Bupati Pesimis Pembangunan BIJB Tepat Waktu

oleh -14 views
Komisi IV DPRD Jabar Soroti Ketidaktegasan Pemerintah Pusat


MAJALENGKA – Bupati Majalengka, H Sutrisno SE MSi pesimis, jika pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kecamatan Kertajati bakal selesai tepat waktu sesuai dengan rencana semula.

bupati majalengka sutrisno
Bupati Majalengka Sutrisno. Foto: Herik/Rakyat Cirebon



“Ketika pembangunan akan dilaksanalan pemerintah pusat, kami sangat yakin pembangunan bandara akan segera menjadi kenyataan sesuai dengan harapan masyarakat Majalengka, tetapi ketika dikembalikan lagi ke provinsi, saya tidak yakin,” ujarnya kepada sejumlah awak media, Rabu (14/9).

Orang nomor satu di Majalengka ini berlasan, jika pembangunan dan pengelolaan hanya dilaksanakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, SDM di dalamnya kurang profesional.

“SDM yang dimaksud bukan soal menempatkan orang melainkan bagimana merencanakan sebuah pembangunan. PT BIJB seolah-olah tidak ada koordinasi. Apakah mereka profesional yang ditunjuk di BIJB tersebut untuk melakukan perencanaan pembangunan dan mengelolannya,” tandasnya.

Sekarang saja, menurut Sutrisno kondisinya sudah terkatung-katung, karena tidak adanya integrasi dan koordinasi dalam merencanakan pembangunan yang dilaksanakan provinsi.

“Ini kan terlihat jelas. Sekarang saja mereka berusaha mengubah masterplan tanpa ada koordinasi. Harusnya jangan jalan masing-masing, mari terbuka dan bareng-bareng. Bagaimana merencanakan pembangunan apakah sudah melaksanakannya secara profesional atau sebaliknya,” kata Sutrisno dengan nada tinggi.

Dikatakan Sutrisno, berbicara pembangunan bandara tidak hanya berbicara soal uang, karena sumber keuangan mungkin saja bisa dipenuhi oleh pemprov dan pemerintah pusat. Akan tetapi, sebutnya, pembangunan dan pengelolaan harus dilaksanakan secara profesional.

Sutrisno menambahkan, Kabupaten Majalengka kedudukannya hanya memfasilitasi.

 “Soal pembebasan lahan misalnya, Sekda Kabupaten Majalengka kini bukan P2T lagi, karena tangung jawab dialihkan ke BPN. Sepertinya sekarang BPN tenang-tenang saja, padahal BPN harus bertanggung jawab pada pengukuran lahan dan juga pelaksanaan pembebasan lahan,” ujarnya.

Terpisah, Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat mempertanyakan keputusan pemerintah pusat yang mengembalikan pembangunan BIJB ke pemerintah provinsi.

Padahal, urusan kebandarudaraan merupakan urusan pemerintah pusat bukan pemerintah provinsi.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat, Drs H Daddy Rohanady mengatakan, pihaknya melihat adanya ketidaktegasan dari pemerintah pusat atas pembangunan BIJB.

Sejak awal, kata dia, pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan sudah menyatakan akan mengambil alih pembangunan BIJB.

“Awalnya kan pusat yang menegaskan akan menangani BIJB. Itu pernyataan Presiden Joko Widodo dan Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan ketika berkunjung ke BIJB. Kenapa sekarang balik kanan,” tegas Daddy.

Di samping itu, Daddy juga mempertanyakan penerapan Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Dalam UU tersebut, lanjutnya, disebutkan urusan bandar udara adalah menjadi urusan pemerintah pusat.

“Ketika Komisi IV berkonsultasi dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara bulan September tahun 2015, hal itu juga disampaikan oleh dirjen. Penerapan peraturan kok sepotong-potong,” tambahnya.

Daddy juga belum memikirkan langkah yang akan diambil oleh pemerintah provinsi guna membangun BIJB.

“Apakah Provinsi Jawa Barat harus menjual obligasi untuk bangun BIJB dan kemudian pengelolaannya diserahkan ke pusat? Kita sendiri belum ada ide bagaimana hal itu dilakukan,” tandasnya.

Sebelumnya, Direktur Teknik dan Pengembangan Usaha PT BIJB, Yon Sugiono Kahfie, pada saat kurban di kawasan BIJB Minggu (11/9) mengatakan, pembangunan dan pengelolaan BIJB di Kertajati batal diambil alih pemerintah pusat.

Pelaksanaan pembangunan kembali dilimpahkan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta PT BIJB. Hal tersebut muncul setelah pergantian Menteri Perhubungan beberapa waktu lalu. (hsn/yog)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.