Bupati Pusing Banyak Ucapan Miring, Perintahkan Segera Perbaiki Infrastruktur

oleh -44 views
TERANCAM. Abrasi sungai di Kecamatan Maja, Majalengka mengancam permukiman warga dan jalan raya. Banyaknya infrastruktur yang rusak membuat warga mengeluh di media sosial. FOTO: HASANUDIN/RAKYAT CIREBON

RAKYATCIREBON.ID – Bupati Majalengka, Karna Sobahi mengakui, cukup sering mendengar keluhan warga, terutama di media sosial facebook soal jalan rusak.

Karna nyaris tidak mempunyai waktu untuk mencermati kicauan-kicauan maupun tudingan miring di dunia sosmed tersebut.

Meskipun demikian, dia tetap mendapatkan laporan dari ajudan maupun staf-stafnya, maupun dari relasi pribadinya secara langsung.

Pada salah satu kesempatan, Karna sempat menegur Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang agar segera meninjau dan menganggarkan perbaikan jalan rusak.

“Mencermati situasi dan kondisi saat ini, bencana alam banjir, juga tanah longsor di Majalengka, banyak sarana dan prasarana infrastruktur yang rusak. Oleh karena itu, Kadis PUTR dan jajarannya tolong segera meninjau langsung, juga segera anggarkan,” tegas Karna ketika mengunjungi kantor dinas PUTR, Selasa (9/3).

Dia mengingatkan, saat ini warga terus menyorot kondisi jalan raya yang banyak berlubang, yang terdapat banyak titik rusak dan berlubang. Hal tersebut membuat masyarakat khawatir akan terjadinya kecelakaan.

“Misalnya, dari arah Cigasong hingga ke Cikijing, banyak terdapat jalan rusak dan berlubang, juga jalan alternatif lainnya, seperti di Maja,” ujarnya.

Karna juga menjelaskan, Pemda Majalengka tidak mempunyai wewenang akan jalur tersebut. Alasannya jalan tersebut merupakan jalur provinsi.

Namun, peran PUTR dalam hal ini sangat diperlukan untuk berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait.

“Sehingga permasalahan jalan rusak, dapat diselesaikan minimal dengan adanya upaya dari dinas untuk menambal bagian yang berlubang, agar tidak mencelakakan warga,” ucapnya.

Pihaknya menginstruksikan kepada Kepala Dinas PUTR segera cermati situasi di lapangan, gerakan UPTD-UPTD dalam menangani setiap permasalahan jalan rusak di setiap daerah.

“Anggarkan berapa kebutuhannya, segera petakan daerah mana saja yang perlu dibenahi,” tegasnya.

Saat ini, kata Karna, ada anggaran khusus yang diperbolehkan untuk dimanfaatkan. Yakni, ketika ada jalan darurat akibat bencana alam yang harus segera diperbaiki.

“Dana tersebut boleh digunakan. Contoh, ketika jalan tersebut putus, rusak dan jalan tersebut vital menghubungkan satu daerah dengan daerah lainnya,” ungkapnya.

Bahkan pihaknya siap untuk menandatangani penggunaan anggaran tersebut, ketika dana itu harus dipergunakan untuk kondisi darurat. Karena hal itu ada kajian akademis, juga hukumnya.

“Asalkan ada pernyataan bupati, bahwa betul-betul jalan tersebut rusak akibat bencana alam. Sehingga dana khusus itu bisa segera digunakan untuk memperbaikinya,” pungkasnya.(hsn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *