerja kantoran dengan baju rapi.

Jujun menyebutkan baru dua bulan berjualan sayur keliling di Kampungnya. Ia banting setir dari berjualan burger di Klender, Jakarta.

Belakangan usaha burger di Jakarta makin sepi pembeli saat pandemi, hingga untuk sewa kontrakan sebulan Rp500 ribu saja sulit.

Sedangkan pendapatan kotor yang didapatkan per hari hanya Rp100 ribu. “Jika saya jualan sayur, harus tampil beda dengan yang lain. Sekaligus memanfaatkan baju yang ada,” ujarnya.(hsn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *