Cek Lokasi, Satpol PP Hentikan Pembangunan Gudang karena Tak Berizin

oleh -26 views
Wilayah Timur Cirebon (WTC) memang memiliki andil cukup tinggi terutama dalam perkembangan sektor industri. Kecamatan Mundu, Astanajapura hingga Losari, merupakan kawasan yang potensial bagi bertumbuhnya sektor industri.

BANYAK investor yang masuk dan berinvestasi di Kabupaten Cirebon, terutama di tiga daerah tersebut.  Sayangnya, dalam pelaksanaan, warga kerap mempermasalahkan pembangunan industri di kawasan. Ternyata, setelah diselidiki banyak juga investor yang mengabaikan izin, salah satunya izin mendirikan bangunan (IMB).

satpol pp cirebon hentikan bangunan liar
Tinjau bangunan liar. Foto : Kim Abdurahim/Rakyat Cirebon

Hal itu seperti yang terjadi pada sebuah pembangunan gudang alat berat yang ditengarai milik Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung(BBWSCC) di Desa Kanci Kecamatan Astanajapura. Pembangunan gudang tersebut dihentikan oleh anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Astanajapura karena diduga belum memiliki izin, baik IMB, maupun izin lingkungan sekitar.

Anggota Satpol PP Astanajapura, Muhammad Ilyas kepada Rakyat Cirebon mengungkapkan, pihaknya terpaksa menghentikan pembangunan gudang karena diduga tidak memiliki izin.  Diakui Ilyas, pihaknya mendapat laporan terkait kondisi bangunan gudang itu dari masyarakat.

“Awalnya ada laporan dari warga sekitar tentang adanya pembangunan, dan kami langsung cek ke lokasi. Ternyata memang ada pengerjaan pembangunan, dan saat kami telusuri tidak memiliki izin,” ungkap Ilyas.

Dikatakan Ilyas, jika pembangunan gudang tersebut dilanjutkan maka pihaknya akan memanggil Satpol PP Kabupaten Cirebon agar dapat menutup proyek pembangunan tersebut. “Kami meminta kepada para pekerja proyek pembangunan ini agar tidak melakukan lagi pembangunan karena tidak memiliki izin,” tandasnya.

Dikatakan Ilyas, pelaksana proyek pembangunan itu tidak menganggap aparat desa dan kecamatan. Selama ini, kata dia, tidak ada izin untuk mendirikan bangunan. “Mereka pikir kita-kita ini siapa? Ini kan bentuk bangunan. Jika demikian, harusnya mereka izin terlebih dahulu, jangan langsung bangun-bangun saja,” tegasnya.

Sementara itu, salah seorang aktifis LSM Kompak, Yosu menambahkan, proyek pembangunan gudang senilai Rp1.168.969.000 trsebut tidak memiliki izin. “Benar apa yang dilakukan Pak Ilyas, pembangunan itu harus dihentikan karena bagaimana pun juga, yang namanya pembangunan harus ada izin terlebih dahulu, apalagi bentuknya bangunan,” katanya.

Untuk itu, Yosu juga meminta agar pemilik bangunan itu menempuh proses pembangunan dengan benar, salahsatunya mengurus izin terlebih dahulu.
“Kami tidak menghalangi investasi, tetapi kami juga meminta kepada investor agar menaati aturan,” ujarnya. (kim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.