Bupati: Pasien Covid Ditanggung Pemerintah

oleh -4 views

RAKYATCIREBON.ID – Bupati Kuningan Acep Purnama memastikan pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit tidak dikenakan biaya sepeser pun alias gratis. Pasalnya semua biaya perawatan ditanggung pemerintah.

Acep menegaskan, biaya perawatan pasien covid-19 sudah ditanggung negara, sehingga rumah sakit tidak boleh menarik biaya sepeser pun dari pasien.

“Pasien covid itu selama perawatan di rumah sakit tidak dipungut biaya apa pun. Begitu juga bagi pasien yang meninggal biaya peti mati semuanya gratis,” ujar Acep saat dikonfirmasi usai menerima audiensi di Ruang Rapat Purbawisesa, Senin (19/7).

Menurut Acep, pemerintah mempunyai kewajiban untuk menanggung biaya pasien atau masyarakat yang terpapar covid-19. Ketika ditanya adanya keluhan warga yang harus mengeluarkan biaya hingga jutaan rupiah untuk biaya peti mati dan pemakaman pasien Covid yang meninggal, Acep menampik adanya kejadian tersebut. Acep mengaku sudah melakukan komunikasi dengan pihak keluarga dan rumah sakit yang diindikasi menarik biaya bagi pasien covid.

“Itu hanya salah paham saja. Saya sudah ngobrol dengan keluarganya dan juga pihak rumah sakit. Ternyata biaya yang muncul itu biaya perawatan sebelum dinyatakan positif Covid-19. Kalau ada rumah sakit yang minta uang silahkan lapor ke saya atau datang ke saya nanti akan saya ganti langsung uangnya,” tandas Acep.

Acep meminta kepada pihak rumah sakit untuk tidak menarik biaya apa pun bagi pasien covid. Acep pun mengingatkan kepada masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan dengan tetap menggunakan masker jika keluar rumah, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas.

“Kalau tidak penting-penting sekali sih, mending di rumah saja,” ujar Acep

Berdasarkan informasi yang diperoleh, Satgas Covid 19 Kabupaten Kuningan melakukan pencabutan Pos Penyekata dalam kota dan PPKM Darurat di tingkat Kecamatan yang berlokasi di dalam kota, Wilayah Kecamatan Ciawigebang, Kecamatan Luragung dan Kecamatan Cigugur, terhitung mulai hari Selasa tanggal 20 Juli 2021 dicabut dan lampu penerangan di jalur utama dinyalakan kembali.

Sedangkan untuk Pos Penyekatan di Perbatasan Kota/Kota yaitu di lima titik tetap dilaksanakan sampai berakhir Operasi Aman Nusa II Lanjutan.(ale)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.